Berita Universitas Jember

Serapan Listrik Rendah, Universitas Jember Bantu PLN Lakukan Survey

Surabaya, 12 Juni 2019

Fakultas Teknik Universitas Jember akan membantu PT. PLN Distribusi Jawa Timur melakukan survey Rasio Elektrifikasi (RE) di Jember, Probolinggo, Bondowoso dan Situbondo. Kerjasama ini berangkat dari fakta dimana ternyata serapan listrik rumah tangga di area layanan PLN di Jember dan sekitarnya tergolong rendah. Informasi ini disampaikan oleh Hadi Saputra, Manajer Perencanaan PT. PLN Distribusi Jawa Timur, saat bertemu tim Fakultas Teknik Universitas Jember yang dipimpin Triwahyu Hardianto, Wakil Dekan I yang didampingi Prof. M. Sulthon, Wakil Rektor III di ruang rapat bidang perencanaan PT. PLN Distribusi Jawa Timur (12/6).

“Pasokan listrik di empat kabupaten tadi ternyata berlebih, sementara serapannya masih di bawah sembilan puluh persen. Untuk itu kami menggandeng Fakultas Teknik Universitas Jember guna mengadakan survey RE untuk mengetahui penyebab rendahnya serapan listrik di Jember, Probolinggo, Bondowoso dan Situbondo,” jelas Hadi Saputra. Dari data yang ada, serapan listrik untuk rumah tangga di Jember 87,56 persen, di Probolinggo 86,13 persen, di Situbondo baru 76,19 persen bahkan di Bondowoso baru 73,52 persen. Untuk diketahui pasokan listrik di Jember dan sekitarnya tergolong aman karena didukung oleh beberapa Gardu Induk.

PT.PLN Distribusi Jawa Timur berencana akan menggunakan hasil survey yang dilakukan oleh tim Fakultas Teknik Universitas Jember sebagai bahan untuk menetapkan kebijakan terkait peningkatan serapan listrik di Jember dan sekitarnya. “PT. PLN Distibusi Jawa Timur ingin mengetahui kondisi nyata di lapangan terkait serapan listrik rumah tangga, apakah karena kendala teknis seperti daerah yang sulit dijangkau atau karena warga tidak mampu mengakses ? Jika karena warga tidak mampu mengakses maka kami akan meluncurkan skema program bantuan seperti pemasangan listrik gratis atau mengandeng pihak lain untuk memberikan bantuan dalam kerangka Corporate Social Responsibility. Intinya kita ingin semua warga Indonesia dapat menikmati layanan PLN,” imbuh Hadi Saputra.

Sementara itu menurut Triwahyu Hardianto, rangkaian kegiatan survey direncanakan berlangsung selama enam bulan, dimana dua bulan koordinasi, dua bulan survey dan dilanjutkan dengan diseminasi hasil survey selama dua bulan. “Kita menargetkan akan mendapatkan data, fakta dan informasi yang akurat terkait penyerapan listrik rumah tangga di empat kabupaten beserta solusinya yang kemudian akan kita serahkan kepada PLN beserta stake holder yang ada,” tutur Wakil Dekan I Fakultas Teknik yang siang itu didampingi empat koleganya. (is)