Jember, 22 September 2016

Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Universitas Jember, bekerja sama dengan Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan Untuk Kesejahteraan (KOMPAK), dan Australian Aid menggelar program Universitas Membangun Desa (UMD) yang dipusatkan di 10 desa, di dua kecamatan di Kabupaten Bondowoso. Pelaksanaan program UMD ditandai dengan pelepasan 61 orang mahasiswa Universitas Jember yang bakal menjadi ujung tombak program UMD, oleh Rektor Universitas Jember, Moh. Hasan, di halaman gedung Rektorat Kampus Tegalboto (22/9).

Menurut Ketua LPM Universitas Jember, Anwar, mahasiswa yang akan terjun mengikuti program UMD tergabung dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik. Rencananya, para mahasiswa kampus Tegalboto ini akan mengembangkan sistem informasi dan pusat pelayanan informasi desa. “Nantinya di setiap desa akan ada satu kelompok yang beranggotakan 10 mahasiswa. Tugas mereka adalah membangun Pusat Pelayanan dan Informasi Desa, yang berfungsi sebagai sumber informasi mengenai potensi desa, data kependudukan, hingga data kemiskinan,” jelas Anwar. Ketua LPM lantas menambahkan, keberadaan program UMD diharapkan mampu mengembangkan dan menyadarkan masyarakat beserta perangkat desa, akan pentingnya data yang valid dan reliable.

Sementara itu, Sentot Pambudi perwakilan Unit Inovasi, KOMPAK Jakarta, dalam sambutannya menyampaikan bahwa, KOMPAK akan memaksimalkan keberadaan mahasiswa KKN di Universitas Jember untuk dapat melakukan pengentasan kemiskinan melalui Program Inovasi dan Teknologi yang didukung oleh Pemerintah Australia. Sentot berharap dengan adanya program sistem informasi desa akan dapat membuat desa berdaya terhadap data dan informasi, sehingga dalam menyusun perencanaannya dapat berbasis data yang apik yang akan berdampak pada pembangunan desa yang tepat sasaran dan memberikan jalan bagi orang-orang miskin untuk dapat menikmati hasil pembangunan. “Untuk program UMD di Bondowoso, pemerintah Australia melalui KOMPAK memberikan bantuan sebesar 700 juta rupiah,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Rektor Universitas Jember, Moh. Hasan, berpesan kepada seluruh mahasiswa KKN agar dapat lebih cepat mengenali permasalahan yang ada di masyarakat karena KKN kali ini merupakan KKN yang sudah memiliki fokus dan tema khusus. “Manfaatkan kesempatan KKN Tematik program UMD sebagai media bertukar pikiran bersama masyarakat desa untuk menemukan solusi dalam setiap permasalahan yang ditemukan dan agar dapat mensukseskan berbagai program dan kegiatan yang dirancang bersama,” pesan Moh. Hasan.

Untuk diketahui, para mahasiswa akan melaksanakan KKN program UMD hingga 7 November 2016 di sepuluh desa di Kabupaten Bondowoso. Lokasi KKN di kecamatan Cermee, meliputi desa Grujugan, Ramban Kulon, Ramban Wetan, Suling Wetan, Cermee dan Bercak. Di kecamatan Wringin, mereka akan ditempatkan di desa Bukor, Ambulu, Banyu Putih dan Gringseran.(lid/iim)


Category: Berita , Berita Akademik