Dari Paddock hingga Tepi Lintasan, Cerita di Balik KMHE 2026 UNEJ

Jember, 4 Oktober 2026

Kesibukan di paddock dan rasa penasaran penonton di tepi lintasan mewarnai Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2026 di Universitas Jember (UNEJ).

Memasuki hari terakhir kompetisi, Minggu (4/10), tiap peserta membawa cerita tentang perbaikan kendaraan, bantuan antar tim, hingga pengalaman kembali berlaga di sirkuit yang sama. Sementara itu, masyarakat turut hadir bersama keluarga untuk menyaksikan kendaraan hemat energi karya mahasiswa dari dekat.

Bagi Tim Nogogeni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), perjuangan dimulai sejak hari pertama pemeriksaan teknis atau Technical Inspection (TI). Dua kendaraan mereka, Nogogeni XI EVO pada kelas Urban Motor Listrik dan Nogogeni IX pada kelas Urban MPD Etanol, masing-masing sempat kembali ke paddock satu kali pada hari pertama.

Hafiz Diandra Pratama, anggota Tim Nogogeni, menjelaskan bahwa beberapa komponen perlu disesuaikan dengan ketentuan teknis. Untuk mengatasi kendala tersebut, tim segera melakukan perbaikan agar dapat mengikuti sesi race.

“Kami berusaha untuk tetap tenang dan melakukan penyesuaian seperti yang diharuskan regulasi,” ujarnya.

Kendaraan Tim Nogogeni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melaju di sirkuit kampus Universitas Jember dalam KMHE 2026.

Menurut Hafiz, kemungkinan adanya kendala saat pemeriksaan telah menjadi bagian dari persiapan sebelum kompetisi. Ketatnya TI justru memacu semangat anggota tim untuk mencari solusi agar dapat melanjutkan perlombaan.

Perjuangan serupa dirasakan Farista Lutfi Rahman, anggota divisi Vehicle Dynamics Tim Tunas Autron dari Politeknik Negeri Malang. Tahun ini merupakan pengalaman pertama bagi tim mereka mengikuti KMHE 2026 di Universitas Jember.

“Kami harus mengulangi TI hingga tiga kali dan baru lolos hari ini, sehingga kemarin belum bisa mengikuti race. Pengerjaan kemarin juga berlanjut di penginapan. Kontroler cadangan baru selesai kami kerjakan sehari sebelum kegiatan,” ungkapnya.

Di tengah keterbatasan perlengkapan yang dibawa, bantuan antar peserta turut meringankan pekerjaan. Farista menceritakan bahwa saling meminjam soket maupun kunci menjadi bagian dari keseharian tim selama berada di paddock.

Kebersamaa Tim Tunas Autron dari Politeknik Negeri Malang di sela kesibukan KMHE 2026 di Universitas Jember

“Saling meminjam peralatan seperti soket atau kunci-kunci dengan tim lain pasti terjadi karena keterbatasan barang yang dibawa,” katanya.

Sementara itu, peserta yang kembali berlaga di UNEJ membawa bekal pengalaman tahun sebelumnya. Khairul, anggota divisi mesin Tim Antawirya Rondhan EV dari Universitas Diponegoro, mengatakan pengalaman tersebut membantu timnya menentukan persiapan kendaraan.

“Untuk tahun ini persiapannya lebih mudah karena kita sudah ada gambaran dari tahun kemarin dan mobil kita juga sudah pernah mencoba di sirkuit ini,” ujarnya.

Mengenal lintasan membantu tim merencanakan penyetelan kendaraan dan strategi perlombaan. Namun, kesibukan menyiapkan mobil tetap menuntut anggota tim untuk menjaga konsentrasi dan kekompakan, terutama di tengah cuaca panas.

Bagi Khairul, suasana paddock menyerupai keseharian mereka saat bekerja di laboratorium. Selingan canda menjadi cara untuk menjaga suasana agar pekerjaan tidak terasa terlalu menegangkan.

“Suasana di paddock kurang lebih sama seperti saat ngebengkel di lab. Kami sering bercanda bersama agar tidak terlalu tegang dan emosi tetap terkontrol,” tuturnya.

Kesibukan anggota Tim AKPRIND 2 dari Universitas AKPRIND Indonesia dalam menyiapkan kendaraan Mataram Proto di paddock KMHE 2026 Universitas Jember.

Pengalaman kembali berlaga juga dirasakan Farel, Manajer Teknis Mataram Proto, Tim AKPRIND 2 dari Universitas AKPRIND Indonesia. Tahun ini, timnya mengembangkan riset pada bagian mesin dengan harapan memperoleh hasil lebih baik dibandingkan kompetisi sebelumnya.

Meski persiapan telah dilakukan, kendala teknis tetap muncul. Pada salah satu sesi perlombaan, kendaraan mereka mengalami masalah dan dinyatakan Did Not Finish (DNF) atau tidak menyelesaikan perlombaan. Pada hari terakhir, tim menargetkan dapat menyelesaikan tiga sesi perlombaan.

“Kemarin kami mendapat giliran satu race. Pada race kedua kendaraan kami mengalami kendala teknis sehingga dinyatakan DNF, dan hari ini kami menargetkan dapat penyelesaian tiga race,” ungkap Farel.

Di tepi lintasan, kendaraan yang disiapkan dengan berbagai upaya tersebut mengundang perhatian masyarakat. Sebagian warga sengaja kembali menonton, sedangkan yang lain menemukan perlombaan ketika beraktivitas di lingkungan kampus.

Nani bersama keluarga dan keponakannya saat menyaksikan KMHE 2026 di Universitas Jember untuk pertama kalinya.

Seorang warga Gebang yang datang bersama anaknya mengaku semula hendak berolahraga. Ketika mendapati jalan ditutup untuk perlombaan, ia memilih menonton KMHE yang baru pertama kali dilihatnya. “Awalnya mau olahraga, ternyata ada acara ini, ya sekalian nonton,” ujarnya.

Rasa penasaran juga membawa Nani, warga Jember, menonton KMHE untuk pertama kalinya bersama keluarga dan keponakannya. Ia terpukau melihat kendaraan berukuran kecil mampu melaju di sirkuit.

“Ternyata mobil sekecil itu bisa jalan dan bahan bakarnya irit juga,” tuturnya.

Nani berharap pengalaman tersebut dapat menumbuhkan ketertarikan keponakannya pada bidang teknik, hingga kelak mampu menciptakan kendaraan serupa. Harapan itu turut diamini keluarganya dan disambut antusias oleh sang keponakan.

Kesibukan pemeriksaan teknis kendaraan peserta di area Technical Inspection (TI) KMHE 2026 Universitas Jember.

Sementara itu, Siti, warga dari kawasan Semeru kembali menonton bersama anak-anak setelah menyaksikan KMHE tahun sebelumnya. Ketertarikan mereka terhadap mobil menjadi alasan untuk kembali menonton.

Dari paddock hingga tepi lintasan, KMHE 2026 di UNEJ mempertemukan kerja keras mahasiswa dengan rasa penasaran masyarakat. Di balik kendaraan yang berlaga, ada anggota tim yang belajar mengatasi persoalan dan saling membantu. Di antara penonton, ada keluarga yang menemukan pengalaman baru, hingga anak yang mulai bercita-cita menciptakan kendaraan serupa di masa depan. (qf)