Jember, 10 Februari 2017

Cabang olahraga panahan saat ini kian diminati oleh masyarakat. Tidak hanya masyakat biasa bahkan Presiden Jokowi pun ikut serta dalam kegiatan memanah beberapa waktu lalu. Hal itu tentunya semakin menumbuhkan minat masyarakat dalam membangun komunitas pecinta olahraga sunah ini.

Warga Universitas Jember pun rupanya tidak mau ketinggalan. Para mahasiswa yang motori oleh Edy Suhan juga ikut membentuk komunitas panahan. Setidaknya ada 140 orang mahasiswa yang telah tergabung dalam komunitas panahan tersebut.

“Komunitas ini sudah kami bentuk sejak tahun lalu. Dulunya hanya beberapa mahasiswa saja yang ikut latihan rutin. Ternyata saat latihan banyak masyarakat, karyawan dan mahasiswa yang lihat dan meminta diajari. Saat ini dari hari-kehari rupanya jumlah peminatnya semakin bertambah banyak,” ujar Eddy Suhan saat melakukan latihan rutin di lapangan timur Perpustakaan UNEJ, (10/2).

Menurut dia, anggota yang ikut latihan tidak hanya berasal dari kalangan mahasiswa saja. Kalangan karyawan dan masyarakat umum pun banyak yang telah bergabung dan ikut latihan secara rutin.

“Memang masih didominasi oleh mahasiswa. Tetapi Ada masyarakat umumnya juga, karyawan juga banyak. Bahkan beberapa petinggi fakultas juga ikut bergabung dalam komunitas olahraga sunah ini,” imbuh Edy.

Sementara itu Erik Gusni ketua komunitas panahan UNEJ mengaku, walau panahan masih tergolong olahraga mahal tidak menyurutkan semangat mahasiswa untuk bergabung. Menurutnya, untuk satu set peralatan memanah lengkap saja harganya hampir mencapai empat jutaan. Untuk menyiasati mahalnya harga Erik juga bekerja sama dengan pengrajin panahan lokal.

“Maka dari itu untuk mendapatkan harga yang murah kami bekersama dengan Margina Archery. Dia adalah salah satu pengrajin panahan lokal top yang ada di Jember. Lumayan dari beliau kami bisa membeli dengan cara diangsur,” ujarnya.

Walau harga mahal, menurut Erik beberapa anggota yang memiliki dana lebih sudah memiliki peralatan panahan lengkap.

“Ada sekitar 3 anggota yang sudah memiliki alat lengkap standart pertandingan. Kami secara begantian memakai alat tersebut. Selebihnya kami memakai panahan produksi lokal saja sembari menabung,” imbuhnya.

Dirinya berharap, komunitas panahan mahasiswa ini bisa segera mendapatkan legalitas untuk menjadi senuah Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Universitas. Karena menurutnya, dirinya merasa kesulitan manakala ada yang bertanya terkait ijin organisasi.

“Sebenarnya sejak tahun lalu kami sudah mengajukan ke Universitas agar komunitas panahan UNEJ ini bisa diakui sebagai UKM dengan surat keputusan rektor. Namun hingga saat ini masih belum ada kejelasan terkait pengajuan tersebut mudah-mudah bisa segera diakui UKM,” pungkasnya.


Category: Berita Non Akademik