Berita Universitas Jember

UKM Stastflix Gelar UNEJ International Talkshow

Jember, 21 Februari 2020
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Stastflix gelar UNEJ international talkshow di auditorium Fakultas Teknik Universitas Jember, (19/2). Kegiatan ini dalam rangka agar mahasiswa Universitas Jember dapat memiliki wawasan global dan berani mengambil kesempatan untuk bekerja, study, konferensi, magang, hingga menjadi relawan ke luar negeri.
Dalam kegiatan yang mengusung tema “Pack Your Bag: The World Is Awaiting” ini menghadirkan 4 pembicara yang memiliki pengalaman menjadi relawan dan melakukan penelitian di beberapa negara. Kegiatan ini diikuti oleh 250 mahasiswa Universitas Jember yang memiliki ketertarikan tentang bagaimana tips and trick untuk menjadi relawan ataupun pengalaman kerja di luar negeri.
“Pemateri yang kami undang diantaranya Yasiqy Haidar dari AIESEC volunteer di Vietnam dan Thailand, Megan Judith dari USA dia salah satu Peace Corps Fellow, Deirdre Conroy juga dari USA salah satu CHRM2 Fellow, dan Jonas Ivanoc AIESEC volunteer dari Denmark,” ujar pembina UKM Stastflix Honest Doddy Molasy.


Dalam paparan materinya, Deirdre Conroy bercerita mengenai pengalaman yang dia lakukan sehingga bisa menjadi fellow di CHRM2 yang merupakan salah satu pusat kajian HAM di Universitas Jember. Awalnya dia mendapatkan informasi melalui website profellow.org.
“Melalui website itu kemudian saya mendaftarkan diri, mempersiapkan segala dokumen yg dibutuhkan, lalu melakukan sesi wawancara melalui aplikasi video chat online, skype dan ternyata saya diterima untuk menjadi fellow di CHRM2 selama satu tahun” ujar Deirdre.
Sementara itu, Donny Bagus Octavianto salah satu peserta mengatakan, talkshow ini sangat menginspirasi bagi mahasiswa yang ikut dalam kegiatan. Karena menurutnya, kebanyakan mahasiswa masih belum berani bermimpi tinggi atau bahkan tidak memiliki mimpi untuk masa depan.


Donny berharap kegiatan semacam ini bisa terus diadakan, tidak hanya untuk mahasiswa namun juga untuk orang-orang disekitar. Hal ini penting agar mereka mampu bermimpi dan menjadi apa yang mereka inginkan tanpa ada yang menghalangi.
“Sekaligus mengajak mereka untuk berpikir global, karena sekarang zaman sudah berubah. Pemikiran yang open minded dibutuhkan bagi setiap orang untuk menjadi bagian international citizen, dan menjadi lebih peduli terhadap keadaan yang terjadi di dunia, bukan hanya Indonesia saja” ucap Donny.