UKM-K Dolanan FTP UNEJ: Merajut Harmoni Sabang-Merauke Melalui Keheningan dan Perjuangan Rasa

Jember, 18 Mei 2026

Gerak yang selaras dan energi yang menyatu di atas panggung bukanlah sekadar hasil instan, melainkan buah dari proses panjang yang penuh dedikasi.

Unit Kegiatan Mahasiswa Kesenian (UKM-K) Dolanan Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Jember (UNEJ) membuktikan bahwa estetika pertunjukan mereka berakar pada metode latihan unik dan filosofi mendalam yang menjadi fondasi identitas tim.

Berbeda dengan kelompok tari pada umumnya, UKM-K Dolanan menerapkan metode latihan yang tidak biasa dengan kerap berlatih tanpa iringan musik. Hal ini dilakukan untuk mengasah rasa dan penghayatan gerak agar setiap penari tidak sekadar mengikuti irama, tetapi benar-benar menjiwai setiap transisi posisi dan ekspresi.

Kedisiplinan ini diperkuat dengan sesi evaluasi terbuka pasca-latihan, di mana setiap anggota memiliki ruang untuk memberi dan menerima masukan. Untuk membangun kesiapan mental, mereka juga rutin melakukan sesi full run yang mensimulasikan kondisi panggung sesungguhnya, lengkap dengan fokus dan energi penuh.

Kekuatan utama UKM-K Dolanan terletak pada konsep keberagaman yang mereka usung. Dalam setiap penampilannya, tim berupaya memadukan unsur dari delapan daerah berbeda di Indonesia, menciptakan harmoni yang menggambarkan perjalanan budaya dari Sabang hingga Merauke.

β€œKonsepnya keberagaman, jadi tiap gerakan itu mewakili karakter daerah yang berbeda, tapi tetap disatukan dalam satu alur yang utuh,” ucap Diah Ayuk Wulandari, salah satu anggota tim. Konsep ini menjadi simbol bahwa perbedaan budaya dapat disatukan dalam satu napas gerak tanpa menghilangkan identitas aslinya.

Namun, perjalanan ini tidak selalu mulus. Para anggota harus menghadapi momen lelah, jenuh, hingga tekanan jadwal latihan yang padat yang sempat membuat mereka hampir menyerah. Kekuatan untuk bertahan muncul dari dukungan emosional antaranggota dan kesadaran akan tujuan bersama. Bagi mereka, setiap tetes keringat adalah bagian dari alasan mengapa mereka memilih untuk terus berkarya.

Penampilan Tim UKM-K Dolanan UNEJ yang mengusung tema Sabang hingga Merauke

Menanggapi momentum Hari Tari Sedunia, Diah Ayuk Wulandari menekankan bahwa tari adalah bahasa universal untuk menyampaikan cerita dan identitas. Menurutnya, generasi muda memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga kelestarian budaya melalui media sosial dan inovasi karya.

β€œTari bukan sekadar gerakan, tetapi juga bentuk ekspresi diri, identitas budaya, dan sarana untuk menyampaikan cerita. Generasi muda itu punya peran penting. Kita bisa jadi penerus yang menjaga dan ngenalin tari ke banyak orang, apalagi sekarang ada media sosial yang bisa bantu banget buat promosiin karya-karya tari,” tuturnya.

Ia juga berharap agar ekosistem tari di Indonesia terus berkembang dengan dukungan yang lebih luas. β€œHarapan saya, semoga dunia tari di Indonesia makin berkembang dan makin banyak yang memberi perhatian. Semoga juga makin banyak kesempatan penari untuk tampil, baik di dalam negeri maupun internasional, tapi tetap tidak kehilangan ciri khas budaya kita,” pungkasnya.

Tim UKM-K Dolanan UNEJ, Juara 3 iFORTE National Dance Competition

Seluruh dedikasi dan metode latihan unik ini sebelumnya telah membuahkan hasil nyata pada awal tahun ini. Tim tari UKM-K Dolanan FTP UNEJ yang beranggotakan Diah Ayuk Wulandari, Anita Mawar (Teknik Pertanian 2022), Moh. Zayid Zidane (Teknologi Industri Pertanian 2021), dan Aprilia Purwanti (2023) berhasil meraih Juara 3 dalam ajang National Dance Competition pada Januari lalu. (dil/ajf)

#DiktisaintekBerdampak #UNEJBerdampak #IKU3