Berita Universitas Jember

KeRis Nurse.co.id Luncurkan Modul Program Gerdu Kopihati

Lumajang, Senin 21 Januari 2019

Setelah lima bulan melakukan penelitian di wilayah Kecamatan Klakah, Tim KeRis (Kelompok Riset) Nurse.co.id Program Studi Diploma 3 Keperawatan Universitas Jember Kampus Lumajang meluncurkan modul Program Gerdu Kopihati bertempat di kantor Kecamatan Klakah, Lumajang (21/1). Gerdu Kopihati adalah singkatan dari Gerakan Terpadu Komunitas Peduli Ibu Hamil Resiko Tinggi yang tujuannya mendeteksi ibu hamil beresiko tinggi, dan menekan angka kematian ibu hamil. Program ini telah diluncurkan oleh KeRis Nurse.co.id bersama seluruh pemangku kebijakan di Kecamatan Klakah bulan September 2018 lalu.  Menurut Nurul Hayati, ketua KeRis Nurse.co.id, dengan terbitnya modul Gerdu Kopihati, maka para tenaga kesehatan, kader kesehatan, dan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkompinca) Klakah memiliki pegangan dalam menjalankan Program Gerdu Kopihati.

“Modul ini berisi program Gerdu Kopihati yang secara mudah kami singkat juga Gerdu Kopihati. Dimana G artinya galang dana sosial, E singkatan dari edukasi dan informasi , R adalah replikasi suami siaga, D merupakan deteksi ibu hamil, dan U adalah upayakan produk kebijakan dan komitmen,” jelas Nurul Hayati yang juga Ketua Program Studi Diploma 3 Keperawatan Universitas Jember kampus Lumajang. Peluncuran modul Gerdu Kopihati dihadiri oleh Abdullah, Sekertaris Camat Klakah, Kepala Puskesmas Klakah, kader KMPK (Komunitas Masyarakat Peduli Kesehatan), Kepala Desa di wilayah Kecamatan Klakah, anggota FLS (Forum Lumajang Sehat), dukun bayi, dan warga Kecamatan Klakah.

Penjelasan mengenai program Gerdu Kopihati dilanjutkan oleh Sri Wahyuningsih, dosen yang juga sekertaris KeRis Nurse.co.id. “Program selanjutnya adalah K yang artinya koordinasi lintas sektor, O yang berarti On call service, P adalah program perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi, I adalah Intervensi gizi, H adalah Home visit kasus kompleks, A itu adalah ante natal care, T singkatan dari temu wicara dan pendampingan bumil, serta I adalah Integrasi program kesehatan,” jelas Sri Wahyuningsih.

Nantinya KeRis Nurse.co.id akan menginisiasi praktik kegiatan penggalangan Dana Sosial Bersalin (Dasolin). Dasolin dilakukan dengan mengumpulkan dana secara bersama dari warga masyarakat secara sukarela dengan prinsip gotong royong sesuai dengan kesepakatan baik berupa tabungan uang maupun pengumpulan barang yang bisa dirupiahkan. Sedangkan koordinasi lintas sektor dilakukan bersama pemerintah daerah setempat. Harapannya, pemerintah daerah dapat melakukan advokasi untuk menerbitkan kebijakan terkait bidang kesehatan, menyediakan sarana pemeriksaan kesehatan secara berkala bagi masyarakat, menjalin kerjasama dengan dinas terkait untuk penyelesaian permasalahan.

Dan, untuk kegiatan on call service dilakukan dengan membuat grup dalam aplikasi whatsapp. Jadi, saat ada ibu hamil baru, dimintai persetujuan untuk dimasukkan grup. Setiap permasalahan dan penyuluhan yang sifatnya umum dapat dibahas melalui grup. Topik bahasan di grup hanya terkait kehamilan. Sedangkan konsultasi yang bersifat rahasia, bisa dilakukan secara privat dengan anggota Tim Gerdu Kopihati.

“Kami berharap dengan adanya modul Program Gerdu Kopihati, maka tujuan menekan angka ibu hamil dan mendeteksi ibu hamil beresiko tinggi dapat tercapai sesuai target. Rencananya kami akan melakukan pendampingan intensif bagi ibu hamil beresiko tinggi yang akan dilanjutkan dengan rencana mewujudkan E-Klinik berbasis android. Bahkan dari pelaksanaan Program Gerdu Kopihati, KeRis Nurse.co.id telah berhasil menerbitkan tulisan di jurnal nasional terakreditasi tentang pemberdayaan kader Gerdu Kopihati,” imbuh Nurul Hayati

Keberadaan modul Program Gerdu Kopihati mendapatkan apresiasi dari Abdullah, Sekertaris Kecamatan Klakah. Menurutnya bentuk pengabdian masyarakat yang langsung dapat dirasakan oleh warga Klakah sangat diharapkan oleh masyarakat sebagai sumbangsih nyata perguruan tinggi. Sebelum modul Program Gerdu Kopihati diwujudkan, KeRis Nurse.co.id  melakukan kegiatan dan proses yang bertahap, yaitu mulai dari proses FGD (Forum Group Discussion) judul, isi, konsep modul sebanyak tiga kali, pelatihan kader, revisi modul, dan pada akhirnya dilaksanakan launching modul pada Senin, 21 Januari 2019. (Tim Berkarya Kampus Lumajang)