Berita Universitas Jember

Pumpkin Macaron, Inovasi Waluh dan Kacang Tanah

Jember, 18 Juni 2019
Labu kuning (Cucurbita moschata) sering sekali kita temukan di pasar-pasar tradisional. Biasanya labu kuning ini diolah menjadi beragam produk makanan tradisional sepertinya halnya kolak manis. Namun siapa sangka ditangan Lalilatul Rahma dan kawan-kawannya buah yang dikenal dengan nama waluh ini bisa diolah menjadi makanan kekinian.
Selain bisa diolah menjadi makanan kekinian ternyata buah bulat berwarna orange ini memiliki banyak sekali manfaat untuk kesehatan. Laila, mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Jember ini berhasil mengolah waluh menjadi macaroni enak dan nikmat.

“Selain bahan baku mudah didapat waluh juga kaya akan kandungan vitamin dan mineral sehingga sangat baik untuk dikonsumsi. Kami mencoba mengolah waluh menjadi macaron. Agar terkesan kekinian nama produknya kami namai Pumpkin Macaron aslinya sih Macaron Waluh,” ujar Laila saat mengikuti pameran produk unggulan FTP di depan kampus FTP, (18/6).
Menurut Laila, selama ini pemanfaatan waluh untuk makanan masih sangat terbatas pada makanan atau masakan tradisional saja. Di desa misalnya, waluh biasanya hanya dijadikan sebagai sayur atau kolak saja.
“Padahal waluh juga banyak mengandung serat, sehingga jika diinovasi selain dapat jajanan yang enak juga dapat jajanan yang sehat. Mengkonsumsi waluh ini dapat mememuhi kebutuhan vitamin A lebih dari 100 persen dan vitamin C 20 persen,” ujar Laila.
Laila mengaku, ada sedikit kesulitan dalam mengolah waluh menjadi macaron. Kesulitannya ada pada perlakuan bahannya dan pada proses pengovenan terutama dalam penentuan suhu yang sesuai.
“Untuk rasanya lumayan mirip dengan macaron pada umumnya. Namun, untuk produk ini lebih terasa rasa kacangnya. Karena pada umumnya kan macaron memang terbuat dari tepung almond, namun kami menginovasikan dengan bahan lokal menggunakan tepung kacang tanah dan tepung kedelai,” pungkas Laila.


Sementara itu Ahmad Nafi’ dosen pengampu mata kuliah Pengembangan Produk Baru mengatakan, mahasiswa FTP khususnya Program Studi (Prodi) Teknologi Hasil pertanian (FTP) dituntut untuk bisa membuat produk olahan dari bahan lokal.
“Total hari ini ada 27 produk olahan makanan maupun minuman yang berasal dari bahan baku lokal seperti halnya, labu kuning, kelor, buah naga, limbah kulit kopi dan beberapa bahan lokal lainnya,” ujar Nafi’saat memberikan penilaian pada produk yang dipamerkan.