[:id]Himpunan Mahasiswa Elektro bekerja sama dengan UKM Robotika Teknik Elektro Universitas Jember Adakan Jember Line Tracer VII[:en]UKM Robotika & Elco Teknik Elektro Universitas Jember Adakan Jember Line Tracer VII[:]

[:id]

Jember, 26 November 2017

Himpunan Mahasiswa Elektro bekerja sama dengan UKM Robotika Program Studi  Teknik Elektro, Fakultas Teknik Universitas Jember kembali mengadakan kompetisi tahunan robot line follower tingkat nasional bertajuk Jember Line Tracer (JLT) VII (26/11). Kejuaraan tahunan bagi pegiat robot line follower ini melombakan dua kategori yakni kategori mikro kontroler dan analog. Tercatat ada 131 peserta yang turun bertanding, terdiri dari 69 peserta kategori mikro kontroler, dan 62 peserta kategori analog. Selain diikuti oleh mahasiswa, JLT VII juga diikuti oleh peserta dari tingkat SMA sederajat dan SMP sederajat. Jalannya lomba dipusatkan di Gedung Soetardjo, kampus Tegalboto.

Menurut M. Rezqy, ketua panitia lomba, dalam setiap kali putaran lomba, ada empat robot yang bertanding adu kecepatan melewati lintasan yang sudah ditentukan. Robot yang pertama kali mencapai garis finish menjadi pemenang dan berhak melaju ke babak berikutnya. “Kategori lomba mikro kontroler diperuntukkan bagi kalangan mahasiswa karena spesifikasinya lebih canggih dibandingkan kategori lomba analog yang diikuti oleh peserta dari tingkat SMP dan SMA. Dalam kategori mikro kontroler, robot sudah melaju sendiri tanpa pemandu karena memakai sensor optik, berbeda dengan kategori analog  yang masih perlu dipandu oleh peserta,” jelas Rezqy.

Peserta yang turut berpartisipasi di kategori mikro kontroler antara lain Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Universitas Trunojoyo Madura, Universitas Negeri Malang, Politeknik Negeri Malang, Universitas Brawijaya, Universitas Kanjuruhan Malang, Universitas Jember, Universitas Muhammadiyah Jember, Universitas Internasional Semen Indonesia, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Universitas Panca Marga Probolinggo dan lainnya. Sementara peserta kategori analog berasal dari SMK Muhammadiyah 1 Genteng, SMA Negeri 1 Surabaya, MAN 2 Probolinggo, MAN 2 Jember, SMK Barunawati Surabaya, MTsN Kota Pasuruan dan lainnya.

Tampil sebagai juara pertama di kategori mikro kontroler adalah robot Panzer Airglow dari PENS Surabaya, disusul robot Skoci dari Universitas Negeri Malang, dan juara ketiga adalah robot Panzer Litflow, juga dari PENS Surabaya. Selain merebut juara dua kategori mikro kontroler, Universitas Negeri Malang merebut titel desain robot terbaik melalui robot Hamayoon. Untuk kategori analog, juara pertama dan kedua diborong oleh SMKN 1 Lengkong Nganjuk dengan robot Gatax Cyber 1 dan robot Gatax Cyber 3. Posisi ketiga dibawa pulang oleh robot Kopas 3 karya siswa MTsN Kota Pasuruan. Untuk juara desain terbaik kategori analog diraih oleh robot R. Soepuluh dari SMPN 10 Jember.

Sebelumnya dalam sambutan pembukaannya, Sumardi, Wakil Dekan III Fakultas Teknik, mengapresiasi kerja keras UKM Robotika dan Elco Program Studi Teknik Elektro, yang mampu menggelar JLT hingga tahun ketujuh. ”Harapannya ajang JLT menjadi sarana unjuk kreativitas di bidang robot line follower, jika menilik dari jumlah peserta yang makin banyak maka bukan tidak mungkin JLT diadakan untuk tingkat internasional,” tutur Sumardi. Antusiasme peserta JLT VII juga diutarakan oleh M. Rifqi Arya Putra, peserta dari SMPN 10 Jember.  Menurutnya, ajang JLT menumbuhkan rasa ingin tahu dan kreativitas yang memacu timnya untuk membuat robot line follower yang lebih baik lagi. Walaupun di sekolahnya pelajaran elektronika belum diajarkan secara khusus, Rifqi dan kawan-kawannya memperdalam robot line follower melalui ekstrakurikuler robotika.

