Jember, 1 Juni 2016.

Ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) di Panitia Lokal (Panlok) 58 Jember berjalan lancar (31/5). Sampai berakhirnya ujian, panitia tidak mendapati peristiwa yang berpotensi mengganggu jalannya ujian. “Ada 11.947 peserta yang mengikuti ujian di Panlok 58 Jember, dan Alhamdulillah berlangsung dengan baik tanpa ada gangguan berarti,” jelas Sekertaris Panlok 58 Jember, Wahyu Subchan di rumah dinas Rektor Universitas Jember yang hari itu menjadi pusat pengendali ujian SBMPTN 2016.

Menurut Wahyu Subchan, jumlah peserta ujian SBMPTN di Panlok 58 Jember yang mencapai jumlah 11.947 itu terdiri dari  5.150 peserta kelompok ujian Saintek, 4.839 peserta kelompok ujian Soshum, dan 1.858 peserta kelompok ujian Campuran. Jumlah tersebut ditambah 100 peserta ujian berbasis komputer (Computer Based Testing) yang terdiri dari 44 peserta kelompok ujian Saintek dan sisanya mengikuti kelompk ujian Soshum. “Untuk peserta ujian berbasis komputer kami tempatkan semuanya di Fakultas Kedokteran,” ujar dosen FKIP ini.

Mengingat kapasitas ruang di kampus Tegalboto hanya sanggup menampung enam ribuan peserta, maka Panlok 58 Jember meminjam ruangan di sekolah dan kampus yang ada di seputaran Universitas Jember. Ruang sekolah dan kampus yang digunakan antara lain Universitas Muhammadiyah Jember, Akademi Kebidanan Bina Husada, SMKN 4, dan SMPN 10 untuk kelompok ujian Saintek. Sementara lokasi di SMAN 2, SMPN 3, SMPN 4, SMA Muhammadiyah 3, STIE Mandala, STIKES dan Akademi Kebidanan dr. Soebandi menjadi lokasi ujian kelompok Soshum. Sedangkan SMK Yapeni, SMA Pahlawan, STIPER dan STIE Dharma Nasional menjadi lokasi kelompok ujian Campuran. Total ada 480 ruangan yang disiapkan oleh Panlok 58 Jember, terdiri dari 209 ruangan untuk kelompok ujian Saintek, 195 ruangan untuk kelompok ujian Soshum, dan 76 ruangan untuk kelompok ujian Campuran.

Panlok 58 Jember juga memberikan pelayanan bagi tiga peserta yang berkebutuhan khusus, mereka terdiri dari satu peserta kelompok ujian Saintek (tuna daksa) dan dua peserta kelompok ujian Soshum (tuna netra/low vision dan tuna rungu). Keberadaan peserta berkebutuhan khusus mendapat perhatian langsung dari Rektor Universitas Jember yang secara langsung meninjau mereka. “Kami berusaha memberikan bantuan bagi peserta berkebutuhan khusus agar dapat menjalani ujian dengan baik,” ujar Moh. Hasan saat meninjau peserta berkebutuhan khusus di lokasi ujian STIE Mandala. Rektor juga berkesempatan untuk melihat dari dekat pelaksanaan ujian berbasis komputer di Fakultas Kedokteran yang kali pertama dilaksanakan dalam sejarah pelaksanaan SBMPTN. (iim)


Category: Berita , Berita Akademik