Berita Universitas Jember

Kuliah PPG di FKIP Universitas Jember Gunakan Sistem Kuliah Daring

Jember, 12 Maret 2019

Perkuliahan dalam Program Pendidikan Guru (PPG) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Jember menggunakan sistem kuliah daring (dalam jaringan) atau e-learning. Hal ini tampak saat lima puluh mahasiswa peserta PPG Dalam Jabatan Periode I tahun 2019 mengikuti kuliah daring bertema Daya Saing Lulusan Era Revolusi Industri 4.0 yang disampaikan langsung oleh Ismunandar, Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemenristekdikti, dari kampus V Universitas Pasundan, Bandung. Kegiatan kuliah daring dalam bentuk teleconference ini ditempatkan di aula lantai tiga gedung H FKIP Universitas Jember (12/3).

Menurut Sukidin, Wakil Dekan III FKIP bidang kemahasiswaan, kegiatan teleconference ini menjadi salah satu dari bentuk perkuliahan daring dalam pelaksanaan PPG. “Selama menjalani PPG, para mahasiswa yang merupakan guru ini menjalani pendidikan selama satu semester. Tiga bulan perkuliahan dilaksanakan dengan sistem daring sehingga mahasiswa tetap bisa kuliah dari daerah asalnya masing-masing, sementara tiga bulan sisanya tatap muka di Kampus Tegalboto. Kami rencanakan selama mereka mengikuti PPG, akan ada tiga kali teleconference seperti ini dengan berbagai tema,” kata Sukidin.

Sukidin lantas melanjutkan, dalam sistem perkuliahan daring yang dijalankan di PPG FKIP Universitas Jember, seorang dosen membimbing enam hingga sepuluh mahasiswa. Dosen menyiapkan materi perkuliahan, penugasan dan konsultasi dengan mahasiswa PPG melalui website yang sudah disiapkan. “Materi yang diberikan meliputi bagaimana merancang modul pembelajaran, media pembelajaran, strategi pembelajaran hingga teknik evaluasi pembelajaran. Termasuk para mahasiswa PPG diwajibkan membuat video praktek mengajar di kelas dalam Program Pengalaman Lapangan. Nah, kesempatan tatap muka selama tiga bulan selanjutnya digunakan mahasiswa dan dosen untuk berdiskusi mengenai hasil praktek lapangan yang sudah dilakukan oleh mahasiswa PPG,” imbuh pria yang juga dosen di Program Studi Pendidikan Ekonomi ini.

Untuk diketahui, terdapat 271 mahasiswa PPG Dalam Jabatan Periode I tahun 2019 di FKIP Universitas Jember, mereka mengikuti PPG untuk Program Studi Sekolah Dasar (PGSD), Program Studi Pendidikan Matematika, dan Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris. Mahasiswa PPG Dalam Jabatan Periode I berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur seperti Ponorogo, Tulungagung, Nganjuk, Jember, dan kota lainnya. “Dalam satu tahun kami mampu menyelenggarakan lima kali PPG, termasuk untuk PPG Pra Jabatan  bagi para calon guru,” tutur Sukidin.

Dalam kuliah daring-nya, Dirjen Belmawa Kemenristekdikti mengingatkan akan tantangan guru di era Revolusi Industri 4.0. Diantaranya penggunaan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang masif di segala bidang kehidupan. “Internet of things sudah merambah kehidupan kita, begitu pula penggunaan robot di berbagai bidang, lantas apakah peran guru akan tergantikan? Tentu saja tidak, asal guru dan calon guru mampu beradaptasi,” jelas Ismunandar. Guru besar di bidang kimia di Institut Teknologi Bandung ini lantas mengharapkan para guru dan calon guru memiliki tiga kemampuan dasar atau tiga literasi dalam era Revolusi Industri 4.0. Yakni literasi data, literasi teknologi informasi dan komunikasi, serta wajib diimbangi dengan literasi kemanusiaan. “Satu hal lagi, jadilah guru yang kreatif,” imbuh Ismunandar lagi.

Kegiatan kuliah daring sekaligus diskusi yang diselenggarakan oleh Ditjen Belmawa Kemenristekdikti ini diikuti oleh 1.100 mahasiswa dalam waktu yang bersamaan. Para peserta adalah mahasiswa PPG dari 22 Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) di seluruh Indonesia, baik dari zona barat, tengah dan timur. Diantaranya Universitas Syah Kuala, Universitas Negeri Medan, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Jember, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Pattimura dan perguruan tinggi lainnya. (iim)