Lebih dari Sekadar Tuan Rumah, LO UNEJ Turut Sukseskan Persiapan Tim Padang di KMHE

Jember, 3 Oktober 2026

Rangkaian Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2026 yang digelar di Universitas Jember (UNEJ) tidak sekadar menjadi panggung adu ketangkasan dan efisiensi teknologi otomotif di lintasan.

Di balik deru mesin dan kepulan optimisme para peserta, terajut kisah hangat tentang persaudaraan antarkampus lewat dedikasi Liaison Officer (LO) tuan rumah. LO UNEJ bergerak cepat tak hanya memastikan koordinasi dan alur informasi berjalan mulus, tetapi juga ikut pasang badan menyokong kesiapan teknis maupun nonteknis para kontestan.

Potret solidaritas tersebut dirasakan langsung oleh Bunga Fitrotul Innayah, mahasiswi Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) UNEJ. Dipercaya mendampingi dua tim sekaligus dari delegasi Universitas Negeri Padang (UNP), Bunga bertindak sebagai garda terdepan yang menjembatani seluruh kebutuhan peserta. Kehadirannya memastikan tim dari Ranah Minang tersebut dapat fokus penuh mematangkan racikan kendaraan hemat energinya tanpa terganggu kendala operasional selama di Jember.

Potret Bunga dan tim Pagaruyuang, peserta KMHE 2026 dari Universitas Negeri Padang

Perjuangan tim UNP untuk mengaspal di KMHE 2026 memang menuntut pengorbanan besar. Demi menempuh perjalanan ribuan kilometer lintas pulau dari Padang ke Jember, mereka memboyong dua unit mobil hemat energi andalannya menggunakan truk jalan darat. Tak kalah unik, tim UNP juga sengaja menyertakan sebuah sepeda motor di dalam truk pengangkut tersebut. Armada roda dua ini disiapkan khusus sebagai ‘kendaraan taktis’ agar tim bersama LO dapat bergerak cepat menyisir Kota Jember apabila sewaktu-waktu membutuhkan spare part atau komponen tambahan untuk penyempurnaan kendaraan.

Salah satu momen yang paling membekas bagi Bunga adalah saat menyaksikan secara langsung gigihnya perjuangan tim UNP begitu mendarat di Kota Karnaval ini. Tanpa membuang waktu, usai menempuh perjalanan jauh melintasi pulau, para peserta langsung bergulat merakit kembali komponen mobil yang sebelumnya sempat dibongkar untuk kebutuhan pengiriman. Pengerjaan maraton itu berlanjut hingga siang hari berikutnya, di mana waktu istirahat dan tidur para anggota tim diatur secara bergantian.

“Dari awal saya melihat mereka memang sudah fokus dengan persiapannya. Setelah sampai, mereka langsung kembali mengerjakan mobil. Jadi, saya berusaha menyesuaikan pendampingan dengan kebutuhan mereka di lapangan,” ungkap Bunga saat ditemui di sela waktu turun minum di sirkuit KMHE Universitas Jember, Sabtu (03/10/2026)..

Bunga Fitrotul Innayah, mahasiswi program studi Perencanaan Wilayah dan Kota UNEJ sebagai LO peserta dari Universitas Negeri Padang

Tak sekadar menjadi pengamat, Bunga mengawal ketat agar urusan nonteknis peserta tetap terkoordinasi dengan presisi. Mulai dari urusan akomodasi, ketersediaan transportasi, asupan konsumsi, hingga jadwal detail agenda KMHE 2026 yang terbilang padat pantang luput dari perhatiannya. Ia secara berkala mengingatkan peserta terkait rentetan kegiatan resmi, baik agenda malam hari maupun agenda krusial pasca-subuh.

Peran vital LO kian terasa saat tim UNP memerlukan suku cadang atau perlengkapan teknis mendadak yang belum tersedia. Berbekal informasi dari Bunga mengenai peta lokasi penyedia suku cadang terdekat di Jember, tim dapat memanfaatkan sepeda motor yang dibawa dari Padang untuk bergerak cepat berburu spare part pendukung. Langkah siaga ini memastikan proses penyempurnaan racikan kendaraan hemat energi milik UNP dapat rampung tepat waktu tanpa terhambat ketersediaan komponen.

“Sebagai LO, saya berusaha memastikan mereka tidak kesulitan mencari informasi atau kebutuhan selama persiapan. Kalau ada yang belum jelas atau belum tersedia, saya bantu koordinasikan dengan pihak yang bisa menangani,” ujar Bunga.

Bunga ketika berkoordinasi dengan tim menjelang perlombaan

Dinamika di lapangan kerap melahirkan pertanyaan-pertanyaan teknis yang terikat regulasi ketat perlombaan. Saat menerima pertanyaan di luar wewenangnya, Bunga dengan sigap menjembatani komunikasi ke lini panitia pusat KMHE, lalu kembali menyampaikan solusi tepat kepada tim pendampingan agar tidak terjadi kendala pada saat verifikasi maupun uji lintasan.

Bagi Bunga, peran pendampingan di ajang bergengsi KMHE 2026 ini melampaui tugas-tugas administratif formal. Lebih jauh dari itu, seorang LO adalah tumpuan harapan dan sahabat terdekat yang siap diandalkan ketika kontestan mengalami kebuntuan di tengah padatnya tekanan persiapan.

“Semoga semua usaha dan lelah mereka selama persiapan terbayar di lintasan. Tetap percaya pada proses dan berikan yang terbaik sampai garis akhir,” pungkasnya. (dil/ajf)

#DiktisaintekBerdampak #UNEJBerdampak #IKU3 #IKU5 #IKU7