Inovasi Modifikasi Genetik Warna Tomat dengan Teknologi CRISPR/Cas9, Antarkan Dua Mahasiswi Agroteknologi UNEJ Raih Gold Award di Malaysia

Jember, 21 Januari 2026

Dua mahasiswi program studi Agroteknologi Universitas Jember (UNEJ), Diyah Ayu Fitri Fauzi dan Vanisha Prandita Ira Verdiyanti, berhasil mengukir prestasi gemilang di tingkat internasional.

Keduanya sukses menyabet Gold Award dalam ajang UNIMAS EXCITE Colloquium 2025 yang diselenggarakan oleh Universiti Malaysia Sarawak (UNIMAS).

Penghargaan tertinggi ini diraih berkat riset mendalam mereka mengenai optimasi kualitas pangan melalui rekayasa genetik. Penelitian ini menargetkan dua gen penting, yaitu PSY (Phytoene Synthase) dan MYB, yang berperan besar dalam regulasi karotenoid. Adapun karotenoid merupakan pigmen alami yang tidak hanya menentukan warna buah tomat, tetapi juga memiliki nilai gizi tinggi, khususnya sebagai sumber provitamin A dan antioksidan.

Diyah Ayu Fauzi dan Vanisha Prandita foto bersama ketika mengikuti ajang Aghrotechnology Short Mobility Program di UNIMAS

Kemudian, teknologi CRISPR/Cas9 dimanfaatkan karena keunggulannya dalam melakukan pengeditan gen secara presisi, efisien, dan relatif cepat. Proses diawali dengan desain single guide RNA (sgRNA) yang spesifik terhadap sekuens target gen PSY dan MYB. Selanjutnya, sgRNA tersebut dikonstruksikan ke dalam vektor pRGEB32, sebuah instrumen yang umum digunakan sebagai “kendaraan” dalam proses transformasi genetik tanaman.

Melalui teknologi yang sering disebut sebagai “gunting molekuler” ini, Diyah dan Vanisha dapat merancang perubahan spesifik pada DNA tanaman tanpa mengganggu bagian genetik lainnya. Inovasi ini bukan sekadar soal estetika warna, namun membuka jalan bagi pengembangan varietas tomat masa depan yang lebih sehat dan kaya akan nutrisi esensial bagi masyarakat.

Diyah Ayu Fauzi mengikuti praktikum perlindungan tanaman di laboratorium molekuler

Keberhasilan meraih penghargaan tertinggi ini merupakan puncak dari keterlibatan mereka dalam Agrotechnology Short Mobility Program 2025. Selama di Sarawak, Malaysia, keduanya terlibat langsung dalam berbagai aktivitas akademik terstruktur, mulai dari mendalami tanaman asli (indigenous), praktikum perlindungan tanaman di laboratorium molekuler, hingga kunjungan industri pertanian modern seperti smart farming berbasis greenhouse dan sistem akuaponik terpadu.

Di balik medali emas, terdapat tantangan besar terkait kepercayaan diri. Diyah Ayu Fitri Fauzi mengungkapkan bahwa berhadapan dengan forum internasional dengan perbedaan budaya dan gaya komunikasi menjadi ujian tersendiri. Namun, hal itu dapat diatasi dengan persiapan matang dan bimbingan intensif dari dosen Fakultas Pertanian UNEJ, khususnya Mohammad Ubaidillah, S.Si., M.Agr., Ph.D.

Diyah Ayu Fitri Fauzi mempresentasikan inovasi yang telah disiapkan

β€œJangan pernah ragu. Trust the process, enjoy the chaos, dan berani bermimpi besar. Jika kita mau melangkah, dunia akademik yang lebih luas akan terbuka. Perjalanan ini mengajarkan saya satu hal: bermimpi besar, kerja cerdas, dan tetap rendah hati,” pungkas Diyah. (dil/rb)

#DiktisaintekBerdampak #UNEJBerdampak #Prestasi