Jember, 22 Juli 2016.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Republik Indonesia mengajak perguruan tinggi untuk bersinergi mewujudkan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya di bidang keuangan negara. Ajakan ini disampaikan oleh Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Kemenkeu RI, Sumiyati, dalam acara penandatanganan nota kesepahaman kerjasama antara Kemenkeu RI dengan Universitas Jember (22/7). “Kemenkeu menggandeng semua pihak, terutama perguruan tinggi umumnya, khususnya Universitas Jember kali ini, guna mengembangkan kualitas SDM di bidang keuangan negara,” tutur Sumiyati.

Menurut Sumiyati lagi, salah satu langkah nyata sinergi antara Kemenkeu dengan perguruan tinggi yang akan dilakukan adalah adanya program bagi pejabat dan pakar di kalangan Kemenkeu untuk kembali mengajar di kampus almamaternya, atau perguruan tinggi di daerah asalnya. “Sebenarnya Ditjen Bea Cukai, Heru Pambudi berkeinginan hadir di kampus Tegalboto karena beliau berasal dari Jember, namun sayang masih ada tugas yang tidak bisa ditinggalkan,” kata Sumiyati. Dalam kesempatan ini juga hadir Kepala Badan Diklat Keuangan Denpasar, Kusumaningtyas, yang merupakan alumnus Universitas Jember.

Kebijakan menugaskan pejabat dan pakar di lingkungan Kemenkeu untuk mengajar mengenai keuangan negara di perhuruan tinggi, menurut Sumiyati karena sampai saat ini materi mengenai keuangan negara yang diajarkan di perguruan tinggi masih minim muatan  mengenai pelaksanaan dan praktek keuangan negara di Indonesia. “Tujuannya, mahasiswa dapat memperoleh materi teori dan praktik, sehingga dapat memahami secara utuh apa itu keuangan negara. Harapannya kita akan mendapatkan SDM di bidang keuangan negara yang mumpuni,” jelasnya.

Ajakan Kepala Badan Diklat Kemenkeu ditanggapi positif oleh Rektor Universitas Jember, Moh. Hasan. Menurutnya Universitas Jember siap mendukung Kemenkeu mewujudkan program mengembangkan SDM di bidang keuangan negara. Menurutnya kampus Tegalboto menyambut baik kesediaan pejabat dan pakar di Kemenkeu untuk mengajar di kampus. “Melalui kerjasama antara Kemenkeu dengan Universitas Jember ini, kami juga akan mendorong para dosen yang berkecimpung di bidang keuangan negara dan bidang yang terkait, untuk lebih banyak melakukan riset di bidang keuangan negara,” kata Moh. Hasan.

Untuk diketahui, kerjasama antara Kemenkeu dengan Universitas Jember meliputi antara lain bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Bidang pengkajian bidang keuangan negara, serta perbantuan tenaga ahli. Selain menandatangani nota kesepahaman, Kepala Badan Diklat Kemenkeu juga memberikan kuliah umum berjudul “Peran Kebijakan Fiskal Dalam Perekonomian dan Best Practices Penerapan di Indonesia”, dihadapan dosen dan mahasiswa Universitas Jember. (iim/fik).


Category: Berita , Berita Akademik