Berita Universitas Jember

Release Kunjungan UI ke UNEJ UI Sharing Pengelolaan Layanan Akademik Dengan Universitas Jember

Jember, 8 Agustus 2019
Dr. Arman Nefi, SH, MM Direktur Kemahasiswaan Universitas Indonesia beserta tim berkunjung ke Universitas Jember. Kunjungan tim yang berjumlah 14 orang ini dalam rangka sharing terkait proses penyelenggaraan administrasi dan layanan akademik di Universitas Jember.
“Tujuan kami berkunjung ke Universitas Jember yang pertama adalah dalam rangka silaturahmi. Yang kedua adalah dalam rangka sharing terkait pengelolaan sistem layanan akademik terutama yang memanfaatkan teknologi informasi,” ujar Arman Nefi dalam paparan singkatnya di aula lantai II kantor pusat Universitas Jember, (8/8).

Menurut Arman, tahun ini timnya mengagendakan berkunjung ke 6 Perguruan Tinggi Negeri. Lima perguruan tinggi yang telah dikunjungi sebelumnya adalah PTN berbadan hukum. Sehingga menurut Arman perlu juga dilakukan kunjungan pada PTN yang statusnya masih Satuan Kerja (Satker).
“Untuk yang statusnya masih satuan kerja pilihan kami adalah Universitas Jember. Kebetulan di tempat kami (UI) ada salah satu Doktor yang dulu alumni dari Universitas Jember yang memiliki prestasi yang sangat bagus. Sehingga saya penasaran dan mencari informasi melalui internet mengenai proses layanan akademik yang ada di Universitas Jember,” imbuh Arman.
Arman menjelaskan, sebagai perguruan tinggi yang masih berstatus sebagai satuan kerja (PTN Satker) Universitas Jember dipandang rapi dan tersistem dalam hal layanan akademik. Pemanfaatan teknologi informasi dalam semua bidang layanan menjadi hal yang sangat menarik perhatian.

“Banyak hal baru yang saya tangkap dari sini, salah satunya adalah proses perkuliahan. Rupanya di Universitas Jember untuk absen mahasiswa dan dosen sudah menggunakan QR code (Quick Response Code). Belum lagi semuaproses perkuliahan yang sedang berlangsung pada semua program studi bisa dipantau melalui layar komputer. Sehingga, ini akan memudahkan dalam proses monitoring dan evaluasi kinerja mahasiswa ataupun dosen,” pungkasnya.