Jember, 14 Februari 2026
UPA Pengembangan Karier dan Kewirausahaan Universitas Jember kembali menyelenggarakan kegiatan pelatihan pengembangan kompetensi bagi mahasiswa dan masyarakat umum melalui kegiatan bertajuk “Artificial Inteligent: Cara Ubah Laptop dan Skill Menjadi Alat Penghasil Dolar”.
Kegiatan ini menghadirkan Muhammadil Baqi Billah sebagai narasumber utama dan dimoderatori oleh Sigit L. Bimantoro, S.TP., CH., CPS., CMT (TDA).Pelatihan dibuka oleh kepala UPA Pengembangan Karier dan Kewirausahaan, Dr. Rokhani, SP., M.Si. yang terlebih dahulu memberikan sambutannya. “Kali ini kita berkolaborasi dengan komunitas Tangan Di Atas (TDA). Pelatihan ini diikuti oleh peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa Universitas Jember lintas fakultas, mahasiswa perguruan tinggi lain, hingga pelaku usaha dan profesional. Beberapa peserta berasal dari Fakultas Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, FISIP, Fakultas Hukum, MIPA, hingga pelaku usaha di bidang minuman dan perhotelan. Keberagaman latar belakang ini menunjukkan tingginya minat generasi muda terhadap peluang kerja berbasis digital dan remote work.” ujarnya
Pelatihan menghadirkan narasmber Muhammadil Baqi Billah, yang akrab dipanggil Baqi. Dalam paparannya, Baqi membagikan perjalanan hidupnya yang penuh proses sebelum akhirnya mampu menembus pasar global. Ia memulai karier sebagai brand designer pada tahun 2022. Sebelum mencapai titik tersebut, ia pernah mengalami penolakan kerja, bekerja sebagai kuli angkut bawang dengan upah Rp 600.000 per bulan, hingga menjalani berbagai pekerjaan di percetakan dan digital printing.
Ia juga menceritakan latar belakang pendidikannya di pondok pesantren selama lima tahun tanpa akses gawai maupun laptop. Keterampilan desain dipelajarinya secara otodidak melalui YouTube dengan fasilitas terbatas. Dari proses tersebut, ia menegaskan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang selama seseorang memiliki kemauan belajar dan keberanian mencoba.
Melalui platform freelance internasional, ia berhasil menangani lebih dari 2.000 klien dari berbagai negara dan memperoleh pendapatan dalam mata uang dolar. Ia menjelaskan bahwa perbedaan nilai tukar menjadi peluang strategis bagi talenta Indonesia. Skill yang sama dapat dihargai hingga belasan kali lipat lebih tinggi di pasar global dibandingkan di dalam negeri. Menurutnya, tren remote work terus meningkat secara global. Perusahaan luar negeri kini lebih terbuka bekerja sama dengan freelancer lintas negara. Sistem kerja fleksibel memungkinkan seseorang bekerja dari rumah, coffee shop, atau di mana pun selama pekerjaan selesai sesuai target dan kualitas yang disepakati.
Dalam sesi materi, ia menekankan perubahan mindset sebagai langkah awal. Mahasiswa didorong untuk tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja, tetapi membangun skill yang dapat dijual. Ia menegaskan bahwa klien tidak membeli gelar akademik, melainkan solusi atas permasalahan mereka. “Portofolio lebih bernilai daripada sertifikat. Klien ingin tahu, apakah kita bisa menyelesaikan masalah mereka atau tidak,” ujarnya.
Berbagai jenis jasa yang memiliki permintaan tinggi di platform freelance internasional turut dipaparkan, seperti desain grafis, social media asset design, virtual assistance, data entry, penerjemahan, coding, hingga konsultasi bisnis. Bahkan keterampilan dasar seperti mengoperasikan Microsoft Word dan Excel dapat dikembangkan menjadi jasa berbayar apabila dikemas secara profesional dan memiliki alur kerja yang jelas.
Ia juga menjelaskan tahapan teknis memulai karier freelance, mulai dari membuat profil profesional dengan foto yang representatif, menyusun bio yang menjelaskan keahlian dan value proposition, membangun portofolio yang menampilkan hasil kerja disertai deskripsi problem–solution–impact, hingga menyusun proposal singkat dan efektif.
Strategi memilih niche atau fokus bidang juga menjadi poin penting dalam materi. Peserta disarankan untuk tidak mencampur terlalu banyak skill dalam satu profil, melainkan fokus pada satu bidang utama agar positioning lebih kuat di pasar. Konsistensi, respons cepat, serta komunikasi profesional menjadi faktor penting dalam mempertahankan klien jangka panjang.
Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman mengenai sistem kerja di platform freelance seperti sistem kontrak per jam maupun per proyek, penggunaan connect untuk mengirim proposal, hingga pentingnya tidak memulai pekerjaan sebelum kontrak resmi dikirim melalui platform. Hal ini bertujuan untuk melindungi freelancer dari risiko kerugian.
Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan terkait kemampuan bahasa Inggris, sistem pembayaran internasional, pengurusan dokumen identitas, hingga strategi agar profil muncul di urutan atas pencarian. Narasumber menjelaskan bahwa keterbatasan bahasa dapat diatasi dengan bantuan teknologi, termasuk penggunaan Artificial Intelligence sebagai alat bantu komunikasi dan penyusunan proposal.
Pada kesempatan tersebut juga diperkenalkan Komunitas Tangan Di Atas (TDA) Jember sebagai wadah pengembangan wirausaha dan mentoring bisnis. Ketua TDA Jember menyampaikan bahwa komunitas ini telah aktif sejak 2018 dan kembali berkembang sejak 2022 dengan berbagai agenda rutin, termasuk kolaborasi dengan kampus untuk mendorong mahasiswa lebih mandiri secara finansial.
Melalui kegiatan ini, UPA Pengembangan Karier dan Kewirausahaan Universitas Jember menegaskan komitmennya dalam membekali mahasiswa dengan wawasan dan keterampilan yang relevan dengan perkembangan dunia kerja global. Pelatihan ini diharapkan mampu membuka perspektif baru bahwa laptop dan skill yang dimiliki dapat menjadi aset produktif bernilai ekonomi apabila dikelola dengan strategi dan mindset yang tepat.
Peluang dapat datang dari mana saja. Namun, kesiapan, konsistensi, dan keberanian mengambil langkah menjadi faktor penentu dalam memanfaatkannya.





