Jember, 12 Juni 2026
Isu kesehatan anak memerlukan pendekatan edukasi yang segar, komunikatif, dan menyentuh ranah keluarga.
Menjawab tantangan tersebut, tim A-Fast dari Program Studi S1 Ilmu Keperawatan (FKep) Universitas Jember (UNEJ) menuangkan ide kreatif mereka ke dalam sebuah karya poster edukatif yang mengusung konsep “IBU HEBAT”. Melalui media visual tersebut, mereka merumuskan strategi taktis pencegahan penyakit ginjal pada anak yang dirancang agar mudah dipahami oleh masyarakat luas.Ide yang digagas oleh Annisa Fatimah Rahma dan Alfun Khusniya Mubin ini memuat edukasi komprehensif mengenai definisi penyakit ginjal, tanda-tanda awal, gejala klinis, hingga langkah pencegahan preventif di lingkungan rumah tangga. Meski saat ini masih tertuang dalam ide yang diusung dalam bentuk poster, gagasan matang ini nyatanya mampu menginspirasi sekaligus membawa dampak besar di tingkat nasional.
Pencapaian ini terasa semakin istimewa karena tim A-Fast berhasil mempertahankan gelar juara yang diraih pada kompetisi yang sama di tahun sebelumnya. Bagi Annisa, gagasan dan kemenangan tahun ini adalah pembuktian atas proses, kerja sama, dan konsistensi yang mereka bangun selama dua tahun terakhir. Annisa mengaku tidak menyangka bahwa perjalanan yang awalnya hanya berangkat dari keinginan mencoba justru membawa mereka kembali berdiri di posisi tertinggi kompetisi nasional.

“Awalnya, kami memang suka ikut lomba dan hanya ingin mengisi waktu luang. Tahun 2025 itu berawal dari Alfun mengajak lomba, lalu ternyata bisa juara satu. Tahun ini harapannya bisa mempertahankan juara tersebut dan alhamdulillah terwujud,” ujarnya.
Kompetisi skala nasional ini sendiri dilaksanakan melalui dua tahapan, yakni seleksi poster secara online dan presentasi final secara offline. Pada babak final, tim A-Fast harus berhadapan dengan dua tim dari Universitas Indonesia (UI). Situasi kompetisi yang ketat tersebut sempat membuat keduanya merasa gugup.
“Jujur awalnya nervous karena dua saingan kami sama-sama dari Universitas Indonesia. Tapi kami berusaha percaya diri dan memaksimalkan perform kami saat presentasi,” imbuhnya.
Guna menghidupkan ide “IBU HEBAT” yang tertuang dalam poster tersebut dan menarik perhatian dewan juri, tim A-Fast menghadirkan konsep presentasi yang lebih kreatif. Tidak hanya memaparkan isi poster secara monoton, mereka menyisipkan metode roleplay, storytelling, hingga lagu edukatif sebagai media penyampaian pesan kesehatan yang kuat kepada audiens.
“Tahun lalu kami hanya mengawali presentasi dengan sebuah cerita biasa. Namun, tahun ini kami sedikit ekstra membuat konsepnya, yaitu dengan roleplay antara pendongeng dan sosok ibu hebat, lalu di akhir presentasi kami menyajikan lagu singkat yang membawakan peran ibu dan pencegahan penyakit ginjal pada anak,” jelas Annisa.

Kreativitas visual dan narasi interaktif terbukti menjadi kunci penting dalam menyampaikan edukasi kesehatan kepada masyarakat. Melalui media poster ini, mereka berhasil membuktikan bahwa informasi medis yang berat dapat dikemas menjadi sesuatu yang informatif, komunikatif, dan mudah diingat.
Di balik keberhasilan ide menginspirasi tersebut, keduanya harus menghadapi tantangan dalam membagi waktu antara kegiatan kompetisi dan tanggung jawab akademis di kampus. Pasalnya, mereka kini telah memasuki semester enam dan mulai disibukkan dengan penyusunan proposal tugas akhir serta berbagai tugas perkuliahan lainnya. Meski demikian, kekompakan menjadi modal utama tim A-Fast dalam melewati setiap proses.
“Tantangan terbesar adalah membagi waktu antara kuliah dan lomba. Semester ini kami juga fokus pada proposal tugas akhir, tetapi alhamdulillah masih bisa menyeimbangkan keduanya. Kami selalu yakin satu sama lain kalau kami bisa melakukan yang terbaik. Selain itu kami juga orangnya suka bercanda dan ceria, jadi dibuat santai saja,” katanya.
Melalui draf ide poster “IBU HEBAT” ini, Annisa membagikan pesan penyemangat kepada mahasiswa lain agar tidak ragu menuangkan ide dan mengambil berbagai kesempatan yang ada. Menurutnya, keberanian untuk memulai menjadi langkah paling krusial dalam sebuah proses berkembang.
“Harus berani memulai dan menemukan partner yang tepat. Karena percuma kalau menunda dan takut untuk muncul di permukaan. Tidak akan pernah berproses,” pungkasnya.
Melalui ketajaman gagasan dan performa presentasi yang apik tersebut, tim A-Fast FKep UNEJ hingga sukses menyabet Juara 1 pada lomba Poster GENOM 2026 yang diselenggarakan oleh Gen Corps Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga (UNAIR) pada awal Mei 2026 lalu. (dil/rb)
#DiktisaintekBerdampak #UNEJBerdampak #IKU3
