Jember, 27 Februari 2017

Mengajar itu tidak boleh membosankan, apalagi mengajar bahasa asing seperti bahasa Inggris. Seorang guru atau pengajar harus bisa menemukan cara bagaimana murid-muridnya dapat menangkap pelajaran yang mereka ajarkan. Berangkat dari pemikiran ini, Heri Setyawan, mahasiswa Program Pascasarjana Ilmu Liguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember tergerak untuk menemukan inovasi baru dalam memberikan pelajaran Bahasa Inggris. Uniknya, Heri menggunakan media sosial Instagram sebagai media belajar Bahasa Inggris.

“Dewasa ini penggunaan media sosial seperti Instagram sudah meluas di kalangan siswa. Tentu sayang jika hanya sekedar dijadikan sebagai media komunikasi belaka, apalagi menyebarkan berita hoax,” tutur Heri memulai kisahnya di sela-sela kesibukan kuliah (27/2). Menurut Heri, di balik banyaknya fitur yang ada di Instagram, media sosial berbasis foto ini ternyata dapat menjadi alat yang efektif bagi seorang pengajar agar lebih mudah menerangkan materi yang akan diberikan kepada anak didiknya.

Heri lantas menjelaskan jika Instagram dapat membantu siswa untuk belajar memperdalam berbagai kemampuan dalam berbahasa Inggris. “Dengan Instagram, siswa bisa belajar listening, reading, writting hingga memperkaya vocabulary,” tambah Heri yang guru di sebuah lembaga pengajaran Bahasa Inggris. Soal-soal untuk belajar Bahasa Inggris tersebut di kemas semenarik mungkin dalam bentuk foto dan video yang kemudian di unggah ke Instagram. Heri kemudian menandai siswa les nya ke dalam postingan yang telah dia unggah. Kemudian siswa menjawab soal-soal tersebut melalui comment box pada postingan tersebut. Jika ada pertanyaan dari siswa maka siswa dapat mengirimkan pertanyaannya melalui direct message Instagram.

Dari pengalaman Heri mengajar Bahasa Inggris dengan menggunakan Instagram, siswa ternyata lebih mudah memahami materi pelajaran Bahasa Inggris. Banyak siswa yang menyampaikan kepada Heri, bahwa metode belajar bahasa Inggris menggunakan Instagram jauh lebih asyik ketimbang metode yang biasa di pakai pada umumnya. “Mereka jadi lebih semangat untuk belajar,” imbuh mahasiswa asal Situbondo ini.

Inovasi Heri dalam menggunakan Instagram guna mendukung proses belajar Bahasa Inggris dia tuangkan dalam artikel berjudul “Integrating Instagram to EFL Learning: Empirical Teaching Ideas”. Tulisan tadi berhasil menembus “National English Language Teaching in Secondary Education (NELTISE) Conference 2017yang digelar di Universitas Negeri Malang pada hari Sabtu (4/2). Heri merasa menjadi mahasiswa pascasarjana harus mau menulis, terutama di jurnal ilmiah dan kegiatan akademis lainnya.“Saya merasa bahwa menjadi mahasiswa S 2 harus membuat karya, malu nanti ditanya masa mahasiswa S 2 tidak punya karya,” kata Heri yang kini sudah mendapatkan tawaran untuk menjadi dosen di perguruan tinggi di kotanya. (del)


Category: Berita , Berita Akademik