Jember, 9 Juni 2016.

Mohammad Rosyadi Adnan, mahasiswa jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) berhasil mengharumkan nama Universitas Jember dalam ajang Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (ON MIPA) 2016, yang diadakan oleh Kemenristekdikti di Jakarta (23-26/5). Alhamdulillah, Rosyadi membawa pulang medali perunggu untuk cabang Biologi ke Kampus Tegalboto. Di babak final, Rosyadi harus bersaing dengan 63 peserta lain yang merupakan perwakilan dari seluruh PTN dan PTS di Indonesia. Pada ajang ON MIPA 2016, Universitas Jember mengirimkan lima wakilnya, dua mahasiswa di cabang Biologi dan Fisika, serta satu orang di cabang Kimia.

“Saya sangat bersyukur bisa mendapatkan medali perunggu dalam ON MIPA, bagaimana tidak semua lawan di babak final adalah mahasiswa pilihan yang sudah melewati saringan ketat di tingkat provinsi,” kata Rosyadi yang lulusan Madrasah Aliyah Negeri 3 Jombang, Jember ini. Selama dua hari pelaksanaan babak final (24-25/5), Rosyadi harus memeras otak menyelesaikan 20 soal essay yang disiapkan dewan juri. “Dalam sehari kami harus mengerjakan 10 soal yang dibagi dalam dua sesi,” tambah mahasiswa yang juga santri Pondok Pesantren Al Jauhar yang lokasinya tak jauh dari kampus Tegalboto.

Rosyadi mengakui prediksinya terkait soal yang bakal keluar di babak final sedikit meleset. Awalnya, berkaca dari seleksi di tingkat provinsi, soal untuk cabang Biologi dibagi menjadi empat bidang, biologi sel, biologi molekuler dan genetika, keanekaragaman hayati serta ekologi dan evolusi. Jumlah soalnya pun dibagi rata untuk empat bidang tadi. “Ternyata di babak final, soal yang diujikan lebih banyak berkutat pada bidang bioteknologi dan biomolekular yang mengarah pada bidang pertanian, seperti soal mengenai tanaman transgenik. Untungnya kami di jurusan Biologi FMIPA Jember sudah akrab dengan bidang tadi melalui kuliah-kuliah Profesor Bambang Sugiharto,” tutur Rosyadi menyebut pakar tanaman transgenik yang juga Ketua CDAST Universitas Jember.

Rosyadi juga menambahkan, keberhasilannya menggondol medali dalam ON MIPA 2016 juga dikarenakan waktu persiapan yang lebih lama dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. “Kami di FMIPA sudah mengantisipasi ON MIPA 2016 dengan melaksanakan persiapan sejak awal semester ini, termasuk berkonsultasi dengan para dosen pembimbing. Selain itu hal yang juga perlu diantisipasi adalah komposisi dewan juri saat babak final. Pada babak final kemarin jurinya kebanyakan dari Institut Pertanian Bogor, sehingga tidak heran soalnya banyak ke arah pertanian,” tambah Rosyadi yang hobi membaca dan bermain hadrah saat di pondok pesantren.

Di masa datang, Rosyadi berharap makin banyak mahasiswa Universitas Jember yang aktif berperan serta dalam ajang lomba ON MIPA atau yang sejenis. Bahkan jika perlu seleksi dan pemantapan di tingkat jurusan sudah dimulai semenjak mahasiswa baru menginjakkan kaki di kampus Tegalboto. Harapannya akan makin banyak wakil-wakil Universitas Jember yang siap di berbagai ajang bergengsi seperti ON MIPA atau Olimpiade Sains Nasional MIPA. “Saat bertanding di Jakarta, ternyata banyak peserta yang tidak berasal dari FMIPA atau FKIP, misalnya saja dari Fakultas Kedokteran bahkan dari Fakultas Teknik. Jika kawan-kawan mahasiswa eksakta di kampus Tegalboto selain dari FMIPA dan FKIP mau berpartisipasi dalam ajang seperti ON MIPA, maka kita bisa saling mengisi karena memiliki keunggulan masing-masing,” pungkas Rosyadi yang bercita-cita ingin melanjutkan ke jenjang S 2 selepas lulus nanti. (iim)


Category: Berita , Berita Akademik