Jember, 27 Maret 2026
Memasuki bulan Syawal 1447 Hijriah, Universitas Jember (UNEJ) menggelar kegiatan Halalbihalal Keluarga Besar UNEJ sebagai momentum untuk memperkuat kebersamaan antar sivitas akademika sekaligus membangun suasana yang harmonis di lingkungan kampus.
Kegiatan rutin tahunan ini menjadi momentum penting bagi seluruh elemen sivitas akademika di lingkungan kampus untuk saling bermaaf-maafan dan mempererat tali silaturahmi.
Rektor Universitas Jember, Dr.
Ir. Iwan Taruna, M.Eng., IPM., ASEAN Eng., menyampaikan rasa syukur atas soliditas yang terus terbangun di lingkungan Keluarga Besar UNEJ. Beliau mengajak seluruh sivitas akademika untuk menjadikan momen Idulfitri sebagai titik tolak perbaikan diri secara utuh, baik sebagai pribadi maupun sebagai bagian dari institusi.
βMomentum Idulfitri dan Halalbihalal ini harus kita maknai sebagai titik awal untuk kembali ke fitrah, memperbaiki diri, sekaligus memperkuat kebersamaan sebagai satu keluarga besar Universitas Jember. Nilai-nilai yang kita latih selama Ramadan, kejujuran, kedisiplinan, kesabaran, dan kepedulian, perlu terus kita hidupkan dalam setiap aspek kinerja dan pelayanan,β ujar Rektor.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pencapaian kinerja dan penguatan budaya institusi.
“Semangat Unggul, Sinergi, dan Berdampak harus terus dijadikan pondasi utama. Di tengah suasana yang penuh kehangatan ini, mari kita saling membuka hati, memperkuat komunikasi, dan menumbuhkan rasa saling percaya karena Universitas Jember bukan sekadar tempat bekerja, melainkan rumah besar bersama,” imbuhnya.
Pada acara inti, Universitas Jember menghadirkan penceramah tamu, yakni Dr. Muhammad Muhib Alwi, S.Psi., M.A., yang merupakan Ketua Jurusan Psikologi dan Bimbingan Konseling Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember. Sesuai dengan tema acara yakni “Hikmah Halal Bihalal”, ia menekankan bahwa makna terdalam dari Halalbihalal adalah kemampuan untuk memaafkan secara tulus sebagai jalan menuju ketenangan batin.

βKetika seseorang mau memaafkan, ia tidak hanya menyelesaikan persoalan dengan orang lain, tetapi juga sedang membuka jalan bagi dirinya sendiri untuk mendapatkan ketenangan. Dari situlah lahir sakinah, kedamaian yang mendalam di dalam hati,β jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa ego, iri, dan dengki sering kali menjadi penghalang utama dalam membangun hubungan yang sehat, baik dalam kehidupan pribadi maupun lingkungan kerja.
βYang paling berat bukan sekadar memaafkan, tetapi mendoakan orang yang pernah menyakiti kita. Namun justru dari situlah kita bisa mendapatkan ketenangan batin, bahkan berdampak pada kesehatan fisik dan kualitas hidup,β ungkapnya.
Kegiatan Halalbihalal kemudian ditutup dengan tradisi bersalaman (musafahah) oleh seluruh Keluarga Besar Universitas Jember yang berlangsung penuh kehangatan. Suasana kekeluargaan semakin terasa dalam sesi ramah tamah yang menjadi penutup rangkaian acara. (qf)
