[:id]Prof. Rudi: Pemanfaatan Teknologi Pertanian Belum Merata[:]

[:id][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Jember, 8 Mei 2019

Perkembangan dunia teknologi dan informasi telah mengubah berbagai aspek kehidupan masyarakat maupun kalangan industri. Era revolusi industri 4.0 yang kemudian disusul dengan Society 5.0 membuat penggunaan teknologi menjadi lebih dominan dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat. Dalam pengembangan Agribisnis misalnya, penggunaan mesin otomatis dalam proses pertanian sangat jamak kita temukan terutama di negara-negara maju.

“Namun ditengah perkembangan teknologi yang sedemikian cepat pemanfaatan teknologi dalam pertanian kita masih belum begitu merata. Terutama pada penggunaan teknologi Internet of Things,” ujar Prof. Rudi Wibowo, pakar agribisnis Universitas Jember saat memberikan materi dalam Seminar Program Pascasarjana Magister Agribisnis dengan tema “Peran Strategis Literasi Digital Dalam Pengembangan Agribisnis Era Society 5.0” di aula Fakultas Pertanian Universitas Jember.

Seminar ini dihadiri oleh sedikitnya 60 orang peserta dari mahasiswa Pascasarjana Agribisnis, pengurus Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi) Komda Jember dan anggota, serta para dosen Program Studi (Prodi) Agribisnis di Universitas Jember.

Dalam paparan materinya Prof. Rudi mengatakan, persoalan lain yang dihadapi dalam pertanian di Indonesia adalah penurunan luas lahan pertanian akibat pengalihan fungsi lahan pertanian. Padahal menurut Rudi ketergantungan terhadap import komoditas pangan masih cukup besar.

“Akibatnya ketahanan pangan kita masih langka. Karena sumber daya pertanian setiap tahun terus mengalami penurunan sedangkan riset dan teknologi bidang pertanian kita masih ketinggalan dengan negara-negara lain,” imbuh Rudi.

Rudi mengingatkan agar pemerintah bersama masyarakat bisa saling bersinergi untuk memberikan layanan-layanan yang dapat membnatu para petani dalam menghadapi perubahan pola kehidupan era mendatang.

“Contohnya seperti yang telah dilakukan oleh Bupati Banyuwangi dalam mengembangkan desa internet. Program ini akan memberikan dampak besar bagi masyarakat desa agar mereka lebih friendly dengan komputer sehingga perlahan masyarakat semakin akrab dengan internet,” pungkas Rudi.

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][:]

Skip to content