Nobar Film “Pesta Babi”, Mahasiswa Hubungan Internasional UNEJ Bangun Ruang Refleksi Isu Kemanusiaan

Jember, 24 Mei 2026

Di tengah derasnya arus informasi digital, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk memahami teori, tetapi juga memiliki empati serta kemampuan reflektif terhadap realitas sosial yang terjadi di masyarakat.

Program Studi Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jember (UNEJ) kembali menghadirkan ruang diskusi akademik yang dikemas melalui kegiatan Kuliah Tamu Media dan Komunikasi Politik Global melalui nonton bersama (nobar) dan diskusi film dokumenter “Pesta Babi Kolonialisme di Zaman Kita”.

Kegiatan yang digelar pada Sabtu (23/05/2026) tersebut mendapatkan antusiasme tinggi dari mahasiswa.

Sambutan oleh Dr. Muhammad Iqbal, Dosen Prodi Hubungan Internasional FISIP UNEJ

Suasana hangat dan penuh refleksi terasa sejak awal kegiatan berlangsung. Di tambah lagi, sebelum menonton film, mahasiswa disuguhkan oleh pembacaan puisi Menolak Korupsi yang dibawakan oleh Barlean Bagus, Seniman budayawan Jember sekaligus dosen FISIP UNEJ .
Dalam sambutannya, Dr. Muhammad Iqbal, Dosen Prodi Hubungan Internasional UNEJ mengaku terharu dengan kehadiran peserta meskipun di hari libur. Fakta ini menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki minat yang tinggi dalam membangun ruang dialog dan pemahaman terhadap berbagai isu sosial serta kemanusiaan.

Selanjutnya, Iqbal juga mengatakan bahwa kegiatan nobar film ini bukan sekadar agenda hiburan atau mengikuti tren semata, melainkan menjadi medium pembelajaran bersama untuk memahami berbagai realitas sosial melalui sudut pandang film. Melalui kegiatan ini, mahasiswa akan menerima informasi sekaligus pemahaman konteks, nilai kemanusiaan dan dinamika sosial yang lebih mendalam.

Pembacaan puisi Melawan Korupsi oleh Barlean Bagus

“Nobar dan diskusi film ini bukanlah aktivitas untuk fomo. Namun, justru inilah momentum bersama bagi kita yang hendak mengetahui apa yang terjadi dibalik suatu peristiwa dan suara yang tidak bisa disuarakan. Film dapat menjadi ruang refleksi untuk melihat berbagai peristiwa dari perspektif yang lebih dekat dan manusiawi. Diskusi seperti ini penting agar mahasiswa tidak hanya menerima informasi, tetapi juga mampu memahami konteks, nilai kemanusiaan, dan dinamika sosial yang melatarbelakanginya,” ujarnya.

Selanjutnya, nobar ini juga berhubungan dengan prodi Hubungan Internasional, media dipandang memiliki peran penting dalam membentuk pemahaman publik terhadap suatu isu. Seperti pemikiran Marshall McLuhan mengenai media sebagai perpanjangan manusia menjadi salah satu landasan bagaimana film dapat menghadirkan realitas sosial kepada masyarakat secara lebih emosional dan mendalam.

“Dalam studi Hubungan Internasional, belajar melalui film jelas seperti pemikiran klasik dari Marshall McLuhan bahwa media adalah perpanjangan manusia. Maka, kita berterima kasih kepada produser kolaborator dari film ini yang mampu memindahkan peristiwa yang ada di sana dalam sebuah film,” jelasnya.

Suasana nobar film Pesta Babi Kolonialisme di Zaman Kita yang bertempat di Aula FISIP UNEJ

Melalui film dokumenter tersebut, peserta diajak untuk melihat cara media visual mampu menghadirkan cerita, pengalaman dan suara masyarakat yang jarang tersampaikan di ruang publik. Hal ini sekaligus membuka ruang diskusi mengenai isu kemanusiaan, representasi media, hingga pentingnya empati dalam memahami persoalan sosial.

Tidak hanya menonton bersama, kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi interaktif yang membahas proses produksi film, pendekatan dokumenter, hingga makna yang ingin disampaikan oleh para pembuat film. Para peserta turut memberikan pandangan dan pertanyaan kritis terkait kualitas narasi, sudut pandang visual, serta pesan sosial yang dihadirkan.

Menariknya, sesi diskusi kali ini menghadirkan sutradara film “Pesta Babi”, Cipry Paju Dale melalui zoom online. Ia mengatakan bahwa diskusi kali ini adalah yang paling unik, karena tidak biasa film Pesta Babi ini dibahas dalam forum akademik.

Diskusi bersama sutradara film Pesta Babi Kolonialisme di Zaman Kita, Cipry Paju Dale melalui aplikasi zoom meeting

“Ini merupakan permintaan yang unik dalam diskusi film ini, di mana dibahas di forum akademik yang membahas media dan komunikasi politik global,” ucapnya.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk bukti Prodi Hubungan Internasional FISIP UNEJ dalam menghadirkan budaya akademik yang terbuka, reflektif, dan humanis. Melalui ruang-ruang diskusi kreatif seperti ini, mahasiswa diharapkan mampu membangun cara pandang yang kritis sekaligus bijak dalam menyikapi berbagai isu global maupun nasional.