(Indonesia) Cermat Pilih Program Studi, Kunci Sukses Di SBMPTN

Sorry, this entry is only available in Indonesia. For the sake of viewer convenience, the content is shown below in the alternative language. You may click the link to switch the active language.

Jember, 18 April 2018

Hasil Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2018 telah diumumkan. Ada yang berhasil diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) idamannya, ada pula yang belum beruntung. Khusus bagi siswa yang diterima di Universitas Jember, calon mahasiswa baru diwajibkan melaksanakan verifikasi online dari tanggal 19 hingga 23 April 2018 melalui laman https://sister.unej.ac.id/calonmahasiswa. Calon mahasiswa harus memasukkan data semisal hasil scan raport, penghasilan orang tua dan lainnya. Petunjuk verifikasi ulang bagi calon mahasiswa Universitas Jember dapat dilihat melalui laman www.unej.ac.id. Tahun akademik 2018/2019 ini, Universitas Jember menerima 2.325 mahasiswa baru dari jalur SNMPTN, menjadikan Universitas Jember sebagai PTN nomor sepuluh di Indonesia yang paling banyak menerima mahasiswa baru dari jalur SNMPTN.

“Bagi siswa yang belum beruntung, masih ada kesempatan untuk masuk ke PTN melalui jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau SBMPTN 2018,” jelas Agung Purwanto, Kepala Humas dan Protokol Universitas Jember di Kampus Tegalboto (18/4). Menurut Agung Purwanto, salah satu kunci sukses lolos dalam SBMPTN adalah cermat dalam memilih program studi. Pasalnya, persaingan dalam SBMPTN lebih keras sebab siswa lulusan 2017 dan 2016 masih bisa ikut mendaftar. “Perhatikan tingkat persaingan yang ada di sebuah program studi, makin banyak peserta yang berminat maka dipastikan semakin susah untuk lolos,” kata Agung lagi.

Untuk itu Agung menyarankan calon peserta SBMPTN untuk lebih membuka wawasan terkait berbagai program studi yang ada, sehingga tidak hanya memfokuskan pilihan pada program studi tertentu saja. “Saat ini Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi mendorong agar siswa menjadikan program studi di wilayah sains, technology, engineering and mathematic atau STEM sebagai pilihan, mengingat Indonesia butuh banyak ahli sains,” tutur Agung Purwanto. Salah satu langkah nyata yang ditempuh Kemenristekdikti adalah membuka program studi yang terkait dengan wilayah STEM, di berbagai PTN, termasuk di Universitas Jember.

Universitas Jember sendiri dalam SNMPTN dan SBMPTN, membuka beberapa program studi baru yang terkait STEM seperti Teknik Konstruksi Perkapalan, Penyuluh Pertanian, Peternakan, Teknik Kimia, Perencanaan Wilayah Perkotaan, Teknik Lingkungan, Teknologi Informasi, Ilmu Komputer, dan Pendidikan Geografi. “Karena baru pertama kali menerima mahasiswa baru dari jalur SNMPTN dan SBMPTN, maka angka persaingan belum terlalu tinggi sehingga kesempatan lolos masih terbuka,” begitu anjuran Agung Purwanto. Dalam SBMPTN 2018, Universitas Jember berencana menerima 3.112 mahasiswa baru.

Selanjutnya, Agung Purwanto menghimbau agar sekolah segera menerbitkan Surat Keterangan Lulus (SKL) sebagai pengganti sementara ijazah yang belum keluar.  “Bagi siswa yang diterima melalui jalur SNMPTN, maka akan membutuhkan SKL untuk registrasi ulang. Sementara bagi siswa yang mengikuti ujian SBMPTN wajib membawa SKL juga. Kedua kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 8 Mei nanti,” himbaunya. (iim)