Jember, 13 Mei 2026
Sebuah terobosan digital lahir dari tangan mahasiswa Universitas Jember (UNEJ) sebagai jawaban atas peliknya perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Adalah SENTRA (System Edukasi dan Navigasi TKI Rantau Aman), sebuah platform integratif yang dirancang khusus untuk memutus rantai birokrasi gelap dan ancaman perdagangan manusia. Inovasi ini menjadi bukti nyata bahwa keresahan sosial di masyarakat mampu dikonversi menjadi solusi teknologi tepat guna oleh generasi muda Kampus Tegalboto.Lahirnya SENTRA merupakan hasil buah pikir Mirza Rosiadi Afriansyah, mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional (HI) FISIP UNEJ. Berangkat dari keprihatinan mendalam terhadap maraknya kasus online scamming dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang menimpa WNI di luar negeri, Mirza mencoba membedah akar masalahnya melalui sistem yang lebih transparan. Fokus inovasi ini bukan sekadar pada kecanggihan teknologi, melainkan pada urgensi perlindungan kemanusiaan bagi calon PMI yang seringkali terjebak jalur ilegal akibat informasi yang tumpang tindih dan prosedur yang dianggap menyulitkan.

βSENTRA saya rancang sebagai aplikasi terpadu yang terintegrasi dengan berbagai fitur layanan, mulai dari fase pra-penempatan hingga pasca-penempatan secara berkelanjutan. Melalui sistem ini, kami ingin menghadirkan perlindungan hak, kemudahan akses layanan, serta navigasi yang jelas bagi pekerja migran di setiap tahapan,β jelas Mirza.
Aplikasi ini mengusung konsep kolaborasi lintas instansi, melibatkan Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Luar Negeri, Imigrasi, hingga Kepolisian. Dengan menggunakan sistem Government Service Bus (GSB), SENTRA mampu menyederhanakan proses birokrasi yang sebelumnya kompleks dan memakan waktu, sehingga calon PMI tidak lagi merasa terdorong untuk memilih jalur non-prosedural yang berisiko tinggi.
Bagi Universitas Jember, hadirnya gagasan seperti SENTRA merupakan representasi dari kualitas pendidikan yang mendorong mahasiswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga peka dan solutif terhadap isu kemanusiaan yang mendesak. Keunggulan inovasi ini terletak pada visinya untuk mengembalikan rasa aman bagi para pahlawan devisa sejak sebelum keberangkatan hingga kembali ke tanah air.

Ketajaman gagasan Mirza dalam membedah urgensi perlindungan PMI ini pun akhirnya membuahkan pengakuan di tingkat nasional. Karya esai SENTRA tersebut berhasil mengantarkan Mirza Rosiadi Afriansyah meraih Juara 2 dalam ajang Sriwijaya Innovation Essay and Poster Award (SINEPA) 2026 yang diselenggarakan pada pertengahan Maret lalu.
Pencapaian ini menjadi bukti bahwa inovasi mahasiswa UNEJ memiliki daya saing tinggi dan relevansi kuat terhadap kebutuhan bangsa. Meski saat ini masih berupa gagasan di atas kertas, Mirza menyimpan harapan besar agar suatu hari nanti SENTRA dapat diimplementasikan secara nyata.
βJangan pernah menunggu merasa βcukup siapβ untuk memulai. Lomba bukan hanya tentang menang atau kalah, tetapi tentang bagaimana kita melatih cara berpikir dan berani menyuarakan apa yang kita yakini. Langkah kecil hari ini adalah awal dari pencapaian besar di masa depan,β pungkasnya. (dil/ajf)
#DiktisaintekBerdampak #UNEJBerdampak #IKU3
