Berita Universitas Jember

Mahasiswa Harus Bijak Dalam Bersosial Media

Jember, 12 Maret 2019

Direktur Informasi dan Komunikasi Politik Hukum dan Keamanan Kominfo Bambang Gunawan mengajak agar para mahasiswa Universitas Jember bijak dalam menggunakan sosial media. Pasalnya, semakin mendekati masa Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 makin banyak pula berita-berita di sosial media yang bermuatan negatif dan ujaran kebencian.

“Jangan sampai jemari kalian lebih cepat dari pada isi kepala kalian. Mana kala ada berita ataupun informasi khususnya terkait salah satu pasangan calon presiden ataupun calon legislatif biasakan untuk melakukan cek dan ricek terhadap kebenaran berita tersebut. Lakukan tabayyun dahulu sebelum menyebar luaskan,” ujar alumni jurusan Hubungan Internasional FISIP Universitas Jember ini dalam acara Talkshow Gerakan Cerdas Memilih dan sosialisasi Pemuda Sadar Pemilu di Hotel Meotel Jember, (12/3).

Dalam acara yang diselenggarakan oleh Kominfo bekerjasama dengan Universitas Jember, Bawaslu, KPU Jember dan RRI ini Bambang mengatakan, sejak Undang-undang ITE diberlakukan banyak orang kena sanksi hukum bukan karena dia membuat konten negatif. Namun karena mereka juga terlibat dalam menyebarkan sebuah konten yang ternyata mengandung nilai fitnah atau ujaran kebencian pada kelompok lain.

“Oleh karena itu jangan sampai kalian berurusan dengan hukum karena anda menyebarkan informasi yang melanggar Undang-undang ITE. Saat ini pemerintah memiliki mesin yang bisa dengan cepat sekali mendeteksi adanya konten-konten negatif yang berkeliaran di sosial media. Jadi jangan harap kalian tidak akan bisa kami deteksi,” ujar Bambang di hadapan 200 mahasiswa Universitas Jember dari berbagai jurusan ini.

Bambang berharap, sebagai pemuda mahasiswa harus sadar dan mengambil peran penting dalam Pemilu 2019 mendatang. Menurutnya, mahasiswa juga harus turut serta dalam mensukseskan tingkat partisipasi masyarakat dalam Pemilu 2019 yang ditargetkan sebesar 77.5 persen.

“Gunakan sosial media untuk mengajak masyarakat turut serta dalam Pemilu 2019 mendatang. Karena sekarang tidak jamannya lagi golput (tidak memilih). Jadikan handphone ditangan anda memberikan kontribusi positif terhadap terselenggaranya Pemilu 2019 yang damai dan aman,” pungkas Bambang.

Sementara itu Agung Purwanto Kepala Humas dan Protokol Universitas Jember yang juga hadir sebagai pemateri mengajak agar mahasiswa menjadi pemilih cerdas. Menurutnya, mahasiswa harus menjadi pemilih cerdas dengan mengetahui tahapan pemilu serta ikut mengawasi proses Pemilu 2019 mendatang.

“Pemilih cerdas itu mereka sudah tau siapa yang akan mereka pilih. Tau itu bukan sekedar karena melihat foto melalui alat peraga kampanye tetapi juga mengerti visi dan misi dari calon yang akan mereka pilih,” ujar Agung.

Agung juga berharap mahasiswa tidak dengan mudahnya menyebarkan isu-isu yang dapat menurunkan pupularitas seorang calon. Karena menurutnya, pemilih cerdas harus pandai dalam menyaring informasi yang sudah masuk ke ranah privat mereka seperti halnya handphone melalui layanan whatsapp.

Saring terlebih dahulu sebelum melakukan sharing. Jangan sampai kalian menjadi bagian dari penyebar berita Hoax. Jika memang tidak penting jangan mudah pasang status atau menyebar status akun lain di sosial media,” pesan mantan ketua Panwaslu ini