Jember, 24 November 2016

Universitas Jember secara bertahap akan mendigitalisasikan semua ruang baca di fakultas dan program studi yang ada. Pasalnya, selama ini layanan di ruang baca masih dilakukan dengan cara manual, dimana peminjaman dan pengembalian, umumnya sebatas dicatat di buku. Sementara koleksi ruang baca, berupa buku dan jurnal pun belum terdata secara benar sesuai standar yang ada. Dengan program digitalisasi ruang baca, maka diharapkan mutu pelayanan ruang baca makin meningkat. Program digitalisasi ini dimulai dengan memberikan pelatihan bagi 30 orang petugas ruang baca dalam kegiatan bertajuk “Workshop Manajemen dan Aplikasi Teknologi Informasi Ruang Baca” yang digelar di ruang pertemuan UPT Perpustakaan Universitas Jember (24/11).

Dalam sambutannya, Ida Widiyastuti, Kepala UPT Perpustakaan Universitas Jember menjelaskan bahwa para peserta akan mendapatkan materi pengelolaan perpustakaan secara digital seperti yang diterapkan di UPT Perpustakaan Universitas Jember. Materi yang diberikan mulai proses pengelolaan koleksi, klasifikasi, penentuan tajuk subyek, dan input buku. “Para peserta juga akan kita latih menggunakan software khusus pengelolaan perpustakaan yang bernama Program SENAYAN. Jika seluruh ruang baca di Universitas Jember telah dikelola dengan software Program SENAYAN, maka akan terintegrasi dengan UPT Perpustakaan,” jelas Ida Widiyastuti.

Ida Widiyastuti lantas menambahkan, bahwa saat ini UPT Perpustakaan Universitas Jember secara bertahap juga mulai menggunakan Program SENAYAN, untuk menggantikan software pengelolaan perpustakaan yang berbayar. Selain karena berbentuk open source, sehingga memungkinkan inovasi dari pengguna, Program SENAYAN juga telah direkomendasikan oleh Kemenristekdikti. “Menggunakan software pengelolaan perpustakaan yang berbayar cukup mahal, untuk setiap tahunnya UPT Perpustakaan Universitas Jember harus menyiapkan dana kurang lebih sebesar 300 juta rupiah,” kata Ida lagi.

Dihubungi terpisah, Zulfikar, Wakil Rektor I Universitas Jember, menegaskan pentingnya menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) pengelola ruang baca. Menurutnya, ruang baca sebagai perpustakaan di tingkat fakultas dan program studi adalah jantung perguruan tinggi. “Saat ini perpustakaan sudah dikelola dengan teknologi informasi, jadi tidak bisa lagi dikelola dengan asal-asalan. Pengelola ruang baca wajib melek teknologi informasi agar mampu memberikan layanan yang baik, apalagi ruang baca yang dikelola dengan baik akan mendukung akreditasi lembaga,” ujar Zulfikar.

Sementara itu menurut ketua panitia kegiatan, Iswahyudi, workshop kali ini diikuti oleh 30 peserta yang merupakan perwakilan dari limabelas fakultas dan program studi yang ada di Universitas Jember. Kegiatan juga diikuti oleh dua orang pustakawan dari Universitas Abdulrachman Saleh, Situbondo. “Kami merencanakan akan ada pelatihan rutin dan berjenjang bagi para pengelola ruang baca,” pungkas pustakawan UPT Perpustakaan Universitas Jember ini. Untuk diketahui, UPT Perpustakaan Universitas Jember telah memperoleh akreditasi A, dan saat ini mengelola 174 ribu koleksi dari mulai buku, jurnal, majalah hingga koleksi elektronik. (iim)


Category: Berita Non Akademik