Berita Universitas Jember

Dorong Kualitas Peneliti Perempuan,Universitas Jember Gelar Women Scientist Day

Senin, 15 April 2019

Peran perempuan di semua bidang, termasuk di bidang pendidikan tinggi sudah diakui, terbukti dari banyaknya prestasi yang dicapai oleh perempuan yang menjadi dosen. Baik di bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Untuk mendorong peningkatan kualitas peneliti perempuan, Universitas Jember menggelar Women Scientist Day (15/4). Acara ini dimaksudkan sebagai ajang bertukar pikiran, berbagi pengalaman, dan merintis kerjasama penelitian diantara para peneliti perempuan di Kampus Tegalboto. Women Scientist Day digelar di auditorium Fakultas Kedokteran oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M).

Menurut Prof. Achmad Subagio, Ketua LP2M, Universitas Jember memiliki sumber daya manusia berupa peneliti perempuan yang melimpah. “Dari 1.117 dosen di Kampus Tegalboto, 514 adalah dosen perempuan, diantaranya sudah bergelar profesor. Mereka ini juga telah membuktikan prestasi di bidang risetnya tidak kalah dengan kaum laki-laki. Dari data kami ada 51 peneliti perempuan kita yang penelitiannya sudah diakui secara nasional bahkan internasional,” jelas Prof. Achmad Subagio.

Oleh karena itu Universitas Jember melalui LP2M gencar mendorong kualitas penelitian para dosen perempuan. Salah satu caranya dengan memberikan bantuan dana penelitian khusus bagi dosen perempuan. Dari data yang ada di tahun 2018 ada 541 penelitian yang dihasilkan para peneliti perempuan di Universitas Jember. “Peneliti perempuan itu memiliki keunggulan yang tidak dipunyai oleh peneliti laki-laki, yakni lebih sabar, teliti dan tekun. Semoga acara ini menjadi inspirasi bagi semua peneliti perempuan di Kampus Tegalboto,” imbuh pakar Mocaf dari Fakultas Teknologi Pertanian ini. Kegiatan Women Scientist Day juga digelar dalam rangka memperingati Hari Kartini.

Kegiatan lantas dilanjutkan dengan diskusi yang menghadirkan tiga peneliti perempuan, Kartika Senjarini, dosen Program Studi Biologi FMIPA Universitas Jember, peraih L’Oreal Indonesia Fellowships for Women in Science tahun 2009. Sidrotun Naim, peneliti dari Indonesia Strategic Institute, peraih banyak penghargaan nasional dan internasional. Serta Khairunnisa Musari, pakar ekonomi syariah dan dosen IAIN Jember. Diskusi dipandu oleh Endah Puspitasari, dosen Fakultas Farmasi Universitas Jember.

Dari jalannya diskusi dapat tercetus benang merah bahwa menjadi perempuan peneliti buknalah hal yang mudah. Butuh perjuangan, doa, dan dukungan orang tua bahkan keluarga terutama suami yang paling penting. Bagi mereka tidak mudah membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga. Harus ada komunikasi yang intens antara istri dan suami. Bahkan terkadang harus ada yang dikorbankan untuk tetap bisa mengejar cita-cita dan prestasi yang sudah ditargetkan. Hal yang penting,  semua harus dikomunikasikan dan dapat restu dari keluarga agar dunia riset sukses, keluarga tetap nomor satu. (nis)