Jember, 9 Juni 2015

Jumlah calon mahasiswa Universitas Jember yang mendaftar melalui jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Nasional (SBMPTN) untuk tahun 2015 mengalami peningkatan. Tahun lalu jumlah peserta terdaftar hanya mencapai 10.778 sedangkan untuk tahun ini meningkat menjadi 10.948 peserta yang terdaftar untuk mengikuti seleksi SBMPTN.

“Tiap tahun memang ada peningkatan jumlah pendaftar yang ingin masuk Unej karena memang di Unej ada beberapa jurusan yang tidak dimiliki oleh Universitas yang lain terutama yang ada di wilayah Jawa Timur,” ujar Drs. Agung Purwanto, M.Si Kapala Humas dan Protokol Universitas Jember.

Agung menuturkan, pelaksanaan ujian SBMPTN tahun ini yang digelar tanggal 9 Juni 2015 cukup lancar, namun masih ada beberapa masalah yang dialami oleh peserta. Karena menurtunya, masih ada peserta yang membawa kartu peserta yang fotonya tidak terscetak. “Padahal sebelumnya kami sudah mengantisipasi dengan menelpon satu-persatu peserta yang fotonya tidak tercantum dalam data base kami namun rupanya masih ada yang terlewatkan,” paparnya.

Menurut Agung, kendala yang lain adalah masih adanya peserta yang datang terlambat mengikuti ujian. “Bagi yang terlambatnya lebih dari 30 menit ya terpaksa kami tidak ijinkan masuk karena itu memang sudah aturan,” ujarnya.

Secara umum, lanjut dia, pelaksanaan ujian tulis di Panitia Lokal 58 Jember berlangsung dengan lancar tanpa hambatan. “Termasuk pendistribusian soal, namun hari ini (9/6) panitia harus bekerja ekstra karena ujian tulis digelar selama sehari,” lanjut Agung.

Selain itu menurutnya, dalam pelaksanaan ujian SBMPTN ini juga terdapat panitia pusat untuk melakukan monitoring pelaksanaan ujian. “Ada pengawas dari pusat, beliau melihat persiapan dan pelaksanaan ujian tulis di Unej, katanya beliau cukup bagus, bahkan mengacungi jempol tentang teknis yang memandu seluruh ujian melalui radio lokal, sehingga tes tulis bisa dilakukan secara serentak,” paparnya.

Untuk tahun ini kuota penerimaan calon mahasiswa Universitas Jember yang melalui jalur SBMPTN mengalami peningkatan. “Tahun ini ada kenaikan kuota penerimaan mahasiswa baru melalui SBMPTN, tahun lalu kami hanya menediakan kuota 30 persen namun tahun ini naik menjadi 35 persen” pungkas Agung. (Mj)


Category: Berita Akademik