Jember, 12 Desember 2025
Kolaborasi antara Fakultas Teknik (FT) dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Jember (UNEJ) menutup rangkaian kegiatan Sekolah Santri Maritim (SENTRIMAR) dengan penyerahan Mini Lab Ekosistem Laut kepada MA Unggulan di Pondok Pesantren Al-Anwari, Banyuwangi, pada 14 November 2025 lalu.
Serah terima ini merupakan bagian dari upaya UNEJ memperkuat literasi maritim dan edukasi lingkungan bagi santri di wilayah pesisir.Penyerahan fasilitas dilakukan oleh tim pengabdian masyarakat FT dan FKIP UNEJ sebagai salah satu luaran Hibah DPPM 2025 Skema PkM yang didanai oleh Kemendiktisaintek. Mini lab ini dirancang untuk mendukung pembelajaran praktis, mulai dari identifikasi vegetasi pantai, simulasi kualitas air, hingga observasi biota laut. Kepala MA Unggulan Al-Anwari, Ust. Mas’ul Latif, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas dukungan UNEJ.
βMini lab ini menjadi fasilitas yang sangat berarti bagi sekolah kami. Santri kini dapat belajar maritim secara langsung, bukan hanya teori. Ini membuka minat baru dan memperluas wawasan mereka,β ujarnya.
Program penyediaan Mini Lab Ekosistem Laut merupakan bagian dari pengembangan kegiatan SENTRIMAR yang didukung pendanaan Kemenristekdikti DPPM 2025. Menurut ketua tim, Ir. Wazirotus Sakinah, S.Pd., M.T., kehadiran mini lab sangat penting untuk memperkaya metode pembelajaran sains kelautan.
βKami ingin para santri mengenal ekosistem laut secara komprehensif. Fasilitas ini memungkinkan mereka bereksperimen, melakukan observasi, hingga melakukan simulasi dampak pencemaran laut,β jelasnya.
Dengan hadirnya Mini Lab Ekosistem Laut serta pengalaman praktis dari program SENTRIMAR, Ia berharap dapat mencetak generasi santri yang unggul dalam ilmu agama sekaligus memiliki kapasitas kuat dalam pelestarian lingkungan pesisir dan pengembangan potensi kemaritiman Indonesia.
Anggota tim, Ir. Saifurridzal, S.T., M.Eng., menambahkan, kolaborasi ini merupakan bentuk komitmen UNEJ dalam mendukung pendidikan berbasis pesantren.
βSantri memiliki potensi besar dalam kontribusi sosial. Dengan literasi maritim yang kuat, mereka bisa menjadi agen perubahan dalam menjaga pesisir,β terangnya.
Selain itu, perwakilan dari FKIP, Nindya Nurdianasari, S.Pd., M.Pd., turut menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang agar edukasi lingkungan tidak berhenti pada teori.
βMelalui pembiasaan hidup bersih, tanam mangrove, hingga beach clean-up, para santri belajar bahwa menjaga alam adalah praktik nyata, bukan hanya pengetahuan,β tuturnya.
Sebelum penyerahan fasilitas, para santri mengikuti rangkaian kegiatan SENTRIMAR mulai dari sosialisasi kemaritiman, penanaman mangrove dan pandan laut, pemantauan pertumbuhan tanaman, pengisian booklet perilaku bersih, bersih pantai, hingga pelepasan tukik di Pantai Pulau Santen.
Salah satu peserta, Maulida, turut mengapresiasi program ini, menurutnya kegiatan ini menjadi pengalaman pertamanya memahami tentang ekosistem laut, βIni pengalaman yang belum pernah saya dapatkan. Saya jadi tahu bagaimana ekosistem laut bekerja dan kenapa pesisir harus dijaga,β ungkapnya.(is)




