Gus Firjaun : Ibarat Masuk PTN Tanpa Tes, Puasa Sarana Dapat Ampunan dan Masuk Surga

Jember, 13 Maret 2026
Ada yang menarik saat KH.

M. Balya Firjaun Barlaman memberikan tausiyah dalam rangka kegiatan siraman rohani Ramadan di Masjid Al Hikmah kampus Universitas Jember atau UNEJ (13/3/2026). Kyai yang akrab disapa Gus Firjaun ini menyandingkan puasa dengan dunia pendidikan tinggi. Dirinya menyebut puasa seperti jalur masuk Perguruan Tinggi Negeri tanpas tes, bedanya yang menjalani puasa akan dapat ampunan dan masuk surga.

Menurut Gus Firjaun, ada tiga hal yang dapat memuluskan seseorang masuk mendapatkan ampunan sekaligus masuk surga. Pertama bakti kepada orang tua, kedua orang yang suka bersholawat kepada Rasulullah SAW, dan ketiga adalah mereka yang menjalankan puasa beserta ibadah Ramadan dengan baik. Oleh karena itu puasa adalah salah satu wujud kasih sayang Allah SWT kepada hambanya.

β€œMereka yang berpuasa dan beribadah di bulan Ramadan akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda, bahkan disediakan malam lailatul qadar yang setara dengan pahala seribu bulan. Maka rugi bagi ummat muslim yang tidak menjalankan puasa,” jelas Gus Firjaun.

Gus Firjaun menyampaikan ceramah bertema Ramadan Wujud Kasih Sayang Allah Pada Hambanya

Mantan Wakil Bupati Jember periode 2021-2025 ini kemudian menegaskan jaminan ampunan dari Allah SWT bagi mereka yang berpuasa. Seperti yang disabdakan oleh Rasulullah SAW bahwa sepuluh hari pertama bulan Ramadan Allah mencurahkan rahmat-Nya. Dilanjutkan dengan ampunan di sepuluh hari kedua, sementara sepuluh hari terakhir adalah pembebasan dari api neraka.

β€œMari kita tingkatkan ibadah di sepuluh hari terakhir Ramadan, mumpung kita masih diberi waktu, sembari berdoa dipertemukan lagi dengan Ramadan tahun depan,” imbuh Gus Firjaun yang juga pengasuh pondok pesantren Asshidiqi Putra Jember.

Rektor UNEJ membuka Siraman Rohani Ramadan 1447 H minggu keempat

Ajakan senada juga disampaikan oleh Rektor UNEJ saat memberikan sambutan pembukaan acara. Menurut Iwan Taruna Ramadan menjadi madrasah kehidupan tempat menata hati sambil berusaha memperbaiki diri. Oleh karena itu dirinya mengajak keluarga besar UNEJ yang hadir untuk memanfaatkan sisa Ramadan dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah.

Hasil madrasah Ramadan diharapkan akan menjadi semangat dan modal untuk mewujudkan tujuan perguruan tinggi mencetak lulusan yang memiliki kemampuan akademik yang baik, berintegritas, memiliki kepekaan sosial dan berintegritas.

β€œSemoga kita dipertemukan kembali dengan Ramadan tahun depan, termasuk tradisi menggelar siraman rohani setiap hari Jumat sebagai sarana bersilaturahmi sambil menambah ilmu ,” tutur Iwan Taruna. (iim)