Jember, 18 Februari 2026
Realitas kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang belum mencapai kesempurnaan menjadi pijakan riset penelitian Dr.
Muhammad Khozin, S.Pd.I., M.A.P. dalam Ujian Terbuka Disertasi Program Studi Doktor Ilmu Administrasi di Gedung Mayapada, Universitas Jember (UNEJ), Jumat (13/02/2026).Berangkat dari problematika tersebut, riset ini membahas tentang Pembinaan dan Pengawasan Badan Usaha Milik Daerah Di Indonesia. Dalam disertasinya, Khozin menjelaskan bahwa BUMD belum berkontribusi penuh terhadap ekonomi daerah dan kebutuhan deviden untuk sebuah pelayanan. Tak hanya itu, terdapat gap antara sistem kerja BUMD dengan kenyataan atau prospek kerja yang terjadi. Sebagai bukti, hasil laporan pemantauan Kementerian Dalam Negeri (KEMENDAGRI), terdapat 28% BUMD di Indonesia yang merugi, 62% melaba, tidak dan kurang sehat di atas 50%.
“BUMD belum berkontribusi secara maksimal terhadap ekonomi daerah dan kebutuhan deviden untuk pelayanan. Ini terbukti dengan adanya laporan hasil pemantauan dari kementerian dalam negeri ada sebanyak 300 atau 28% BUMD yang ada merugi dan melaba 62%. Sementara, yang tidak sehat digabung dengan yang kurang sehat diatas 50%,” jelasnya.

Selanjutnya, untuk rumusan masalah, Khozin memilih satu sebagai payung besar dalam riset doktoralnya. Pasalnya, ia ingin melakukan perbaikan pada sistem kerja BUMD selama ini. Ia ingin membuktikan bahwa melalui sebuah teori, sistem kelembagaan, pembinaan dan pengawasan BUMD dapat lebih maksimal.
“Rumusan masalah kami mengambil satu sebagai payung besar dalam pengerjaan ini adalah bagaimana konstidurasi atau penamaan sistem kelembagaan, pembinaan dan pengawasan BUMD yang ada selama ini,” imbuhnya.
Pengawasan dan pembinaan BUMD berlangsung dalam konfigurasi kelembagaan yang kompleks akibat tidak terintegrasi dengan logika politik, bisnis dan pelayanan publik dalam satu desain institusi yang konsisten. Kondisi yang demikian memberikan dampak bagi kinerja BUMD, sehingga memicu variasi yang lebar serta rendahnya kontribusi fiskal dan kemanfaatan publik.

Melalui risetnya, Khozin berhasil membuktikan bahwa konstidurasi atau penamaan sistem kelembagaan, pembinaan dan pengawasan BUMD dapat bekerja secara sistemik dan maksimal melalui kerangka konstitusional teori dari Uni Dashboard, Konstitusional Konfercity dan Soft Systems Methodology.
“Kepengurusan konfigurasi kelembagaan pembinaan dan pengawasan BUMD yang sistemik dapat diterapkan melalui kerangka konstitusional teori dari Uni Dashboard, Konstitusional Konfercity dan Soft Systems Methodology,” ucapnya.
Di balik semua pencapaian dan penilitiannya, Khozin mengungkapkan salah satu faktor pendukung semua pencapaiannya adalah keluarga. Khususnya, almarhumah Ibunya yang memiliki keinginan agar anak-anaknya menjadi orang yang berguna.

“Pencapaian ini berdasarkan amanah almarhumah ibu saya,” pungkasnya. Harapannya, penelitian dan riset ini mejadi pijakan awal bagi reformasi pembinaan dan pengawasan BUMD yang lebih akuntabel, adaptif dan berkelanjutan. (dil/rb)
#DiktisaintekBerdampak #UNEJBerdampak #Alumni/Lulusan

