Purworejo, 9 April 2026
Fakultas Kedokteran Universitas Jember (FK UNEJ) mempercepat langkah strategis penguatan sumber daya manusia (SDM) kesehatan dengan menggandeng institusi kepolisian di Jawa Tengah.
Melalui kunjungan ke Polres Purworejo, FK UNEJ tidak hanya menjajaki kerjasama pengembangan SDM bidang Ilmu Bedah dan Anestesi, tetapi juga mematangkan rencana bakti sosial operasi bibir sumbing dan langit-langit bagi masyarakat.Langkah ini dinilai sebagai terobosan kolaboratif lintas sektor untuk menjawab keterbatasan tenaga dokter spesialis di Indonesia, sekaligus menghadirkan layanan kesehatan yang lebih inklusif dan merata.
Kabupaten Purworejo sendiri memiliki jumlah penduduk sekitar 809 ribu jiwa, dengan dominasi usia produktif di atas 62 persen. Kondisi ini mencerminkan tingginya kebutuhan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan berkelanjutan, termasuk layanan spesialis bagi kasus-kasus tertentu seperti bibir sumbing dan langit-langit.
Kapolres Purworejo, AKBP Windy Syafutra, S.H., S.I.K., M.Med.Kom., menegaskan komitmennya untuk tidak hanya mendukung kegiatan tersebut, tetapi juga menggerakkan kolaborasi yang lebih luas lintas sektor.
βKami menyambut baik inisiatif FK UNEJ ini. Polres Purworejo berkomitmen untuk menggandeng Pemerintah Kabupaten Purworejo, Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo, serta rumah sakit yang ada di wilayah Purworejo, agar program operasi bibir sumbing ini dapat berjalan optimal, tepat sasaran, dan menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan,β tegasnya.
Menurutnya, sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan institusi kesehatan menjadi kunci dalam memastikan keberhasilan program kemanusiaan sekaligus penguatan SDM kesehatan di daerah.
Program operasi gratis ini tidak hanya berfokus pada tindakan medis, tetapi juga membawa dampak jangka panjang dalam meningkatkan kualitas hidup pasien, khususnya anak-anak, baik dari sisi kesehatan maupun psikologis.
Di sisi lain, Dekan FK UNEJ, Dr. dr. Ulfa Elfiah, M.Kes., Sp.BP-RE., Subsp.L.B.L.(K)., menegaskan, pembukaan program spesialis Ilmu Bedah dan Anestesi merupakan bagian dari kontribusi UNEJ dalam menjawab kebutuhan nasional.
βKebutuhan dokter spesialis di Indonesia masih sangat tinggi. Oleh karena itu, kami terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memastikan program ini dapat tersosialisasi dengan baik dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas layanan kesehatan,β ujarnya.
Ia menambahkan, keterlibatan berbagai pihak, termasuk kepolisian dan pemerintah daerah, menjadi faktor penting dalam mempercepat pemerataan tenaga medis di berbagai wilayah.
Sementara itu, Mohamad Isriadi menyampaikan, langkah ini merupakan bagian dari strategi komunikasi kelembagaan UNEJ dalam memperkuat jejaring nasional.
βKami tidak berhenti di Purworejo. Kegiatan ini berlanjut ke Polrestabes Semarang dan Polres Semarang sebagai bentuk ekspansi kolaborasi. Ini menunjukkan komitmen UNEJ untuk hadir dan berkontribusi secara nyata di tengah masyarakat,β jelasnya. kala kunjungannya ke Polres Purworejo (09/04/2026).
Rangkaian kunjungan ini menegaskan posisi FK UNEJ sebagai institusi pendidikan tinggi yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan kesehatan nasional.
Dengan kolaborasi yang semakin luas antara akademisi, kepolisian, dan pemerintah daerah, UNEJ optimis program pengembangan SDM kesehatan dan kegiatan sosial ini tidak hanya berdampak lokal, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia secara keseluruhan.(is)





