Dari Batam ke Jember: Perjalanan Ribuan Kilometer Demi Mimpi di Arena KRAI 2026

JEMBER, 12 Juli 2026
Bagi sebagian peserta Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI) 2026, tantangan dimulai ketika robot memasuki arena pertandingan.

Namun bagi Tim Barelang Politeknik Negeri Batam, perjuangan telah dimulai sejak meninggalkan Pulau Batam menuju Universitas Jember. Jarak yang memisahkan dua kota itu bukan hanya soal ribuan kilometer perjalanan, tetapi juga tentang membawa harapan, kerja keras, dan mimpi untuk tampil di panggung robotika nasional.

Sebagai salah satu dari 28 tim terbaik yang lolos ke babak final KRAI 2026, tim asal Politeknik Negeri Batam harus memikirkan lebih dari sekadar strategi pertandingan. Mereka juga dihadapkan pada tantangan membawa robot agar tiba dengan aman di lokasi perlombaan.

Aditya Fajar Shiddiq, anggota Tim Barelang bertanggung jawab pada divisi Electrical, mengungkapkan bahwa proses perjalanan menjadi tantangan tersendiri yang selalu mereka hadapi setiap mengikuti kompetisi nasional.

Aditya Fajar Shiddiq, anggota Tim Barelang Politeknik Negeri Batam, menceritakan perjalanan dari Batam ke Jember serta persiapan tim menghadapi KRAI 2026.

“Kalau setiap tahun tantangannya memang perjalanan karena kami harus naik pesawat. Robot kami tidak dikirim utuh, tetapi dibongkar menjadi beberapa bagian lalu dimasukkan ke dalam koper bagasi. Tantangan terbesarnya justru saat harus merakit kembali robot ketika sudah sampai di lokasi lomba,” ujarnya.

Keputusan membawa robot dalam kondisi terpisah dilakukan agar seluruh komponen lebih aman selama penerbangan. Namun konsekuensinya, tim harus bekerja ekstra memastikan setiap bagian dapat dirakit kembali dengan presisi sebelum memasuki arena pertandingan.

Persiapan menuju KRAI 2026 sendiri telah dimulai sejak tema perlombaan diumumkan. Seluruh anggota tim langsung menyusun berbagai prototipe, melakukan pengujian, hingga menyempurnakan strategi robot agar mampu menyelesaikan seluruh tantangan yang ditetapkan dalam kompetisi.

Meski demikian, tantangan tidak berhenti ketika mereka tiba di Jember. Salah satu peralatan penting yang dibutuhkan tim belum tiba tepat waktu. Kondisi tersebut sempat membuat mereka khawatir proses persiapan akan terganggu.

Namun pengalaman itu justru memperlihatkan sisi lain dari kompetisi robotika nasional. Dibalik persaingan di arena, tumbuh budaya saling membantu antar peserta.

Tim Barelang Politeknik Negeri Batam.

“Awalnya kami mengira tim lain tidak akan meminjamkan peralatannya. Ternyata setelah saling berkomunikasi, mereka sangat membantu. Kami sempat memakai kompresor milik tim Politeknik Negeri Jember, lalu ketika ada kendala juga dibantu tim lain. Jadi kami benar-benar saling berbagi,” tutur Aditya.

Menurutnya, semangat kolaborasi seperti itulah yang menjadi salah satu pengalaman paling berharga selama mengikuti KRAI. Kompetisi bukan sekadar mencari pemenang, tetapi juga menjadi ruang belajar bersama bagi mahasiswa robotika dari berbagai daerah di Indonesia.

Selain keramahan antar peserta, penyelenggaraan KRAI 2026 di Universitas Jember juga meninggalkan kesan positif bagi timnya. Fasilitas yang disiapkan panitia dinilai mampu mendukung peserta yang datang dari luar daerah untuk lebih fokus mempersiapkan robot.

“Menurutku penyelenggaraannya bagus. Kami mendapat fasilitas wisma yang dekat dengan arena, jadi aksesnya lebih mudah. Itu sangat membantu karena perjalanan kami cukup jauh,” katanya.

Bagi Aditya, mengikuti KRAI memiliki makna yang jauh melampaui hasil pertandingan. Kompetisi menjadi kesempatan untuk memperluas jejaring, bertukar pengalaman, sekaligus belajar dari tim-tim terbaik Indonesia.

Anggota Tim Barelang saat melakukan koordinasi sebelum melanjutkan pertandingan di arena KRAI 2026 di Universitas Jember.

“Yang paling penting adalah mendapatkan pengalaman, menambah teman, dan saling berbagi ilmu. Banyak hal yang bisa kami pelajari di sini untuk pengembangan robot berikutnya,” ungkapnya.

Kisah Tim Barelang menjadi potret bahwa setiap peserta KRAI membawa cerita perjuangannya masing-masing. Ada yang datang dari kota terdekat, ada pula yang menempuh ribuan kilometer melintasi laut demi satu tujuan yang sama, yakni menguji kemampuan, belajar dari sesama inovator muda, dan terus mengembangkan teknologi robotika Indonesia.

Di Universitas Jember, arena KRAI 2026 bukan sekadar tempat bertanding. Arena ini menjadi titik temu bagi puluhan tim dari berbagai penjuru Nusantara untuk membuktikan bahwa semangat berinovasi mampu menyatukan mereka, bahkan sebelum pertandingan dimulai. (qf)