“Untuk persiapan JLT tahun ini, kami mempersiapkan robot Kopas 3 selama dua bulan dengan biaya kurang lebih satu setengah juta rupiah. Alhamdulillah walau belum meraih juara, tetapi robot kami berhasil mendapatkan predikat desain terbaik di kategori analog. Tahun depan insyaallah kami akan berpartisipasi lagi, tentu dengan menampilkan robot yang lebih baik lagi, ” janji Rifqi memungkasi perbincangan. (nis/iim)

[:en]

Jember, 26 November 2017

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Robotika dan Electronic Community (Elco) Program Studi  Teknik Elektro, Fakultas Teknik Universitas Jember kembali mengadakan kompetisi tahunan robot line follower tingkat nasional bertajuk Jember Line Tracer (JLT) VII (26/11). Kejuaraan tahunan bagi pegiat robot line follower ini melombakan dua kategori yakni kategori mikro kontroler dan analog. Tercatat ada 131 peserta yang turun bertanding, terdiri dari 69 peserta kategori mikro kontroler, dan 62 peserta kategori analog. Selain diikuti oleh mahasiswa, JLT VII juga diikuti oleh peserta dari tingkat SMA sederajat dan SMP sederajat. Jalannya lomba dipusatkan di Gedung Soetardjo, kampus Tegalboto.

Menurut M. Rezqy, ketua panitia lomba, dalam setiap kali putaran lomba, ada empat robot yang bertanding adu kecepatan melewati lintasan yang sudah ditentukan. Robot yang pertama kali mencapai garis finish menjadi pemenang dan berhak melaju ke babak berikutnya. “Kategori lomba mikro kontroler diperuntukkan bagi kalangan mahasiswa karena spesifikasinya lebih canggih dibandingkan kategori lomba analog yang diikuti oleh peserta dari tingkat SMP dan SMA. Dalam kategori mikro kontroler, robot sudah melaju sendiri tanpa pemandu karena memakai sensor optik, berbeda dengan kategori analog  yang masih perlu dipandu oleh peserta,” jelas Rezqy.

Peserta yang turut berpartisipasi di kategori mikro kontroler antara lain Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Universitas Trunojoyo Madura, Universitas Negeri Malang, Politeknik Negeri Malang, Universitas Brawijaya, Universitas Kanjuruhan Malang, Universitas Jember, Universitas Muhammadiyah Jember, Universitas Internasional Semen Indonesia, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Universitas Panca Marga Probolinggo dan lainnya. Sementara peserta kategori analog berasal dari SMK Muhammadiyah 1 Genteng, SMA Negeri 1 Surabaya, MAN 2 Probolinggo, MAN 2 Jember, SMK Barunawati Surabaya, MTsN Kota Pasuruan dan lainnya.

Tampil sebagai juara pertama di kategori mikro kontroler adalah robot Panzer Airglow dari PENS Surabaya, disusul robot Skoci dari Universitas Negeri Malang, dan juara ketiga adalah robot Panzer Litflow, juga dari PENS Surabaya. Selain merebut juara dua kategori mikro kontroler, Universitas Negeri Malang merebut titel desain robot terbaik melalui robot Hamayoon. Untuk kategori analog, juara pertama dan kedua diborong oleh SMKN 1 Lengkong Nganjuk dengan robot Gatax Cyber 1 dan robot Gatax Cyber 3. Posisi ketiga dibawa pulang oleh robot Kopas 3 karya siswa MTsN Kota Pasuruan. Untuk juara desain terbaik kategori analog diraih oleh robot R. Soepuluh dari SMPN 10 Jember.

Sebelumnya dalam sambutan pembukaannya, Sumardi, Wakil Dekan III Fakultas Teknik, mengapresiasi kerja keras UKM Robotika dan Elco Program Studi Teknik Elektro, yang mampu menggelar JLT hingga tahun ketujuh. ”Harapannya ajang JLT menjadi sarana unjuk kreativitas di bidang robot line follower, jika menilik dari jumlah peserta yang makin banyak maka bukan tidak mungkin JLT diadakan untuk tingkat internasional,” tutur Sumardi. Antusiasme peserta JLT VII juga diutarakan oleh M. Rifqi Arya Putra, peserta dari SMPN 10 Jember.  Menurutnya, ajang JLT menumbuhkan rasa ingin tahu dan kreativitas yang memacu timnya untuk membuat robot line follower yang lebih baik lagi. Walaupun di sekolahnya pelajaran elektronika belum diajarkan secara khusus, Rifqi dan kawan-kawannya memperdalam robot line follower melalui ekstrakurikuler robotika.

“Untuk persiapan JLT tahun ini, kami mempersiapkan robot Kopas 3 selama dua bulan dengan biaya kurang lebih satu setengah juta rupiah. Alhamdulillah walau belum meraih juara, tetapi robot kami berhasil mendapatkan predikat desain terbaik di kategori analog. Tahun depan insyaallah kami akan berpartisipasi lagi, tentu dengan menampilkan robot yang lebih baik lagi, ” janji Rifqi memungkasi perbincangan. (nis/iim)

[:]

Skip to content