Jember, 26 Februari 2016

Ada yang tidak biasa jika berkunjung ke Fakultas Ekonomi Universitas Jember. Disana tampak beberapa mahasiswa sedang asyik berebut untuk memberikan makan ikan-ikan koi yang berada di kolam taman tempat Smoking Area karyawan. Uniknya cukup dengan membayar uang sebesar 1000 rupiah kita bisa memberikan makan ikan sampai bersentuhan langsung.

Dekan Fakultas Ekonomi Dr. M. Fathorrazi, M.Si. yang berinisiatif untuk membangun taman yang diberinama taman “patungan” itu mengatakan, dibangunnya taman dalam uapaya memberikan kesan indah dan asri dilingkuangan kampus Fakultas Ekonomi.

“Dulu tempat ini (taman) adalah tempat membuat puntung rokok yang kemudian meninggalkan kesan kotor dan tidak sehat, kemudian saya mengajak para dosen untuk iuran bersama membangun taman ini termasuk kolam dan membeli ikan koi yang besar-besar,” paparnya saat memberi makan ikan-ikan dikolam, (25/02)

Fathorrazi menuturkan, karena taman dibangun dengan dana bersama maka biaya perawatannya pun juga harus ditanggung bersama. Maka kemudian Fathorrazi membuat tempat meletakkan pakan ikan di dekat kolam dan bagi mahasiswa termasuk karyawan dan dosen yang ingin memberi makan ikan dikenakan biaya sebesar 1000 rupiah.

“Uang 1000 rupiah itu sangat kecil nilainya jika dibandingkan dengan nilai kepuasan yang didapat saat memberi makan ikan, karena tidak hanya dengan dilempar bahkan jika kita mencelupkan tangan kita kekolam bersama pakan ikan, gigitan-gigitan mulut ikan begitu terasa meyenangkan,” imbuh dekan asal Bondowoso ini.

Dirinya mengaku ikan koi dipilih karena memiliki filosofi yang sebenarnya patut untuk dicontoh dalam kehidupan. ”Jadi ikan koi ini selain warnanya bagus dan beragam mereka juga tidak pernah saling memakan (kanibal) termasuk pada ikan yang kecil-kecil, manusia juga begitu hidup ini beragam warna dan akan indah jika tidak saling memakan,” tuturnya lagi.

Sementara itu Fani yang hampir setiap hari memberikan makan ikan mengaku ada kepuasan tersendiri saat dirinya memberi makan ikan. “Saya paling suka memberikan makan dengan memasukan tangan kekolam sensasinya lebih terasa saat tangan saya digigit ikan yang besar-besar,” paparnya.


Category: Berita , Berita Fakultas , Berita Non Akademik