Jember, 24 Agustus 2016

Lima desa di Kecamatan Sukowono dalam waktu dekat akan mendapatkan bantuan dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia serta Universitas Jember untuk mendirikan Usaha Berbasis Komunitas (UBK). Kepastian ini didapatkan setelah kementerian Desa  dan Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Universitas Jember melakukan peninjauan di Kecamatan Sukowono, Senin Siang (22/8).

“Menurut rencana, Kementerian Desa akan memberikan bantuan sekitar 500 juta rupiah untuk mengembangkan program ini. Lima Desa yang akan mendapatkan bantuan adalah Desa Sumberdanti, Desa Arjasa, Desa Pocangan, Desa Sumberwringin, dan Desa Balet Baru, semuanya di Kecamatan Sukowono” ujar Honest Dody Molasy Ketua Pusat Pemberdayaan Masyarakat Dan Lembaga Mandiri yg Mengakar Masyarakat, LPM Universitas Jember.

Menurut Honest program Usaha Berbasis Komunitas (UBK) ini diinisiasi oleh LPM Universitas Jember, melalui Pusat Pemberdayaan Masyarakat dan Lembaga Mandiri yg Mengakar Masyarakat. Menurutnya, melalui program ini warga lima desa yang ada di Kecamatan Sukowono akan membentuk usaha bersama dengan mendasarkan pada potensi desa masing masing.

“Usaha yang akan dilakukan nantinya adalah usaha pengolahan kopi dan industri pengolahan tepung tapioka. Rencananya, industri pengolahan kopi akan dipusatkan di Desa Balet Baru, sedangkan industri pengolahan tepung tapioka akan ditempatkan di Desa Sumberdanti,” tutur Honest.

Honest Dody, mengatakan dua usaha yang akan dirintis di Kecamatan Sukowono ini didasarkan pada hasil kajian potensi desa.

“Sukowono adalah daerah penghasil singkong, namun masyarakat kurang bisa mengembangkan potensi itu. Akhirnya singkong yang mereka hasilkan hanya dijual mentahnya saja, tidak ada nilai tambahnya,” ujarnya.

Lebih jauh Honest  menjelaskan, dengan mengolah singkong menjadi tepung, diharapkan ada nilai tambah yang pada akhirnya bisa menambah penghasilan masyarakat. Melalui program UBK ini masyarakat membentuk usaha bersama-sama yang difasilitasi oleh LPM Universitas Jember dan Badan Pemberdayaan Masyarakat, Pemkab Jember.

“Kementerian Desa sendiri akan memberikan bantuan modal dan peralatan sekitar 500 juta rupiah untuk menunjang program ini dan LPM Universitas Jember juga akan melakukan pelatihan dan pendampingan terhadap anggota UBK,” imbuh Honest.

Saat ini menurut Honest, UBK yang sudah terbentuk beranggotakan 30 orang, yang berasal dari lima desa. “Mereka adalah orang-orang yang memiliki komitmen dan pengalaman untuk membangun usaha. Selain itu, mereka juga mendapatkan rekomendasi dari kepala desa masing-masing,” tambahnya.

Menurut rencana, sejumlah pelatihan akan dijadwalkan diantaranya adalah pelatihan pengolahan tepung tapioka dan pengemasan kopi, serta pelatihan manajemen dan pengelolaan keuangan. Menurut Honest, pelatihan ini akan melibatkan sejumlah dosen sesuai bidang keahlian serta mahasiswa. (nest/mun)


Category: Berita Non Akademik