Jadi Satu dari 103 Cendekiawan Muda, Mahasiswi UNEJ Ikuti Program NSP di National Quemoy University Taiwan

Jember, 27 Januari 2026

Scientiatari Cahyaning Adhi, mahasiswi angkatan 2023 dari Program Studi Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jember (UNEJ), berhasil mengharumkan nama almamater di tingkat global.

Ia terpilih sebagai salah satu penerima beasiswa (awardee) untuk mengikuti program studi internasional bergengsi, New Southbound Policy (NSP) Short-term Study Program 2025, di National Quemoy University (NQU), Taiwan.

Scien akan menjalani program studi selama satu semester penuh, dari September 2025 hingga Januari 2026. Program ini diikuti oleh 103 mahasiswa dari tujuh negara mitra New Southbound Policy (NSP) yang tersebar tidak hanya di National Quemoy University, tetapi juga melibatkan institusi ternama lainnya seperti Taipei Medical University, National Chung Hsing University, National Taipei University of Technology, dan National Pingtung University of Science and Technology.

Proses seleksi yang dihadapi Scien cukup ketat, meliputi seleksi administrasi, penilaian motivation letter, hingga tahap wawancara. Ia berhasil bersaing dengan ratusan pendaftar dari berbagai negara.

Scientiatari Cahyaning Adhi, Awardee New Southbound Police (NSP) Short-term Study Program di National Quemoy University 2025 asal UNEJ

“Saya merasa sangat bersyukur dan bangga bisa terpilih. Ini adalah tantangan baru sekaligus kesempatan besar untuk berkembang, baik secara personal maupun profesional,” ungkap Scien.

Menghadapi persaingan internasional, Scien mengaku tantangan terbesarnya bersifat mental. Melihat pendaftar lain dari berbagai negara, Scien sempat ragu. Meskipun begitu, ia tetap mencoba fokus pada persiapan terbaik, terutama dalam menulis motivation letter dan latihan wawancara.

β€œDari situ saya sadar, it’s not only hard work, but also having the confidence to believe in yourself,” tuturnya.

Selama di Taiwan, ia akan mendalami berbagai mata kuliah seperti New Southbound Policy, Cross-Strait Relations, Regional Security, dan International Relations. Selain itu, program ini juga mencakup kursus intensif Bahasa Mandarin selama 12 jam per minggu, serta berbagai kegiatan kunjungan lapangan (field trips) dan acara kebudayaan untuk memberikan pengalaman langsung mengenai masyarakat Taiwan.

Scientiatari (kebaya putih ketiga dari kanan) bersama para awardee NSP 2025 Kampus National Quemoy University

Ketertarikannya pada studi hubungan lintas selat (cross-strait studies) menjadi motivasi utamanya untuk mengikuti program ini.

“Program di NQU ini unik karena menghubungkan teori dengan konteks nyata di kawasan. Saya harap bisa memperdalam pemahaman sekaligus melatih cara berpikir kritis untuk bekal di masa depan,” jelasnya.

Lebih dari sekadar pencapaian pribadi, Scien berharap pengalamannya dapat memberikan dampak positif bagi almamater. Ia berharap bisa membawa ilmu dan pengalaman yang bermanfaat, baik untuk diri sendiri maupun untuk kampus.

β€œSaya ingin berbagi dengan teman-teman, sekaligus memotivasi agar lebih banyak mahasiswa UNEJ berani mengambil peluang internasional,” ujarnya.

Scien juga berbagi beberapa tips bagi mahasiswa UNEJ yang ingin meraih kesempatan serupa. Ia menegaskan bahwa hal terpenting adalah memiliki keberanian untuk memulai. Menurutnya, alih-alih berfokus pada kekurangan seperti kemampuan bahasa atau jumlah sertifikat, calon pendaftar sebaiknya menonjolkan motivasi dan tujuan mereka yang jelas.

Opening Ceremony NSP 2025 bersama seluruh jajaran staf diplomatik Vietnam, Filipina, Thailand, dan Indonesia

“Saat seleksi, hal yang paling dilihat itu biasanya motivasi kita; seberapa serius dan jelas tujuan kita untuk ikut program. Tidak perlu minder kalau belum jago bahasa atau tidak punya banyak sertifikat, karena itu bisa dilatih. Justru pengalaman organisasi, kepanitiaan, atau kegiatan kampus bisa banget diceritakan sebagai nilai tambah. Intinya, tunjukkan kalau kita punya semangat belajar dan siap memanfaatkan kesempatan ini dengan baik.”

“Jangan takut mencoba hal baru, karena kesempatan internasional terbuka untuk siapa saja. Prosesnya memang tidak mudah, tapi dengan persiapan yang baik, keberanian, dan doa. Opportunities are always there, waiting for us to seize them,” pungkasnya.

Pencapaian yang diraih oleh Scientiatari Cahyaning Adhi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif, baik bagi pengembangan kompetensi pribadinya maupun bagi kemajuan akademik di Universitas Jember. UNEJ akan terus mendukung dan memfasilitasi setiap mahasiswa yang berpotensi untuk berprestasi di tingkat nasional maupun internasional. (dil/fzn)

#DiktisaintekBerdampak #UNEJBerdampak #Prestasi