[:id]Dosen FTP UNEJ Kembangkan Teknologi Pertanian, Hemat Pupuk hingga 40% Berbasis Aplikasi Android dengan Handheld –Nutrients sensing system dan Drone-based – Plant Monitoring.[:]

[:id][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Jember, 10 April 2019

Sektor Pertanian di Indonesia memang perlu menghadirkan Inovasi baru tentang pengolahan baik secara tradisional maupun modern, salah satunya yang dikembangkan oleh salah satu dosen muda di Fakultas Teknologi pertanian Universitas Jember Bayu Taruna Widjaja Putra, S.TP, M.Eng, Ph.D. dengan mengembangkan Teknologi Pertanian Berbasis Android dengan Handheld –Nutrients sensing system dan Drone-based – Plant Monitoring, Teknologi ini merupakan Inovasi terbaru dikembangkan dibidang pertanian di Indonesia.

Dalam wawancaranya Bayu Taruna Widjaja Putra, S.TP, M.Eng, Ph.D. menjelaskan Penggunaan teknologi nirawak sudah masif digunakan untuk pertanian presisi, namun di negara kita, teknologi ini terbilang baru. Sehingga perlu adanya inovasi guna memperkecil kesenjangan teknologi antara negara maju dan berkembang “Di lain sisi, aplikasi seharga ribuan dolar terkait dengan pengolahan data yang diperoleh dari pesawat nirawak masih tidak terjangkau oleh petani kita. Selain itu, keterbatasan pengetahuan petani dalam mengelola data dan informasi yang didapatkan dari pesawat nirawak semakin melemahkan proses digitalisasi pertanian. Oleh karena itu dibutuhkan suatu teknologi yang mampu meminimalisir campur tangan pengguna. Jelasnya.

Pada kesempatan itu pula Bayu Taruna menjelaskan “Ada dua teknologi yang dikembangkan saat ini yang pertama adalah  Handheld –Nutrients sensing system dengan fungsi memperkirakan nutrisi tanaman secara tepat waktu, sehingga pada saat itu juga kita dapat melihat tanaman tersebut perlu di pupuk atau tidak agar tidak sia-sia”. Bayu juga menambahkan “ketika kita menggunakan pada dan kopi sebagai alat penelitiannya, Teknologi ini dapat digunakan untuk melihat kebutuhan pupuk tiap tanaman dilihat dari ukuran dan tingginya, dengan teknologi ini dapat menghemat kebutuhan pupuk hingga 30% sampai dengan 40% jika dibandingkan dengan cara-cara yang lama, petani harus uji laboratorium dan lain sebagainya” tegas dosen Fakultas Teknologi Pertanian Unej ini.

Dosen asal jember ini juga menjelaskan “Aplikasi Android ini sejatinya berbayar, namun jika ada kelompok petani yang membutuhkan aplikasi ini, kami akan memberikannya secara gratis” tagasnya, dengan harapan dapat memberikan kontribusi terhadap para petani sehingga petani tidak perlu menunggu terlalu lama hasil laboratoriumnya.

Teknologi yang kedua adalah teknologi Drone-based – Plant Monitoring, teknologi ini dapat digunakan untuk menganalisa tinggi tanaman, hama penyakit dan slub serta kemiringan lahan bisa didapatkan. Produk ini menurut Bayu Taruna Widjaja Putra, S.TP, M.Eng, Ph.D. sudah di Produksi dan diterapkan, salah pengguna Aplikasi ini adalah PTPN XII terutaman untuk monitoring tanaman kopi robusta. (is)

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][:]

Skip to content