Angkat Potensi Laut Selatan Jember ke Kancah Global, UNEJ Bangga Luluskan Doktor Bioteknologi Pertama dengan Riset Pionir Antikanker

Jember, 22 Januari 2026

Universitas Jember (UNEJ) kembali menegaskan posisinya sebagai institusi riset berdaya saing global melalui pencapaian Dr.

apt. Endah Puspitasari, S.Farm., M.Sc., lulusan pertama Program Doktor Bioteknologi. UNEJ bangga memiliki akademisi yang mampu mengawinkan kekayaan biodiversitas lokal dengan standar metodologi riset internasional, khususnya dalam eksplorasi mikroorganisme laut sebagai kandidat obat kanker. Melalui kolaborasi riset lintas negara, studi ini tidak hanya berhasil memetakan potensi pesisir selatan Jember, tetapi juga mengungkap mekanisme molekuler kompleks dari bahan alam Indonesia, membuktikan kesiapan UNEJ sebagai garda terdepan dalam inovasi farmasi berbasis kelautan (marine pharmacy).

Disertasi Endah menyoroti potensi pesisir selatan Kabupaten Jember—yang meliputi pasir pantai, sedimen, hingga kayu lapuk—sebagai hotspot bioprospeksi mikroorganisme laut. Lingkungan laut yang ekstrem dan dinamis di wilayah ini mendorong mikroorganisme mengembangkan jalur biosintesis unik, menghasilkan metabolit sekunder dengan aktivitas biologis yang jarang ditemukan pada organisme darat.

Dr. apt. Endah Puspitasari, S.Farm., M.Sc., kala melakukan penelitian disertasinya.

Dalam penelitiannya, Endah berhasil mengisolasi dan mengkarakterisasi mikroorganisme yang relevan untuk pengembangan obat antikanker generasi baru. Riset ini mengidentifikasi 17 isolat fungi (didominasi genus Penicillium) dan 16 isolat bakteri stabil (termasuk Bacillus dan Vibrio) dari perairan tropis Indonesia yang selama ini kurang terekspos secara sistematis.

Melalui pendekatan teknologi tinggi yang melibatkan uji sitotoksisitas dan profil metabolomik untargeted UHPLC–HRMS, penelitian ini menemukan dua isolat unggulan, yaitu Fungi Aspergillus stromatoides SaH 1 yang menunjukkan aktivitas selektif terhadap sel kanker payudara. Kedua, Bakteri Vibrio orientalis WaN 2 yang menunjukkan aktivitas kemopreventif kuat terhadap sel kanker payudara (T47D), serviks (HeLa), dan kolon (WiDr).

Temuan V. orientalis dari perairan Indonesia dengan aktivitas kemopreventif ini merupakan kontribusi ilmiah yang bersifat pionir. Studi mekanistik menunjukkan bahwa ekstrak terpilih bekerja cerdas dengan memodulasi siklus sel dan menginduksi apoptosis (kematian sel terprogram) pada sel kanker, namun relatif aman bagi sel normal. Hasil ini menjadi fondasi penting bagi inovasi obat kemopreventif berbasis keanekaragaman hayati nasional.

Momen kebahagiaan Dr. apt. Endah Puspitasari, S.Farm., M.Sc. bersama para penguji seusai Ujian Terbuka Program Doktor (S3) Bioteknologi Universitas Jember.

Kualitas riset yang mendalam ini tidak lepas dari pengalaman Endah selama menjalani program supervisi dan riset kolaborasi di Jerman. Dosen Fakultas Farmasi UNEJ ini menyelesaikan studi doktoralnya melalui skema by research, yang menuntut kemandirian dan standar ilmiah tinggi.

“Skema by research menuntut kemandirian riset yang tinggi, mulai dari perencanaan kegiatan, pengumpulan data, hingga publikasi hasil penelitian. Sistem ini mengajarkan pentingnya disiplin waktu dan tanggung jawab terhadap capaian riset,” ujar Endah.

Kesempatan riset di Jerman membuka wawasan beliau terkait praktik riset berstandar internasional. Perbedaan budaya kerja dan tingkat ketelitian yang presisi menjadi pengalaman berharga yang meningkatkan kemampuan risetnya secara signifikan. Proses mengulang eksperimen berkali-kali hingga larut malam selama di laboratorium Jerman menjadi pembelajaran penting tentang arti ketekunan dan kecintaan terhadap proses ilmiah demi validitas data yang akurat.

Di balik capaian akademis dan pengalaman internasional tersebut, Endah mengakui bahwa perjalanan studi doktoralnya penuh dengan dinamika personal.

“Tantangan terbesar terletak pada bagaimana menjaga keseimbangan antara tanggung jawab sebagai peneliti, pendidik, dan anggota keluarga. Ada masa-masa sulit ketika riset tidak berjalan sesuai rencana atau hasil eksperimen yang belum memenuhi harapan,” ungkapnya.

Dr. apt. Endah Puspitasari, S.Farm., M.Sc. saat memaparkan disertasi dalam Ujian Terbuka Program Doktor (S3) Bioteknologi Universitas Jember.

Namun, dukungan dari pembimbing, rekan penelitian, dan keluarga menjadi bahan bakar utama. Baginya, keluarga adalah sumber kekuatan untuk terus melangkah.

Menjadi lulusan pertama Program Doktor Bioteknologi UNEJ dimaknai Endah sebagai sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab. Ia berharap capaiannya dapat menginspirasi peneliti muda untuk tidak ragu bermimpi besar.

“Dengan penguasaan ilmu, jejaring penelitian, serta semangat yang tak boleh pudar, jadikan pengetahuan sebagai sarana untuk memberi manfaat bagi masyarakat dan kemajuan bangsa,” pungkasnya. (dil/ajf)

#DiktisaintekBerdampak #UNEJBerdampak #Profil