Jember-Palembang Jauh di Mata, Karier Dekat di Hati: Cerita Rovaley Bangun Portofolio di Masa Libur Kuliah

Jember, 9 Februari 2026

Bagi sebagian besar mahasiswa, jeda semester adalah waktu yang dinanti untuk melepas rindu dengan keluarga di kampung halaman.

Namun, prinsip berbeda diambil oleh Rovaley Tyantanu Ibrahim Chandra. Mahasiswa Program Studi Administrasi Negara, FISIP Universitas Jember (UNEJ) ini memilih untuk menunda kepulangannya ke Palembang demi sebuah investasi jangka panjang: membangun portofolio profesional di dunia kerja.

Selama libur semester gasal ini, tepatnya sejak Desember hingga Januari, Rovaley memutuskan untuk tetap menetap di Jember guna mengikuti program magang mandiri di PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 9. Baginya, pengalaman terjun langsung ke lapangan merupakan langkah krusial untuk mempraktikkan ilmu administrasi yang didapatnya di bangku perkuliahan.

Rovaley Tyantanu Ibrahim Chandra, mahasiswa FISIP UNEJ saat mengikuti magang di PT. Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 9 Jember

“Kegiatan ini sangat berdampak bagi saya secara pribadi. Melalui magang di KAI, saya belajar mengenal dinamika dunia kerja secara nyata dan bagaimana cara beradaptasi di lingkungan profesional yang memiliki standar disiplin tinggi,” ujar Rovaley.

Meski sedang dalam masa libur, produktivitas Rovaley tidak hanya terbatas pada jam kantor. Sebagai pengurus aktif Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP UNEJ, ia tetap menjalankan tanggung jawab organisasinya. Ia rutin melakukan monitoring bidang serta koordinasi program kerja melalui rapat daring. Menurutnya, konsistensi dalam berorganisasi meski di masa libur sangat melatih kemampuannya dalam berkomunikasi, berkoordinasi, dan mengambil keputusan strategis terkait rencana kerja semester depan.

Di sela aktivitasnya, Rovaley menyempatkan mengikuti rapat organisasi secara daring

Kesibukan Rovaley ini juga menjadi jembatan menuju dimulainya semester genap tahun akademik 2025/2026. Berdasarkan kalender akademik Universitas Jember, perkuliahan semester genap akan resmi dimulai pada 23 Februari hingga 26 Juni 2026 mendatang. Menariknya, khusus untuk lingkungan FISIP tempat Rovaley bernaung, terdapat kebijakan perkuliahan secara daring pada periode 23 Februari hingga 14 Maret 2026.

Menanggapi kebijakan tersebut, Rovaley menilai pelaksanaan kuliah daring di awal semester genap memiliki sisi positif, terutama sebagai sarana adaptasi mahasiswa setelah libur panjang sekaligus menyambut awal bulan Ramadan. Menurutnya, metode ini memberikan fleksibilitas sehingga mahasiswa tidak terlalu menguras energi karena minimnya mobilitas fisik ke kampus.

Meski demikian, ia tidak menampik adanya tantangan dalam hal interaksi. “Pembelajaran daring tetap memiliki keterbatasan, terutama dalam hal efektivitas diskusi yang terasa berbeda dibandingkan perkuliahan luring. Namun, selama diimbangi dengan komunikasi yang baik antara dosen dan mahasiswa, saya berharap tujuan pembelajaran tetap tercapai optimal,” jelasnya.

Rovaley Tyantanu Ibrahim Chandra, mahasiswa FISIP UNEJ bersama mahasiswa rantau lainnya

Di sela kesibukan magang dan organisasi, Rovaley tetap disiplin menjaga kebugaran fisiknya. Olahraga ringan seperti jogging dan badminton menjadi agenda rutinnya agar kondisi tubuh tetap prima untuk menjalani jadwal yang padat. “Di sela kesibukan, saya selalu menyempatkan olahraga agar tubuh tetap bugar dan siap menghadapi aktivitas maksimal,” imbuhnya.

Keputusannya untuk tetap tinggal di Jember didasari oleh pertimbangan yang matang. Selain ingin fokus pada pengembangan diri, efisiensi waktu dan biaya perjalanan Jember-Palembang juga menjadi faktor utama, mengingat periode liburan yang berdekatan dengan momen lebaran mendatang. Bagi Rovaley, menjadi mahasiswa rantau berarti harus cerdas dalam mengelola waktu dan peluang.

“Menetap di Jember membantu saya menjadi lebih teratur dan mandiri. Saya bisa fokus menjalani magang, mengurus organisasi, serta mempersiapkan program kerja dengan lebih maksimal sehingga lebih siap menghadapi semester berikutnya,” pungkasnya.

Kisah Rovaley menjadi bukti bahwa jarak dengan keluarga bukan penghalang untuk tetap berprestasi. Langkah inspiratif ini diharapkan dapat memotivasi mahasiswa Universitas Jember lainnya untuk melihat masa liburan bukan sekadar waktu istirahat, melainkan sarana untuk meningkatkan kapasitas diri dan kemandirian sebelum memasuki dunia kerja yang sesungguhnya. (dil/rb)

#DiktisaintekBerdampak #UNEJBerdampak #Profil