Mengulas Keunggulan Mahasiswa FH UNEJ dalam Seni Berargumen dan Pemecahan Masalah Lewat FGD

Jember, 26 Juni 2026

Di era dinamis saat ini, kompetensi mahasiswa hukum tidak lagi hanya diukur dari kemampuan menghafal pasal-pasal, melainkan sejauh mana mereka mampu menganalisis isu secara kritis dan menawarkan solusi taktis dalam sebuah forum diskusi.

Di sinilah letak keunggulan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Jember (FH UNEJ), yang kian menunjukkan taringnya dalam penguasaan metode Focus Group Discussion (FGD).

Kemampuan mengidentifikasi masalah, menyusun argumen berbasis data, serta mengarahkan diskusi yang beralur buntu menjadi kekuatan utama yang melekat pada delegasi FH UNEJ. Kematangan berpikir kritis ini salah satunya dibuktikan oleh Tim Ksatria Aruna FH UNEJ. Meski berstatus sebagai debutan atau baru pertama kali terjun di kompetisi FGD, mereka langsung mampu menunjukkan dominasi di panggung nasional.

Diva Salsabila Adiningrum, salah satu perwakilan tim, mengungkapkan bahwa ketajaman analisis yang mereka miliki terbentuk berkat ekosistem akademik di FH UNEJ yang suportif. Perkuliahan tidak berjalan satu arah, melainkan aktif membedah studi kasus nyata.

Tim Ksatria Aruna FH UNEJ menunjukkan kekuatan utama dalam kemampuan mengidentifikasi masalah, menyusun argumen berbasis data, serta mengarahkan diskusi yang beralur buntu

“Pengalaman akademik di kelas memberikan pondasi teoritis yang sangat kuat untuk membedah berbagai mosi kompleks, mulai dari isu hukum, sosial politik, lingkungan, hingga pendidikan. Sementara itu, iklim berorganisasi di kampus membentuk mentalitas kepemimpinan, kedisiplinan, dan kedewasaan kami dalam merespons argumen lawan,” kata Diva.

Keunggulan taktis mahasiswa FH UNEJ dalam forum diskusi juga terletak pada kedisiplinan riset dan metode pembagian kerja tim yang terstruktur. Dalam setiap simulasi, mereka tidak sekadar menghafal mosi, tetapi memetakan data dari berbagai sudut pandang (kontra maupun pro) melalui kelompok-kelompok kecil. Hal ini membuat argumen yang dilemparkan ke forum selalu logis, terukur, dan sulit dipatahkan.

“Saat berada di dalam forum, profesionalisme dan ketenangan adalah kunci. Kami dilatih untuk tidak gentar menghadapi situasi sepihak atau tekanan argumentatif dari kampus lain,” tambah Diva.

Ketajaman analisis, penguasaan data mosi, dan seni bernegosiasi dalam forum inilah yang pada akhirnya mengantarkan Tim Ksatria Aruna—yang juga diperkuat oleh Emrei Maulida Kurniawan, Nur Alfi Fauziah, dan Wildan Albani Pratama—sukses menyabet gelar Juara 2 pada ajang FGD Nasional Fisip Achievement Week 2026 yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Semarang.

Pencapaian ini menjadi penegas bahwa metode pembelajaran dan pembinaan kemahasiswaan di FH UNEJ berhasil mencetak yuris muda yang tidak hanya unggul secara literasi hukum, tetapi juga cakap dalam komunikasi publik dan pemecahan masalah (problem solving).

Ksatria Aruna FH UNEJ, Juara 2 FGD Nasional Fisip Achievement Week 2026

Bagi Tim Ksatria Aruna, pengakuan di tingkat nasional ini menjadi bukti bahwa keterbatasan jam terbang bukanlah penghalang selama metodologi persiapan dilakukan secara matang. “Jangan pernah batasi diri karena rasa takut untuk mencoba. Manfaatkan setiap ruang diskusi dan kompetisi untuk membentuk diri menjadi lebih kuat dan siap menghadapi tantangan hukum di masa depan,” pungkas Diva. (dil/ajf)

#DiktisaintekBerdampak #UNEJBerdampak #IKU3