Menantang Batas Diri, Giovanni Apta Chandrawinata Persembahkan Medali Perunggu ONMIPA-PT Nasional 2026 untuk UNEJ

Jember, 18 Juni 2026

Tak ada mimpi yang terlalu tinggi bagi mereka yang terus berusaha.

Semangat itulah yang mengantarkan Giovanni Apta Chandrawinata, mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Jember (UNEJ), peraih Medali Perunggu Bidang Biologi pada Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Perguruan Tinggi (ONMIPA-PT) Tingkat Nasional Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Direktorat Belmawa Kemdiktisaintek di Universitas Airlangga, pada 8-12 Juni 2026. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa kerja keras, konsistensi, dan keberanian untuk bangkit dari kegagalan mampu mengantarkan seseorang menuju prestasi yang membanggakan.

Prestasi tersebut terasa semakin istimewa karena diraih setelah perjalanan yang penuh tantangan. Ditemui di FK UNEJ Rabu (17/06/2026), Giovanni menceritakan pada ONMIPA tahun 2025, ia belum berhasil lolos ke tingkat nasional. Namun, kegagalan tersebut tidak membuatnya menyerah. Sebaliknya, pengalaman itu menjadi bahan bakar untuk belajar lebih giat dan mempersiapkan diri dengan lebih matang pada tahun berikutnya.

Giovanni Apta Chandrawinata, mahasiswa Fakultas Kedokteran UNEJ, peraih medali perunggu bidang biologi ONMIPA-PT 2026

Motivasinya mengikuti ONMIPA berawal dari pengalaman saat masih duduk di bangku sekolah menegah. Ketika itu, ia berhasil meraih medali perak pada Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Biologi. Prestasi tersebut menjadi penyemangat untuk kembali membuktikan kemampuannya di tingkat perguruan tinggi.

“Motivasi saya sederhana. Saat SMA saya bisa meraih medali, maka saat kuliah saya juga harus bisa. Apalagi setelah gagal lolos pada tahun 2025, saya merasa harus berusaha lebih keras agar dapat memberikan hasil yang lebih baik pada tahun berikutnya,” ujarnya.

Di balik keberhasilannya, terdapat tantangan besar yang harus dihadapi. Sebagai mahasiswa Fakultas Kedokteran, ia harus membagi waktu antara aktivitas perkuliahan, ujian akademik, dan persiapan kompetisi. Bahkan, jadwal seleksi ONMIPA tingkat wilayah bertepatan dengan pelaksanaan ujian kuliah. Selain itu, Giovanni juga harus keluar dari zona nyamannya karena merasa bidang yang diperlombakan tidak sepenuhnya sejalan dengan materi yang dipelajari di bangku kuliah. Kondisi tersebut menuntutnya untuk belajar lebih keras, memperdalam berbagai materi biologi secara mandiri, dan terus melampaui batas kemampuannya agar mampu bersaing di tingkat nasional.

Momen Giovanni bersama rekan seperjuangan Universitas Jember di ONMIPA 2026

“Tantangan terbesar saya adalah membagi fokus antara ONMIPA dan kuliah. Pada tahun 2025 fokus saya sempat terbagi sehingga persiapan kurang optimal. Tahun ini saya berusaha mengatasinya dengan mengurus berbagai perizinan untuk mengikuti ujian susulan agar bisa lebih fokus mempersiapkan diri menghadapi ONMIPA,” jelasnya.

Untuk memaksimalkan persiapan, ia memperdalam materi yang masih menjadi kelemahannya, seperti biosistematika dan taksonomi. Selain memanfaatkan buku referensi dan bank soal tahun-tahun sebelumnya, ia juga aktif mengikuti pembinaan yang diberikan universitas. Menurutnya, kunci keberhasilan tidak hanya terletak pada kecerdasan, tetapi juga kemauan untuk terus belajar dan memperbaiki kekurangan diri.

“Kuncinya adalah memahami apa yang belum kita kuasai, lalu mempelajarinya semaksimal mungkin. Selain itu, doa dari orang tua, dukungan guru, dosen, dan teman-teman juga menjadi kekuatan besar bagi saya,” tuturnya.

Sesi awarding Giovanni pada bidang biologi ONMIPA-PT 2026

Ia berharap prestasi yang diraihnya dapat memotivasi mahasiswa lain untuk berani mencoba dan tidak merasa minder ketika bersaing dengan mahasiswa dari perguruan tinggi besar. “Jangan pernah minder dengan kampus mana pun. Saya percaya semua memiliki kesempatan yang sama. Yang membedakan adalah kemauan untuk belajar, berjuang, dan terus berkembang. Bukan dari mana kita berasal, tetapi seberapa besar usaha yang kita lakukan untuk mencapai tujuan,” pungkasnya.

Ke depan, ia berencana kembali mengikuti ONMIPA dengan target meraih medali yang lebih tinggi. Selain itu, ia juga tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti berbagai kompetisi di bidang kedokteran, termasuk International Medical and Physiology Student Quiz (IMSPQ) yang akan diselenggarakan di Malaysia. (dil/ajf)

#DiktisaintekBerdampak #UNEJBerdampak #IKU3