• UNEJ Kampus 2 Bondowoso
  • UNEJ Kampus 3 Lumajang

Berita Universitas Jember

Where the News Comes First

Rumah Layanan Umat Cetak Mahasiswa Tegalboto Penghafal Al-Qur’an

Jember, 6 November 2018

Universitas Jember bekerja sama dengan Yayasan Baitul Maal Bank Rakyat Indonesia (YBM BRI) meluncurkan fasilitas Rumah Layanan Umat pada Senin (6/11) lalu. Rumah ini merupakan fasilitas yang bertujuan untuk mencetak mahasiswa yang memiliki kemampuan menghafal Al-Qur’an. Untuk diketahui, saat ini 12 orang mahasiswa Universitas Jember terpilih sebagai penerima beasiswa Kader Surau angkatan pertama di tahun 2018 ini. Kader Surau merupakan program dari YBM BRI di bidang pendidikan yang berfokus pada pembentukan dan pembinaan generasi intelektual muda Islam di tingkat perguruan tinggi.

Ardhyhan Irwansyah Putra, mahasiswa program studi Agribisnis, Fakultas Pertanian UNEJ merupakan salah satu hafidz yang menerima beasiswa Kader Surau. Ditemui di Rumah Layanan Umat Kader Surau Universitas Jember pada Selasa (7/11), mahasiswa yang akrab disapa Ardi tersebut menceritakan bagaimana dirinya dapat menghafal 30 juz dan menerima beasiswa Kader Surau.

“saya belajar menghafal Al-Qur’an sejak SMP. Ketika SMP masih hafal 1 juz. Kemudian setelah lulus SMP, saya sering mendengarkan murottal. Dan dari situ saya terinspirasi bagaimana seorang syekh dapat menghafal Al-Qur’an dan memiliki suara yang bagus. Sehingga saya meniatkan diri untuk menghafal Al-Qur’an 30 juz ketika masuk di bangku SMA,” tutur mahasiswa asal Salatiga, Jawa Tengah tersebut.

Lebih lanjut, Ardhy menceritakan pengalamannya ketika mulai menghafal Al-Qur’an di bangku SMA.

“ketika masuk SMA saya mondok di Ihsanul Fikri Magelang. Kebetulan disana ada program menghafal Al-Qur’an selama 3 tahun. Awal-awal menghafal Al-Qur’an saya merasa kewalahan, karena belum terbiasa menghafal. Saat itu di tahun pertama hanya bisa menghafal 6 juz. Dan itu terbilang sedikit, karena teman-teman saya rata-rata sudah 15-18 juz di tahun pertama,” cerita anak sulung dari tiga bersaudara ini.

Kendati demikian, Ardhy lantas tidak putus asa. Justru dirinya semakin bersemangat untuk menambah hafalannya meskipun dirinya harus membagi waktu lebih ekstra karena juga aktif di organisasi.

“kemudian pada tahun kedua di bangku SMA, saya berhasil menghafal 15 juz. Saya melakukan hafalan tersebut dengan membagi waktu karena saya juga aktiv di organisasi sebagai sekretaris OSIS. Namun saya tetap bertekad untuk menyelesaikan hafalan saya ketika lulus SMA,” tambah Ardhy.

Usai lulus sekolah di bangku SMA, usaha Ardhy membuahkan hasil. Dirinya berhasil menghafalkan 30 juz dalam waktu tiga tahun. Meski telah mampu menghafal Al-Qur’an 30 juz, Ardhy tetap menjaga hafalannya dengan kiat mencari teman yang juga memiliki keinginan yang sama dengan dirinya.

“setelah lulus SMA dan masuk di bangku kuliah, saya mencari teman-teman yang juga memiliki keinginan untuk menghafal Al-Qur’an. Dengan cara tersebut, hafalan yang saya lakukan selama ini akan tetap terjaga,” cerita mahasiswa yang juga aktiv di Masjid Al-Hikmah Universitas Jember tersebut.

Ardhy juga menceritakan andil keluarganya dalam prosesnya menghafal Al-Qur’an.

“ayah saya seorang petani dan keluarga kami pun bukan keluarga agamis. Orang tua saya juga tidak pernah mengharuskan saya menjadi penghafal Al-Qur’an maupun menjadi siswa berprestasi. Namun ayah saya selalu berpesan pada saya setiap kali melakukan sesuatu agar meniatkan segala sesuatu karena Allah swt. Sehingga meskipun kita gagal dalam sebuah usaha, kita tidak akan merasa sia-sia dan putus asa karena semua diniatkan karena Allah swt,” ujar mahasiswa berprestasi prodi Aribisnis 2018 tersebut.

Mahasiswa yang masuk melalui Jalur SBMPTN 2017 ini menambahkan berbagai manfaat dari menghafal Al-Qur’an yang dirasakannya secara langsung.

“setelah saya menghafal Al-Qur’an 30 juz, banyak manfaat duniawi yang saya rasakan. saya jadi lebih mudah menghafal materi-materi kuliah yang ada dan alhamdulillah memperoleh prestasi sebagai Mahasiswa Berprestasi Prodi Agribisnis bulan april lalu. Selain itu, karena menghafal Al-Qur’an ini juga saya bisa mendapat beasiswa Kader Surau ” ujar Ketua Penerima Beasiswa Kader Surau tersebut.

Lebih lanjut, Ardhy juga menyampaikan program-program yang akan dilakukan oleh dirinya dan 11 mahasiswa penerima Kader Surau lainnya, yaitu program pemberdayaan ekonomi masyarakat berupa budidaya hidroponik. Nantinya program tersebut akan dijalankan selama satu tahun ke depan.

Sementara itu, Rumah Layanan Umat Beasiswa Kader Surau diresmikan langsung oleh Drs. Zulfikar Ph.D., Wakil Rektor I Universitas Jember. Dalam sambutannya, Zulfikar berharap dengan adanya beasiswa Kader Surau tersebut akan dapat membentuk generasi intelektual muda Islam yang memiliki jiwa kepemimpinan dan berkarakter Islami, berdaya saing tinggi serta menanamkan nilai-nilai Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari.