Keceriaan pagi hari di SD Al Amien Jember terasa makin semarak saat para murid melihat tenda, boneka dan papan balap air di halaman sekolahnya. Hari Kamis lalu (24/6), Universitas Jember bekerja sama dengan guru-guru SD Al Amien menggelar pelatihan Pengurangan resiko bencana (PRB) bagi siswa-siswi sekolah dasar yang dikemas dalam Progra Si Kancil, singkatan dari “Inisiatif Kanca Cilik”.
Kegiatan yang baru pertama kali diadakan di Jember ini unik dan menarik, sebab pemberian pengetahuan mengenai kewaspadaan, kesiapsiagaan dan pengurangan resiko bencana disampaikan melalui media permainan. Program Si Kancil adalah adaptasi dari Program Iza Kaeru Caravan dari Jepang.
Program Iza Kaeru Caravan diciptakan oleh seniman Jepang Hiroshi Fuji pada tahun 2000 bekerja dengan kalangan LSM Jepang yang peduli terhadap Pengurangan Resiko Bencana (PRB). Program Iza Kaeru Caravan terinspirasi dari peristiwa gempa Kobe 1995 yang banyak menelan korban, terutama dari kalangan anak-anak.

Oleh karena itu Program Iza Kaeru Caravan dibuat sedemikian rupa dengan media permainan agar disukai oleh anak-anak. Permainan-permainan yang disajikan masing-masing memuat pelajaran, pengetahuan dan cara-cara mengenai Pengurangan Resiko Bencana (PRB).
Pada awalnya, siswa-siswi diajak memasuki “Lorong Serba Tahu” dimana ditempatkan foto-foto beserta data dan informasi mengenai kondisi Indonesia, potensi bencana dan penanganannya. Dengan bimbingan fasilitator yang terdiri dari dosen, tenaga Humas dan mahasiswa Universitas Jember. Kegiatan ini selanjutnya diakhiri dengan pemutaran film pengetahuan mengenai berbagai bencana alam.

Selanjutnya para siswa-siswi bergegas menuju ke permainan berikutnya yakni “Lari Ke Mana”, sebuah simulasi cara penyelamatan dan evakuasi saat gempa melanda. Di ajang ini fasilitator menjelaskan hal-hal yang harus dilakukan oleh guru dan siswa-siswi saat gempa terjadi, lengkap dengan simulasinya.
Sementara itu di alun-alun Jember, panitia menggelar delapan permainan yang masing-masing permainan memiliki muatan pengetahuan mengenai pengurangan resiko bencana. Permainan tersebut antara lain “Balap Air” yang berisi cara memadamkan api, “Rumah Pipa” yang menuntut kerjasama dan kekompakan dalam mendirikan shelter saat di pengungsian, “Tas Siaga” yang menjelaskan persiapan yang harus dimiliki setiap rumah dalam menghadapi bencana serta permainan lainnya.

Dalam setiap permainan, fasilitator menjelaskan kepada anak-anak apa yang harus mereka lakukan saat bencana alam melanda. Antusiasme dan rasa keingintahuan yang tinggi tercermin saat mereka mendapatkan penjelasan dari para mahasiswa kampus Tegalboto di permainan “Tandu Si Kodok” yang mengajarkan cara membawa korban luka saat bencana dan di permainan “Dokter Si kancil” yang mengajarkan pertolongan pertama pada korban bencana.
Gelak tawa dan suka ria anak-anak juga tampak di permainan “Tusuk Pincuk” yang mengajarkan membuat alat-alat sederhana guna bertahan hidup disaat bencana dan permainan “Ular Tangga” yang didesain sedemikian rupa dengan pertanyaan mengenai pengetahuan seputar bencana alam.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Sekolah SD Al Baitul Amien, Ir. A. Hafidz menyambut gembira kegiatan ini, pasalnya dalam setiap bencana alam yang terjadi maka korban yang paling menderita adalah anak-anak karena keterbatasan fisik. Selanjutnya, alumnus Fakultas Pertanian Universitas Jember ini mengharapkan kegiatan Si Kancil dapat diadakan secara rutin sehingga pengetahuan yang didapat oleh para siswa dapat terinternalisasi sehingga dapat mengurangi korban jiwa dari kalangan anak-anak. (iim)








