Jember, 20 Februari 2015

Siti Nurdiana dan Azizah Umami mahasiswi Fakulatas Ekonomi Universitas Jember beberapa waktu lalu di undang oleh Pengurus Besar Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (PB GABSI). mereka diundang untuk mengikuti mengikuti Pelatihan Nasional (Pelatnas) Bridge Youth 2015 yang digelar 25 Januari – 7 Februari 2015 di Telkom Universty, Bandung.

Dua mahasiswi asal Sukowono Jember itu memang sudah tidak asing lagi dalam kejuaran Bridge. Terbukti dari banyaknya gelar juara yang telah mereka raih dari berbagai tingkat kejuaraan, baik tingkat regional maupun tingkat nasional. Rupanya segudang prestasi yang mereka raih membuat mereka tidak canggung lagi menghadapi lawan-lawan tangguh mereka dalam Pelatnas.

“Alhamdulillah kami mampu menumbangkan lawan-lawan kami dengan mudah dan kami dinobatkan sebagai Juara 1 Girls U 26,” ujar Azizah. Menurutnya, dalam pelatnas tersebut mereka berdua harus bersaing dengan pemain Bridge delegasi dari Universitas seluruh Indonesia untuk diseleksi.

Azizah menambahkan, pelatihan nasional tersebut diselenggarakan dalam rangka untuk pembentukan tim Nasional Youth Indonesia Tahun 2015 yang dipersiapkan untuk mengikuti APBF Youth Championship di Bangkok, Tahailan pada 1-7 April 2015 mendatang. “Alhamdulillah kami tampil sebagai pasangan yang terbaik dan akan mewakili Indonesia dalam APBF Youth Championship 1 April mendatang,” imbuhnya.

Lebih jauh Azizah menjelaskan, kunci sukses bermain Bridge sebenarnya cukup mudah, mampu berhitung secara cepat dan tepat serta percaya pada partner. “Doa pasti dan yang tidak kalah penting feeling pasangan harus nyambung kan bridge ini juga berpasangan jadi ada unsur kekompakan dalam berfikir,” pungkasnya.

Sementara itu Siti Nurdiana yang merupakan teman sekolah dari Azizah saat masih dibangku Sekolah Menengah Pertama mengaku, mereka pertama kali dikenalkan dengan bridge oleh salah satu guru sekolah mereka. Sejak saat itulah mereka mulai jatuh hati pada permainan yang dianggapnya sebagai olah raga otak ini.

“Sejak saat itu kami rajin latihan dirumah dan disekolah kami ikuti beragam kejuaran dan Alhamdulillah kami selalu tampil membanggakan sekolah kami saat itu,” paparnya.

Menurut gadis yang akrab disapa dengan Diana ini, banyak sudah piala yang mereka dapatkan. Mulai dari medali emas kejuaraan provinsi (kejurprov) Bridge Jatim tahun 2010 dan pada tahun berikutnya 2011, mereka kembali meraih juara 1 beregu putri porprof Jatim.

Kemudian pada tahun 2012 lalu mereka dinobatkan sebagai pasangan wanita terbaik dalam kejuaraan nasional Bridge tingkat pelajar dan mahasiswa. Pada tahun berikutnya 2013, mereka kembali menjadi juara 1 dalam liga Bridge nasional tingkat pelajar.

Walau demikian Diana mengaku secara teori mereka kurang begitu menguasai, hal itu dikarenakan di Kabupaten Jember belum memiliki atlit atau pelatih Bridge yang benar-benar menguasai teori bridge. “Kami  memang kurang menguasai materi, tetapi semangat kami tidak putus sampai disini. Kami akan terus belajar dan belajar untuk meraih mimpi indah kami yaitu menjadi atlet profesional dan Internasional” imbuhnya lagi.

Minimnya pelatihan dan pengetahuan mengenai bridge di daerah rupanya membuat mereka prihatin. Oleh karenanyalah mereka berharap selepas pulang dari pelatnas tahap 1 dan 2 akan menjadi ujung tombak bagi atlet-atlet di Jember. “Walaupun kami berasal dari desa, kami juga ingin meneruskan perjuangan guru-guru kami untuk memiliki atlet yang berpontensi dan berprestasi.” Pungkasnya. (Mj)


Category: Berita , Berita Akademik