Jember, 19 April 2017

PLN menjamin tidak ada pemadaman listrik saat ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2017, yang akan diselenggarakan pada Selasa, 16 Mei 2017 nanti. Jaminan ini disampaikan oleh Mayarudin, Plt. General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Timur dan Bali I, saat penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara PLN dengan Universitas Jember di gedung rektorat Kampus Tegalboto (19/4). Penegasan Mayarudin tersebut menanggapi permintaan Moch. Hasan, Rektor Universitas Jember, yang meminta dukungan PLN dalam penyelenggaraan SBMPTN 2017, berupa ketersediaan listrik di saat ujian.

Menurut Mayarudin, PLN menerapkan Siaga I selama ujian SBMPTN 2017 berlangsung. “Ini artinya sebelum dan pada saat ujian SBMPTN, PLN menjamin tidak ada pemadaman listrik karena kami paham bahwa SBMPTN adalah hajatan nasional yang perlu disukseskan bersama,”  tuturnya. Bahkan untuk menjamin SBMPTN berlangsung dengan lancar, menurut Mayarudin PLN sudah menjadwalkan pemeliharaan jaringan dan peralatan pendukung, terutama di kota-kota yang menjadi lokasi ujian SBMPTN. Namun Mayarudin meminta agar Panitia Lokal SBMPTN tetap menyiapkan diri jika terjadi peristiwa yang masuk dalam kategori force majeur yang di luar perkiraan.

Sementara itu Rektor Universitas Jember menjelaskan, ketersediaan listrik di kala ujian SBMPTN mutlak diperlukan, apalagi Panitia Pusat SBMPTN tahun ini memperbanyak kuota peserta ujian berbasis komputer (Computer Based Test/CBT). Jika tahun lalu hanya ada 2.520 peserta ujian berbasis komputer, maka tahun ini jumlahnya menjadi 30.000 peserta. Sementara itu Universitas Jember sebagai penanggung jawab Panitia Lokal SBMPTN di Jember mendapatkan kuota peserta CBT sebanyak 500 peserta tahun ini, melonjak dari tahun lalu yang hanya 100 peserta. “Berbeda dengan pelaksanaan ujian CBT pada SBMPTN tahun 2016 lalu, pelaksanaan CBT SBMPTN tahun ini tidak dapat digantikan oleh ujian berbasis kertas atau Paper Based Test. Sehingga ketersediaan listrik betul-betul kami tekankan, jangan sampai ujian gagal karena masalah listrik yang pasti bakal merugikan peserta,” kata Moch. Hasan.

Kesiapan Universitas Jember dalam melaksanakan ujian SBMPTN terutama ujian CBT ditunjukkan dengan menyediakan genset di tiap-tiap lokasi ujian CBT. “Walaupun PLN telah menjamin listrik tidak padam, kami tetap menyiapkan genset di sembilan lokasi ujian CBT di kampus Tegalboto sebagai tindakan antisipasi. Apalagi minat siswa untuk ikut CBT sangat besar, buktinya kuota peserta CBT tahap pertama di Panitia Lokal Jember habis dalam waktu kurang dari seminggu,” imbuh Zulfikar, Wakil Rektor I Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Jember yang turut mendampingi rektor hari itu. Persiapan juga dilakukan oleh Universitas Jember dengan menyiapkan lokasi ujian dan komputer.

Untuk diketahui, untuk pelaksanaan CBT pada ujian SBMPTN tahun 2017 berbeda dengan tahun sebelumnya. Saat ujian CBT kali pertama digelar di tahun 2016, Panitia Pusat SBMPTN mengirimkan petugas khusus yang membawa hardisk berisi program dan soal ujian ke setiap Panitia Loka. Sementara tahun ini, dipercayakan kepada masing-masing Panitia Lokal SBMPTN. “Mulai dari penyediaan server, komputer dan fasilitas pendukung seperti akses internet diserahkan kepada Panitia Lokal, oleh karena itu jaminan listrik menjadi penting,” imbuh Zulfikar. Rencananya untuk memastikan ujian CBT berlangsung dengan baik, maka tanggal 27 April nanti Panitia Pusat SBMPTN menjadwalkan uji coba ujian CBT di seluruh Panitia Lokal. (iim)


Category: Berita , Berita Akademik