Jember, 14 Januari 2026
Universitas Jember (UNEJ) mencatat sejarah akademik dengan menyelenggarakan Ujian Terbuka Disertasi Program Doktor (S3) Bioteknologi untuk pertama kalinya, Rabu (14/1), di Ruang Auditorium Lantai III Gedung Kewirausahaan Universitas Jember.
Tiga promovendus, yakni Intan Ria Neliana, S.Pd., M.Biotek., Riska Ayu Febrianti, S.Pd., M.Biotek., dan apt. Endah Puspitasari, S.Farm., M.Sc., dinyatakan lulus ujian promosi doktor dengan predikat pujian.Capaian ini menandai keberhasilan implementasi Program Doktor berbasis riset (Doctor by Research) di UNEJ.Sidang promosi doktor dipimpin Direktur Pascasarjana UNEJ Prof. Dr. Budi Setyono, M.A, dengan Penguji Utama Prof. Tri Agus Siswoyo, Ph.D., serta melibatkan penguji eksternal dari Universitas Brawijaya, Prof. Agustin Krisna Wardani S.TP, M.Si, Ph.D dan Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr.rer.nat. apt. Triana Hertiani, S.Si., M.Si. Selain itu, salah satu promovendus, apt. Endah Puspitasari, S.Farm., M.Sc., dibimbing oleh promotor internasional dari Jerman, Prof. Dr. Antje Labes (Flensburg University), yang mencerminkan penguatan kolaborasi riset global dalam penyelenggaraan pendidikan doktoral di UNEJ.

Promovendus pertama, Intan Ria Neliana, meneliti ketahanan tanaman tebu terhadap infeksi virus mozaik. Risetnya mengembangkan sistem deteksi dini berbasis antibodi sensitif serta pendekatan RNA interference (RNAi) untuk meningkatkan ketahanan genetik tanaman terhadap infeksi virus ganda.
βProduktivitas tebu menurun akibat infeksi virus mozaik, khususnya Sugarcane Mosaic Virus dan Sugarcane Streak Mosaic Virus, yang sulit dibedakan secara visual di lapangan. Penelitian ini mengembangkan antibodi dengan sensitivitas tinggi untuk deteksi dini infeksi tunggal maupun ganda, yang mampu mendeteksi virus hingga konsentrasi sangat rendah, serta berhasil mengonstruksi sistem RNA interference (RNAi) sebagai pendekatan ketahanan genetik ganda pada tanaman tebu,β ugkap Intan.

Sementara itu, Riska Ayu Febrianti, sebagai promovendus termuda, menawarkan solusi atas krisis resistensi antibiotik global melalui rekayasa bakteriofag menggunakan teknologi CRISPR/Cas9. Pendekatan ini memungkinkan virus bakteri membunuh beberapa jenis Salmonella yang resistan terhadap antibiotik.
βSaat ini banyak bakteri Salmonella kebal terhadap antibiotik. Penelitian ini menawarkan alternatif pengobatan menggunakan virus alami pemangsa bakteri yang telah direkayasa. Dengan bantuan teknologi CRISPR/Cas9, virus bakteri tersebut dimodifikasi agar mampu mengenali dan membunuh beberapa jenis Salmonella sekaligus,β jelas Riska. Temuan ini menjadi landasan penting bagi terapi kesehatan masa depan.

Adapun Endah Puspitasari mengangkat potensi mikroorganisme laut dari pesisir selatan Jember sebagai sumber senyawa alami pencegah kanker. Penelitiannya menunjukkan kemampuan bakteri dan jamur laut dalam menghambat pertumbuhan sel kanker dengan tingkat keamanan yang relatif tinggi bagi sel normal.
βPantai selatan Jember menyimpan banyak mikroorganisme laut yang berpotensi dikembangkan sebagai bahan pencegah kanker. Melalui penelitian ini, kami menemukan bakteri dan jamur laut yang mampu menghambat pertumbuhan sel kanker dengan cara menghentikan pembelahan sel dan memicu kematian sel kanker, namun relatif aman bagi sel normal,β jelas Endah.
Mutu dan pengakuan internasional riset ketiga promovendus dibuktikan melalui publikasi pada jurnal bereputasi dan diseminasi di forum ilmiah dunia. Riset Riska dipublikasikan di Foodborne Pathogens and Disease (Scopus Q1), Intan di jurnal Pathogens (MDPI, Scopus), dan Endah melalui kolaborasi internasional di Asian Pacific Journal of Molecular Biology and Biotechnology. Selain itu, hasil riset juga dipresentasikan pada forum ilmiah luar negeri, termasuk di Jepang.

Momen bersejarah ini juga diwarnai dengan pesan mendalam dari Prof. Ir. Bambang Sugiharto, M.Agr.Sc., D.Agr.Sc Guru Besar FMIPA Universitas Jember yang kini telah purna tugas. Sebagai salah satu ilmuwan biologi molekuler terkemuka di Indonesia, beliau menitipkan pesan agar capaian pendidikan doktor ini menjadi bekal berharga untuk pengembangan diri ke depan.
“Apa yang telah dicapai selama ini hendaknya tidak berhenti, tetapi terus dilanjutkan dan ditingkatkan. Penelitian bukan hanya menjadi sarana meraih prestasi akademik tertinggi, tetapi juga dapat memperkuat kualitas pembelajaran di kelas. Saya berharap para promovendus dapat terus berkarya sebagai peneliti dan pendidik yang lebih baik di masa mendatang,” pesan Prof. Bambang.
Mewakili tim promotor internasional, Prof. Dr. Antje Labes menyampaikan apresiasinya secara daring dari Jerman. Ia menyoroti ketangguhan tiga peneliti perempuan muda ini dalam menghadapi ketidakpastian riset hingga berhasil lulus.

“Sains masa kini adalah tentang kolaborasi untuk menjawab tantangan masa depan. Saya merasa bangga melihat tiga perempuan muda yang cerdas ini berkembang. Hari ini, saya melihat ‘bunga-bunga itu mulai mekar’. Ini bukan akhir, melainkan awal baru bagi mereka untuk menjadi ilmuwan yang berkualitas serta membawa kemajuan bagi dunia yang damai dan sehat,” ungkap Prof. Labes.
Lahirnya tiga doktor bioteknologi perdana dengan riset yang solutif dan berdampak ini semakin mengukuhkan Universitas Jember sebagai pusat unggulan riset bioteknologi yang adaptif dan berdaya saing. Melalui penguatan kolaborasi lintas disiplin dan lintas negara, UNEJ berkomitmen terus mendorong lahirnya inovasi yang memberi kontribusi nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.(qf)


