Jember, 6 Juni 2026
Momen wisuda selalu melahirkan kisah-kisah inspiratif dari para lulusannya.
Salah satunya adalah Santika Anggun Nurkarima, mahasiswi Program Studi (Prodi) Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Jember (UNEJ) angkatan 2022. Gadis asal Banyuwangi ini sukses menarik perhatian pada wisuda periode X tahun akademik 2025/2026 berkat segudang prestasi dan pengalaman bekerja yang sudah ia kantongi bahkan sebelum resmi lulus kuliah.Menurut Santika, selama berada di bangku perkuliahan ia aktif mengikuti kegiatan organisasi dan kepanitiaan serta pernah menyabet juara 1 Internasional Bridge Design Competition NTU. Saat itu, ia tidak hanya dituntut untuk memahami sebuah teori, tetapi juga menerapkan ilmu teknik, kerja sama tim, menyelesaikan masalah, hingga mempresentasikan hasil dihadapan dewan juri. Oleh karena itu, ia merasa kompetisi tersebut sangat membantu dalam pengembangan diri sebagai mahasiswa Teknik Sipil.
“Saya aktif mengikuti berbagai kompetisi tingkat nasional maupun internasional di bidang Teknik Sipil, khususnya kompetisi perancangan dan konstruksi jembatan. Selain itu, saya juga terlibat dalam kegiatan organisasi dan kepanitiaan yang membantu mengembangkan kemampuan komunikasi, kerja sama tim, dan kepemimpinan. Prestasi-prestasi tersebut menjadi pengalaman berharga yang membentuk kemampuan teknis maupun soft skills saya selama menempuh pendidikan, ” ucapnya.

Di antara deretan prestasi yang ia dapatkan, Santika paling terkesan pada keberhasilannya menyabet juara 1 Internasional Bridge Design Competition NTU. Pasalnya, ia tidak hanya dituntut untuk memahami sebuah teori, tetapi juga menerapkan ilmu teknik, kerja sama tim, menyelesaikan masalah, hingga mempresentasikan hasil dihadapan dewan juri. Oleh karena itu, ia merasa kompetisi tersebut sangat membantu dalam pengembangan diri sebagai mahasiswa Teknik Sipil.
Selain itu, ia juga mengaku berhasil memanfaatkan waktu senggang setelah sidang dengan bekerja sebagai BIM Engineer di PT. Nindya Karya Persero. Di balik langkah tersebut, ia memiliki motivasi untuk mendapatkan pengalaman industri dan menerapkan pengetahuan yang telah dipelajari.
“Motivasi saya bekerja sebelum lulus adalah karena saya ingin mendapatkan pengalaman industri sedini mungkin dan memahami bagaimana ilmu yang dipelajari di kampus diterapkan secara nyata di lapangan. Saya merasa pengalaman kerja dan organisasi saja belum cukup, sehingga saya mencoba menambah wawasan melalui proyek, magang, dan kompetisi. Selain itu, saya juga ingin melatih kemampuan beradaptasi, komunikasi, serta manajemen waktu agar ketika lulus nanti sudah lebih siap menghadapi dunia kerja,” imbuhnya.

Menariknya, keputusan yang ia lakukan saat ini tidak luput dari dukungan orang tua. Keduanya memandang bahwa bekerja setelah sidang merupakan langkah awal yang sangat baik. Selain itu, bekerja menjadi sarana terbaik untuk mengembangkan kemampuan, memperluas wawasan dan sarana pengaplikasian ilmu yang telah ia dapatkan. Dengan alasan tersebut, keduah orang tuanya sangat mendukung dan yakin dengan langkah yang ia terapkan.
“Orang tua cukup mendukung keputusan saya untuk mulai terjun ke dunia kerja. Mereka memandang bahwa bekerja setelah sidang merupakan kesempatan yang baik untuk belajar secara langsung dari dunia profesional. Selain dukungan dari orang tua, saya juga berusaha menunjukkan bahwa keputusan tersebut diambil dengan penuh pertimbangan dan tanggung jawab. Bagi saya, bekerja bukan hanya tentang mencari pengalaman, tetapi juga tentang mengembangkan kemampuan, memperluas wawasan, dan mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari selama kuliah ke dalam praktik yang nyata. Dengan begitu, orang tua pun merasa lebih yakin dan mendukung langkah yang saya ambil,” jelasnya.
Di balik rekam jejak prestasinya, Santika mengungkapkan bahlwa ia pernah memiliki tantangan dalam management waktu antara jadwal perkuliahan, pengerjaan tugas, persiapan lomba dan kegiatan organisasi. Akan tetapi, ia berhasil mengatasi tantangan tersebut dengan berusaha untuk terus disiplin, konsisten, bekerjau keras dan membuat target di setiap langkahnya.

BIM (Building Information Modeling) Engineer bertugas membuat, mengelola, dan mensimulasikan model bangunan dan infrastruktur 3 dimensi beserta seluruh data teknisnya
“Tantangan terbesar yang saya hadapi adalah manajemen waktu. Pada beberapa periode, jadwal perkuliahan, pengerjaan tugas, persiapan lomba, dan kegiatan organisasi berlangsung secara bersamaan. Untuk mengatasi tantangan tersebut, saya berusaha tetap disiplin, konsisten, dan bekerja keras dalam menjalankan setiap tanggung jawab. Saya membuat target yang jelas, membagi pekerjaan menjadi beberapa tahapan yang lebih kecil, serta memanfaatkan waktu luang secara maksimal. Selain itu, saya juga selalu berusaha menjaga komitmen terhadap setiap tugas yang telah menjadi tanggung jawab saya,” ujarnya.
Tak lupa, Santika juga membagikan tips kepada mahasiswa lain untuk selalu konsisten dan mencoba hal baru. Sebab, setiap kegiatan yang kita lakukan akan berdampak di masa depan.
“Saya ingin menyampaikan bahwa setiap mahasiswa memiliki proses dan perjuangannya masing-masing. Jangan terlalu fokus membandingkan diri dengan orang lain, tetapi fokuslah pada bagaimana menjadi lebih baik dari diri sendiri setiap harinya. Tetap semangat, terus belajar, dan jangan takut mencoba hal-hal baru. Setiap pengalaman yang dijalani akan menjadi bekal berharga untuk masa depan,” pungkasnya.
Saat di bangku perkuliahan, Santika juga berhasil menyabet beberapa kejuaraan lainnya, diantaranya sebagai berikut:
1. Juara 2 Fondasi Balsa Bridge Competition (FBBC) di Universitas Sebelas Maret (UNS)
2. Juara 3 Civil Bridge Competition (CBC) di Universitas Islam Malang (UNISMA)
3. Juara 1 Big Bang Competition (BBC)
4. Juara 1 Nasional Bridge Competition (NBC) di Politeknik Negeri Semarang (POLINES)
5. Juara 1 Civil On Stage (COS) di Institut Teknologi Sumatera (ITERA)
6. Juara 2 Warmadewa Civil Competition (WCC) di Universitas Warmadewa (UNWAR)
7. Juara 3 Kompetisi Jembatan Indonesia XIX (KJI XIX)
Kisah Santika menggambarkan bahwa lulusan Universitas Jember tidak hanya unggul dalam sebuah teori, tetapi juga memiliki daya saing tinggi. (dil/rb)

