UNEJ Raih Predikat Emas di Asia Sustainibility Reporting Report Rating 2025

Jember, 29 November 2025

Satu lagi prestasi skala internasional yang diraih oleh Universitas Jember (UNEJ), kali ini predikat emas dibawa pulang di ajang Asia Sustainibility Reporting Reporting Rating (ASRRAT) 2025.

Ajang ASRRAT menilai pelaporan keberlanjutan yang transparan, komprehensif, dan selaras dengan standar global. Serta menekankan komitmen terhadap praktik terbaik dalam tata kelola berkelanjutan. Penghargaan predikat emas ASRAAT 2025 untuk UNEJ diterima oleh Rektor, Iwan Taruna yang didampingi Wakil Rektor I, Prof. Slamin, Jumat malam di Denpasar Bali (28/11/2025).

Pencapaian ini disambut dengan syukur dan bangga oleh Iwan Taruna. Menurutnya, predikat emas di ajang ASRRAT 2025 menjadi bukti tata kelola di UNEJ sudah sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh pemerintah dan komunitas internasional. Prestasi ini sekaligus menjadi kado untuk Dies Natalis ke 61 UNEJ yang peringatan malam puncaknya akan dilaksanakan pada Jumat, 5 Desember 2025 nanti.

“Setelah dua tahun mendapatkan predikat perak, alhamdulillah tahun ini kita meraih emas. Bukti bahwa perbaikan berkelanjutan selalu kita lakukan,” ungkap Iwan Taruna. Sebagai informasi ada lima predikat di ASRRAT, yakni putih, perunggu, perak dan emas, serta yang tertinggi adalah predikat platinum.

Rektor UNEJ, Iwan Taruna menerima penghargaan emas ASRRAT 2025 dari Ketua Dewan Juri, Prof. Sylvia Veronica Siregar,

Ajang ASRRAT dilaksanakan oleh National Center for Corporate Reporting (NCCR) bekerja sama dengan Institute of Certified Sustainibility Practioner (ICSP) yang digelar rutin semenjak 20 tahun lalu. Penyelenggaraan ASRRAT menilai dokumen sustainibility report (laporan berkelanjutan) yang diterbitkan lembaga dan perusahaan untuk pelaporan kinerja ekonomi, sosial, dan lingkungan lembaga dan perusahaan kepada pemangku kepentingan.

Laporan berkeberlanjutan mengukur dan mengomunikasikan dampak operasional lembaga dan perusahaan terhadap lingkungan, masyarakat, dan tata kelola, serta menunjukkan tanggung jawab lembaga dan perusahaan terhadap prinsip keberlanjutan bisnis jangka panjang. Tujuannya adalah untuk meningkatkan transparansi, membangun kepercayaan, dan mengelola risiko serta peluang terkait isu lingkungan, sosial, dan tata kelola.

Berfoto bersama Wakil Rektor I Prof. Slamin

Melalui laporan keberlanjutan, kontribusi perusahaan atau organisasi dalam mencapai sasaran SDG’s dapat dilihat. Pelaporan keberlanjutan memberikan pemahaman kepada para pemangku kepentingan utama tentang dampak keberlanjutan terhadap aktivitas bisnis utama perusahaan, dan tindakan strategis yang diambil oleh perusahaan dalam menanggapi dampak tersebut. Dengan demikian, pelaporan keberlanjutan mencerminkan akuntabilitas perusahaan dalam menjalankan bisnisnya secara bertanggung jawab sehingga para pemangku kepentingan dapat mengevaluasi implementasinya.

Menurut Ketua Dewan Juri ASRRAT 2025, Prof. Sylvia Veronica Siregar, tujuan dari penghargaan ini juga untuk memotivasi dan mempercepat pelaporan keberlanjutan lembaga dan perusahaan dengan memberikan penghargaan atas upaya luar biasa dalam mengomunikasikan kinerja perusahaan dalam tiga aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Dengan demikian, penghargaan ini tidak hanya berfokus pada kinerja perusahaan itu sendiri, melainkan terutama pada transparansi dan kepatuhan pelaporan terhadap pedoman pelaporan keberlanjutan yang dikembangkan oleh Global Reporting Initiative.

“ASRRAT tahun ini diikuti 82 lembaga dan perusahaan, terdiri dari 78 peserta dari Indonesia, serta empat peserta dari luar negeri,” jelas guru besar Akuntansi di Universitas Indonesia ini. (iim)