Jember, 2 Juli 2026
Pemerintah Rusia membuka kesempatan seluas-luasnya bagi dosen dan mahasiswa Universitas Jember (UNEJ) untuk melanjutkan pendidikan di Rusia.
Penegasan ini disampaikan oleh Direktur Rumah Rusia di Indonesia, Nikita Shilikov, saat memberikan penjelasan secara daring dalam acara Webinar Sosialisasi Beasiswa Pemerintah Rusia yang digelar bersama Kantor Urusan Internasional Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pendidikan (LPMPP) UNEJ (2/7/2026).Kesempatan mendapatkan beasiswa ini dibuktikan pemerintah Rusia dengan menyediakan 400 program studi dari jenjang sarjana hingga doktoral di ratusan perguruan tinggi negeri yang ada di negara Beruang Merah. Beasiswa juga meliputi biaya pendidikan dan biaya hidup. Mutu pendidikan tinggi di Rusia juga bersaing dengan negara Eropa lainnya, sementara biaya hidup lebih murah. Hal ini menjadi salah satu daya tarik mahasiswa asing kuliah di Rusia. Saat ini ada 400 ribu mahasiswa asing yang sedang kuliah di Rusia, dengan dua ribu diantaranya adalah mahasiswa asal Indonesia.
Nikita Shilikov juga menyinggung kedekatan antara Rusia dengan Indonesia yang sudah terjalin semenjak lama, bahkan pengiriman mahasiswa Indonesia sudah berlangsung semenjak masa Presiden Soekarno. Kedekatan juga berasal dari sisi agama, sebab Islam adalah agama dengan pemeluk terbanyak kedua di Rusia setelah agama Kristen Orthodox. Tidak heran jika saat ini selalu ada masjid di hampir semua kota besar di Rusia.

βApalagi semenjak tahun 2025 kedua negara sudah menandatangani kerjasama yang meliputi bidang pendidikan, sehingga lulusan perguruan tinggi Rusia tidak perlu penyetaraan di Indonesia,β tutur Nikita Shilikov. Webinar hari itu diikuti oleh 180 peserta, baik dosen maupun mahasiswa.
Penjelasan mengenai tata cara dan prosedur mendapatkan beasiswa disamapikan oleh manajer proyek Rumah Rusia, Adrian Putra Rayana. Menurutnya Rusia patut diperhitungkan sebagai tujuan pendidikan tinggi mengingat memiliki tradisi pendidikan yang kuat. Hal ini dibuktikan dengan data jumlah penduduk Rusia yang mengenyam pendidikan tinggi melebihi angka 50 persen. Rusia juga kuat dengan riset di bidang Sains, Technology, Engineering and Mathematic (STEM).

Karena nantinya perkuliahan dilaksanakan menggunakan bahasa Rusia, maka setiap calon penerima beasiswa akan mendapatkan pelatihan bahasa Rusia selama 1 tahun di masing-masing perguruan tinggi yang dituju tanpa biaya. Setiap peserta nantinya bisa memilih satu program studi di enam perguruan tinggi negeri yang ada di seluruh Rusia. Uniknya, kuota penerima beasiswa dari Indonesia hanya akan bersaing dengan sesama pendaftar asal Indonesia sehingga kesempatan mendapatkan beasiswa juga lebih besar. Rumah Rusia adalah satu-satunya lembaga yang menjadi operator pengurusan beasiswa pemerintah Rusia di bawah Kedutaan Besar Republik Federasi Rusia. Selain mengurusi beasiswa, Rumah Rusia yang kini ada di 70 negara di dunia juga membawahi urusan sosial budaya dan kemanusiaan.
βKami membuka pendaftaran beasiswa di bulan September setiap tahunnya. Oleh karena itu masih ada waktu bagi dosen dan mahasiswa UNEJ untuk mempersiapkan diri,β jelas Adrian Putra Rayana.
Kegiatan webinar dibuka oleh Wakil Rektor IV bidang Perencanaan, Kerja sama dan Sistem Informasi UNEJ, Prof. Bambang Kuswandi. Menurutnya, kesempatan mendapatkan beasiswa dari pemerintah Rusia harus dimanfaatkan. Pasalnya dapat membuka khazanah dan pilihan melanjutkan studi yang selama ini umumnya masih tertuju pada negara-negara Eropa barat. Apalagi banyak kemudahan yang ditawarkan oleh pemerintah Rusia melalui Rumah Rusia.
βSemoga kegiatan hari ini menjadi pintu pembuka menuju kerja sama lainnya, seperti kolaborasi riset semisal di bidang pertanian industrial berkelanjutan yang menjadi visi dan misi UNEJ,β ungkap Prof. Bambang Kuswandi.

Webinar berlangsung hangat, terbukti dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan oleh peserta. Contohnya mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Alif Tya yang menanyakan biaya apa saja yang masih harus ditanggung oleh mahasiswa selama di Rusia. Rekannya dari FISIP, Scientiaria Adhy meminta rekomendasi perguruan tinggi Rusia untuk meneruskan studi Hubungan Internasional. Sementara Fauzan Pambudi dari Fakultas Kedokteran menggali kesempatan beasiswa spesialis di fakultas kedokteran di Rusia. (iim)

