Jember, 7 Mei 2026
Pendidikan yang inklusif dan terjangkau menuntut inovasi yang tidak hanya canggih secara digital, tetapi juga menyentuh aspek praktis.
Hal inilah yang dibuktikan oleh Tim Nala Aksi Universitas Jember (UNEJ) melalui inovasi bernama SAKOLA, sebuah gagasan edukatif yang mengintegrasikan teknologi dalam wujud prototype kartu cetak.SAKOLA hadir sebagai solusi yang fleksibel dan adaptif untuk mendukung target Sustainable Development Goals (SDGs) serta Asta Cita. Berbeda dengan banyak gagasan yang hanya berhenti di atas kertas, tim ini membawa prototype nyata berupa kartu cetak saat presentasi. Kartu ini dirancang untuk memudahkan akses pendidikan dengan biaya terjangkau namun tetap memiliki jangkauan teknologi yang luas.

Rina Dwi Rahayu, ketua tim dari Pendidikan Fisika, menjelaskan bahwa kekuatan SAKOLA terletak pada kesederhanaan dan kemampuannya untuk diimplementasikan secara nyata. “Kami ingin menghadirkan solusi konkret bagi permasalahan pendidikan. Melalui kartu SAKOLA, proses belajar menjadi lebih terstruktur dan menarik karena didukung oleh video edukatif,” jelasnya.
Kepiawaian tim dalam memadukan argumen ilmiah dengan visualisasi produk yang nyata membuat SAKOLA mendapat apresiasi tinggi. Dalam tahap final, tim tampil meyakinkan dengan presentasi bilingual (Bahasa Inggris dan Indonesia) serta manajemen waktu yang solid.

Kami memiliki prinsip sederhana: lomba bersama, berproses bersama, dan meraih hasil terbaik bersama. Prestasi ini adalah bukti bahwa kerja sama tim dan persiapan matang dapat menghasilkan pencapaian luar biasa,β tambah Rina.
Keberhasilan ini menjadi energi baru bagi Tim Nala Aksi. Saat ini, mereka tengah bersiap menuju dua kompetisi besar selanjutnya yang akan berlangsung di Lombok pada bulan Mei dan Bogor pada bulan Juni mendatang.

Inovasi SAKOLA ini berhasil mengantarkan Tim Nala Aksi meraih gelar Juara Umum, Juara Best Presentation, serta Medali Gold dalam ajang Lomba Esai Nasional Nusantara Writing Festival 5 (NWF 5) yang berlangsung pada April 2026.
βHarapan saya ke depan, tim Nala Aksi dapat terus berkembang tidak hanya dalam meraih prestasi, tetapi juga dalam memberikan kontribusi nyata melalui ide-ide yang kami hasilkan. Kami ingin tetap konsisten berproses, menjaga kekompakan, serta meningkatkan kualitas diri di setiap kesempatan yang ada,β pungkas Rina.

Tim lintas disiplin ini beranggotakan Rina Dwi Rahayu, Haikal Oke Wicaksono, Vivian Muzayyadah (Pendidikan Fisika), dan Bagus Akmalul Yaqin (Manajemen), di bawah bimbingan Lailatul Nuraini, S.Pd., M.Pd., ClQnR serta Rizky Atika Salsabila Ivabianca Putri, M.M. Dalam kompetisi yang diikuti 319 finalis dari 68 instansi se-Indonesia ini, UNEJ sukses menempati posisi Juara 1, disusul oleh Universitas Airlangga (Juara 2) dan SMAN 4 Denpasar (Juara 3). (dil/adi)
#DiktisaintekBerdampak #UNEJBerdampak #IKU3
